cheapest generic sibutramine 10mg online legitimate buy generic alprazolam 1mg online in canada can you buy trazodone over the counter alprazolam powder for sale buy adderall overnight shipping

10 Alasan Mengapa Saya Menulis Blog?

Alasan menulis blog

10 Alasan mengapa saya menulis di blog. (Picture credit to pixabay)

 

 

Hari pertama #BPN30dayChallenge2018 bertemakan mengapa menulis blog. Meskipun sebenarnya tema ini sudah sering saya tulis di beberapa tulisan di blog, baik tersirat maupun tersurat (apasih haha). Tapi kali ini saya coba tuliskan kembali alasan-alasan yang terus membuat saya mau menulis unek-unek di blog hingga sudah hampir tujuh tahun ini.

 

Sejarah blog

 

Sebenarnya, awal mula ngeblog, saya masih menggunakan blog gratisan. Waktu itu awalnya namanya annejoule.wordpress.com lalu diganti menjadi memoirsofjulia.wordpress.com hingga akhirnya mei 2016 saya putuskan untuk lebih serius ngeblog dengan menggunakan domain berbayar. Lahirlah kemudian blog sepradik.com ini. Untuk alasan pemilihan nama, nanti InsyaAllah akan ada di postingan lain challenge ini.

 

Awalnya, ketika saya melaksanakan tugas praktik kerja lapangan(PKL) dari kampus di salah satu PLTU swasta di Paiton, Probolinggo Jawa Timur. Waktu itu sekitar bulan september 2011. Sepulang PKL, kok kayaknya nggak ada kerjaan, tidur-tiduran nggak jelas. Setelah berselancar di dunia maya lewat laptop dan modem, kala itu media sosial belum segencar sekarang. Hape android pun belum semudah dan sebanyak sekarang untuk didapatkan. Nah, karena itu, akhirnya yang dilihat di laptop ya blog. Trus akhirnya jadi mikir, bagaimana kalau kegiatan selama PKL dan semua aktivitasnya ditulis dan diposting di blog? Kemudian lahirlah postingan pertama tentang perjalanan pertama dari Pangkalpinang menuju Paiton. Dari hari itu, pelan-pelan blog mulai diisi dengan beberapa postingan, kadang saya juga merepost tulisan orang dari blog lain. Tapi akhirnya lama kelamaan seiring berjalannya waktu jadi semacam rutinitas, hingga nggak terasa sudah 6 tahun lamanya. Nah, setelah dirangkum, ini dia 10 alasan mengapa saya masih betah menulis di blog.

 

  1. Rekam jejak sebagai pengingat

Seperti yang saya tulis di atas, tulisan pertama yang saya tulis adalah tentang perjalanan dari Pangkalpinang menuju Paiton Probolinggo saat PKL. Enaknya kalau di blog, saya tinggal ketik kata kunci lalu ketemulah tulisan saya. Beda dengan media sosial lainnya seperti facebook, instagram atau twitter, harus discroll yang panjang baru ketemu. Tapi facebook sekarang sudah ada pencarinya sih, tapi masih lebih enak melalui blog.

Nah, sekarang pun demikian. Kadang saya menulis untuk media pengingat, kenang-kenangan bila suatu saat mulai lupa. Seperti cerita kehamilan, tumbuh kembang anak-anak, dan lainnya.

  1. Media latihan menulis

Sejak SMA saya sudah merasa bahwa penulis adalah profesi yang keren. Sejak itu saya pun mulai bercita-cita menjadi penulis. Tapi saat itu penerbit indie belum sebanyak sekarang. Akses menuju penerbit belum semudah sekarang. Selain itu saya juga belum tahu dan jago tentang menulis. Maka saya putuskan untuk menulis di blog, sebagai media latihan untuk menjadi penulis buku. Alhamdulillah kini sudah ada beberapa buku yang ditulis, meski banyak yang masih berup antologi. Ada Full Time Mom dari penerbit Marsua, Curahan Hati Ibu ( masih proses cetak) dari penerbit Mandiri Jaya, Anakku Inspirasiku (masih proses cetak) dari penerbit inthisar, dan buku Alharits Anak Baik seri Aku Suka Makan Sayur ( masih proses edit dan cetak) dari penerbit Mandiri Jaya.

  1. Berbagi pengalaman

Sesuai dengan tagline blog ini, curhatnya emak rempong, jadi sebagian besar isi blog adalah tentang curhat keseharian saya di rumah. Selain lebih mudah, saya juga nggak bisa menulis tentang yang lain, haha. Isinya berupa resep, cerita tumbuh kembang anak-anak, sedikit tentang pernikahan, dan lainnya. Harapannya, dengan adanya tulisan-tulisan ini, bisa bermanfaat bila ada yang membutuhkan.

  1. Mewariskan tulisan untuk anak cucu

Kayaknya mikirnya jauh sekali ya, hehe. Meski saya bukan orang yang kaya, tapi saya tetap ingin mewariskan sesuatu untuk anak cucu saya. Nah, harapannya, dengan menulis di blog, anak-anak tetap bisa membaca tulisan atau sedikit tentang cara pandang saya melalui blog ini. Bahkan saya sudah meminta pada suami, bila saya meninggal duluan, tolong pindahkan hostingnya jadi ke domain gratis lagi. Dengan begitu tulisan saya tetap ada walau saya sudah tiada.

  1. Media dakwah

Memang tidak semua tulisan di blog ini bertemakan dakwah atau islam. Tapi saya sangat khawatir bila blog ini nantinya menjadi pemberat saya di akhirat sana. Karenanya, saya tak mau asal menulis atau berbagi. Bila dikira tak ada manfaat, saya usahakan untuk tidak menulisnya. Tapi di beberapa tulisan tetap saya sematkan sedikit tentang dakwah dan islam. Semoga dengan begitu blog ini sedikit lebih bermanfaat bagi pembacanya.

  1. Sarana mencari teman baru

Melalui blog, saya bisa menemukan banyak kenalan baru. Dari teman-teman baru di beberapa komunitas blogger ini, kadang saya juga bisa dapat ilmu baru. Melalui komunitas Blogger Perempuan, Kumpulan Emak Blogger, Ibu Ibu Doyan Nulis, Blogger Muslimah, dan lainnya. Lumayan bisa sedikit mengurangi stres emak rempong, hehe.

  1. Menuangkan isi pikiran

Berhubung saya bukan orang penting dan pintar, jadi sepertinya tidak mudah bagi saya untuk menulis dan menyebarkan pikiran di berbagai media. Nah, blog adalah salah satu media yang memudahkan saya meluapkan isi hati. Membahas apa yang sedang in saat ini, mengomentari sesuatu, dan lainnya.

  1. Sebagai pelepas stres

Dari beberapa sumber, saya dapatkan info bahwa menulis dapat menjadi katalisator stres. Sebagai ibu rumah tangga, tentu stres adalah teman yang dekat dengan saya. Lelah seharian mengurus anak, bosan dengan rutinitas, dan lainnya. Dan bagi saya blog adalah salah satu obatnya. Di blog saya bebas menulis apa saja dan sepanjang-panjangnya. Selama ini tidak merugikan siapa-siapa, semua sah-sah saja.

  1. Ajang aktualisasi diri

Seharian di rumah, mengurus rumah dan anak, kadang membuat saya minder. Nah, melalui blog saya pun mencoba mengaktualisasikan diri melalui tulisan-tulisan saya. Dengan menulis di blog, sedikit demi sedikit rasa minder itu berkurang.

  1. Salah satu cara mengumpulkan pundi-pundi rupiah

Saya tak bisa jauh dari anak-anak. Saya juga tak bisa keluar lama-lama di rumah. Intinya untuk saat ini saya bukanlah tipe working mom. Karenanya saya pikir salah satu cara aman menghasilkan rupiah tanpa perlu pergi lama atau jauh dari anak-anak, adalah dengan menulis di blog. Meski hasilnya belum wah bagi orang lain, tapi saya sudah sangat bersyukur dengan hasil yang ada.

 

Itulah sedikit 10 alasan mengapa saya masih bertahan di blog. Bagaimana, apakah setelah membaca postingan ini kamu jadi tertarik ngeblog? Atau menulis lagi di blogmu yang berdebu? Eh! Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *