Agar Terhindar dari Ghibah

Agar Terhindar dari ghibah

Picture credit to pixabay.

 

Meski berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang sering berada di rumah, sebenarnya saya jarang sekali ber haha hihi ketemu dengan tetangga. Selain karena urusan di rumah yang sepertinya tak kunjung selesai, saya lebih senang leyeh-leyeh santai di rumah.

 

Tapi karena sebagai makhluk sosial kita juga perlu sosialisasi dengan tetangga, serta anak-anak yang memang juga butuh main di luar, sesekali saya juga main dan bercengkrama dengan tetangga.

 

Sayangnya, bila sudah bercengkrama dengan tetangga, kadang saya jadi banyak tahu hal-hal yang sebelumnya tak perlu saya ketahui sama sekali. Seperti kemarin ketika saya ikut mengunjungi beberapa ibu yang baru saja melahirkan, saya jadi tahu ternyata ada ibu yang begini di blok ini, ada ibu yang begitu di blok itu. Itulah kadang yang membuat saya malas untuk berbaur lalu ngobrol, takut banyak membicarakan orang lain. Bukan karena sok suci sih ya, tapi kan rasanya rugi saja bila karena asyik membicarakan orang lain, tanpa sadar ternyata amal kita melayang ke orang yang kita bicarakan. Selain itu agama sudah jelas menyampaikan bahwa yang seperti ini namanya ghibah dan seperti memakan daging saudaranya sendiri.

 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Perumpamaan orang yang ghibah atau menggunjing seperti makan daging saudaranya sendiri. Picture credit to pixabay.

Tapi meskipun begitu, jangan sampai kita mengekslusifkan diri sehingga sama sekali tak pernah ngobrol dengan tetangga. Agar masih bisa ngobrol dengan tetangga namun mengurangi ghibah, berikut beberapa tips dari saya.

 

  1. Jadi penentu pembicaraan

Jadi kita yang menentukan topik apa yang akan dibicarakan. Bila dirasa sudah mulai mau membicarakan prang lain, langsung pindah ke topik lainnya.

  1. Tanggapi bila memang perlu

Bila mulai membicarakan orang lain, kita diam dan jangan menanggapi. Biasanya bila mulai ditanggapi topik tersebut akan terus berlanjut.

  1. Segera akhiri pembicaraan

Bila sudah mulai ngalur ngidur tak jelas, sebaiknya langsung akhiri pembicaraan dan pamit. Dengan begini kita tak akan tahu kelanjutan ceritanya.

  1. Bagikan info tentang bahaya ghibah di grup

Jaman sekarang Ibu-ibu perumahan pasti punya grup WA perumahan. Sesekali bagikan info tentang bahaya ghibah, sehingga semoga sedikit demi sedikit orang-orang akan mengerti.

  1. Belanja online fashion atau lainnya di toko online

Wanita bila sudah bertemu akan membicarakan banyak hal. Karena memang fitrahnya wanita lebih banyak bicara dibandingkan laki-laki. Nah, ada baiknya untuk keperluan belanja online fashion atau lainnya, belilah di toko online. Dengan begitu setidaknya mengurangi kegiatan ngobrol bila bertemu saat belanja.

 

Selain itu belanja online fashion atau lainnya di toko online kadang memungkinkan kita untuk bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Tandai online shop mana yang sering memberikan potongan harga terbanyak, sehingga kita bisa mendapatkan harga termurah ketika belanja online fashion atau lainnya.

 

  1. Tandai yang biasanya suka memulai topik ghibah

Bila sudah tahu ada orangnya di situ, sebisa mungkin kita kurangi interaksi, sehingga tidak terjadi ghibah ketika kita ngobrol.

 

Agar Terhindar dari ghibah

Saat membicarakan orang lain, tanpa disadari kita telah memberikan amal kebaikan yang kita punya untuk orang yang dibicarakan. Bila amal kita telah habis, maka mungkin saja keburukannya yang pindah untuk kita. Na’udzubillah. Picture credit to pixabay.

 

Itulah sedikit tips agar terhindar dari ghibah. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sia-sia, termasuk ghibah atau membicarakan orang lain ini.  Rugi kan, kita yang beramal, orang lain yang dapat amalnya. Semoga bermanfaat. 🙂

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *