Alharits dan Pasukan Bakteri Baik

Punya anak balita itu gampang-gampang sulit ya. Apalagi ketika mereka malas makan, terutama sayuran, orang tua harus pintar-pintar mencari cara agar mereka mau makan banyak. Kalau memang sudah mengatakan nggak mau, mau dipaksa seperti apapun tetap tak mau,malah mereka akan menangis. Tapi lain lagi kalau dibujuk dengan cara lain, salah satunya diceritakan sebuah cerita tentang pentingnya makan. Biasanya, minimal lima suapan akan masuk ke mulut si Abang.

Nah, kali ini saya akan tuliskan ceritanya di sini, barangkali ada Ibu-ibu lain yang juga mau meniru, semoga berhasil.

Alharits dan Pasukan Bakteri Baik

Ada seorang anak bernama Alharits. Anaknya baik, suka mengaji, rajin sholat dan tidak suka marah ( Ini maksud saya untuk mensugestikan ke Abang, bahwa dia pun begitu, Aamiin). Tapi ada satu kekurangannya, dia tidak suka makan sayur. Susah sekali bila diminta makan sayur oleh ibunya.

Jadi setiap hari, Alharits hanya makan dengan nasi dan lauk. Setiap ada sayur, tak pernah disentuh sama sekali.

Suatu hari, sepulang dari bermain ke rumah temannya, Alharits kelelahan, tanpa mandi dan ganti baju, dia pun langsung tertidur pulas. Dalam tidurnya, ia bermimpi. Alharits menjadi pemimpin bakteri baik sedang bertarung melawan bakteri jahat.

” Serang mereka, hajar terus” Begitu kata pemimpin bakteri jahat

“Ayo teman-teman terus berjuang, kita harus menang melawan bakteri jahat! Serang”. Ucap Alharits kepada pasukan bakteri baik.

Pertarungan sengit pun terjadi. Tapi para tentara bakteri baik, lama kelamaan semakin menipis, mereka kelihatan sangat lemah dan gampang loyo.

“Ayo tentara bakteri baik, jangan mundur, kita harus kuat!” Kata Alharits menyemangati.

“Kita melemah Panglima Alharits, karena kita jarang diberi makan sayur!” Ucap salah satu pasukan bakteri baik.

“Serang terus! Kita pasti menang, karena mereka jarang diberi sayur!” Ucap pemimpin tentara bakteri jahat.

Tentara bakteri baik terus diserang, sekarang tinggal sedikit yang bertahan. Akhirnya panglima Alharits memerintahkan pasukannya untuk mundur dan lari.

“Lari semua, kita cari bala bantuan!” Alharits berteriak memerintahkan prajuritnya.

Tiba-tiba Alharits terbangun dari tidurnya. Sambil menangis, ia memanggil Ibunya.

“Ibu, aku mau makan sayur!” Begitu ucapnya masih sambil menangis.

“Wah, tumben anak Ibu mau makan sayur, ada apa ya?” Tanya Ibu pada Alharits.

“Tadi Alharits bermimpi memimpin tentara bakteri baik melawab bakteri jahat dan kita kalah, karena bakteri baik tak pernah dikasih sayuran.” Jelas Alharits pada ibunya.

“Nah kan, benar kata Ibu, kita memang harus banyak makan sayur, agar bakteri baik dalan tubuh mampu melawan bekteri jahat dan kita selalu sehat. Abang tadi juga lupa baca do’a ya? Makanya mimpi buruk.” Jelas ibu membenarkan.

Lalu Alharits pun makan, kali ini dia mau makan sayur yang banyak. Piringnya dipenuhi sayuran hijau. Ia makan dengan lahapnya.

“Alharits mau menang melawan bakteri jahat Bu!” Ucapnya sambil makan sayuran.

“Iya, tapi jangan makan sambil ngomong ya, nanti takut tersedak.” Terang ibu.

Malam harinya, Alharits bermimpi lagi. Masih melanjutkan mimpi yang tadi siang. Ia memimpin pasukan bakteri baik melawan bakteri jahat.

” Ayo pasukan bakteri baik, kita serang lagi bakteri jahat! Kali ini kita sudah mendapatkan bala bantuan, tadi siang aku sudah makan banyak sayuran.” Alharits berkata kepada pasukannya.

Bala bantuan datang terus untuk membantu bakteri baik. Ternyata sayuran yang dimakan Alharits tadi siang, langsung jadi energi untuk tentara bakteri baik.

“Gawat! Pasukan bakteri baik sudah diberi makan sayuran. Kita pasti kalah melawan mereka! Ayo mundur pasukan!” Terang pemimpin bakteri jahat.

Lalu bakteri jahat pun kalah, pemenangnya adalah Alharits dan tentara bakteri baik. Alharits pun belum terbangun dari tidurnya. Tapi sambil terpejam, ia pun tersenyum.

***Selesai***

Begitulah cerita Alharits dan pasukan bakteri baik. Biasanya setelah membacakan cerita ini, kembaliĀ  akan saya jelaskan mengapa sayur itu penting dan apa manfaatnya bagi tubuh. Bila si Abang mulai sulit makan sayur, cerita ini bisa membantu membuatnya mau kembali makan sayur. Jadi Bu Ibu punya cerita lain agar anak mau melakukan hal baik di rumah? Sharing di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat. šŸ™‚

#kelasmenulisceritaanak

#kelasmca

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *