Belajar Home Education dari Dian Kusumawardani Penulis Buku Ibuku adalah Sekolah Terbaikku

Hari jum’at 9 maret yang lalu di grup #Odopfor99days kedatangan tamu seorang penulis buku Ibuku adalah Sekolah Terbaikku, Mba’ Dian Kusumawardani.

Dalam kesempatan kali ini, Mba’ Dian lebih banyak berbagi mengenai pengalamannya sebagai home educator (selanjutnya disingkat HE).

Menurut beliau, HE merupakan pendidikan berbasis rumah, jadi tidak sama dengan home schooling. Sekolah atau tidak sekolah di tempat formal,  HE wajib dilaksanakan, karena pendidikan anak-anak merupakan kewajiban orang tua.

Dalam melaksanakan HE, Mba’ Dian juga bekerja sama dengan suaminya. Mulai dari menentukan kurikulum, evaluasi, hingga diskusi bila terjadi perbedaan pendapat dalam melaksanakan HE.

Ibu yang juga merupakan manajer online IIP Surabaya ini juga mengatakan, bahwa salah satu panduan yang digunakannya dalam melaksanakan HE adalah buku Fitrah Based Education Ustadz Harry Santosa, dimana anak sebenarnya memiliki 4 fitrah, fitrah keimanan, belajar, bakat, dan perkembangan. Nah, dalam HE, tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak sesuai tahap perkembangan usianya, hingga dapat tercapainya tujuan agar sang anak menjadi bagian dari peradaban dengan semulia-mulianya akhlak.

Bila dalam buku FBE karya Ustadz Harry Santosa lebih banyak tentang teorinya, di buku Ibuku adalah Sekolah Terbaikku lebih banyak tentang praktik HE itu sendiri.

Langkah awal untuk memulai HE adalah pembersihan jiwa, menundukkan semua ego. Kemudian menyadari bahwa anak adalah amanah yg wajib dipertanggungjawabkan kelak. Lalu bersepakat dgn pasangan, selanjutnya baru melakukan hal2 teknis seperti membuat kurikulum, jadwal,dll.

Tidak perlu sesuatu yang mahal dan sulit, cukup menggunakan sumber daya yang ada, karena prinsip dasar HE sendiri adalah iqro’ (membaca) dan thalabul ilmi (menuntut ilmu). Ikuti fitrah anak, berdasarkan kesukaannya. Bila anak suka dengan permainan percobaan seperti anak-anak Mba’ Dian, maka HE pun lebih banyak membuat eksperimen sederhana. Untuk anak yang lebih dari satu, bisa dibuatkan jadwal yang sesuai. Misalnya si adik lebih suka belajar pagi, adik dibuatkan jadwal belajar pagi, sementara si kakak dibuatkan jadwal malam atau bisa juga belajar bersama.

Untuk kurikulum, Mba’ Dian mencontohkan misalnya mau menanamkan akidah dan keimanan anak, dengan materi mengenalkan anak terhadap Allah, bisa dengan cara membacakan syahadat berulang-ulang kepada anak serta menonton video edukasi tentang syahadat.

Home education

Contoh kurikulum HE yang dibuat Mba’ Dian.

Itulah sedikit tentang sharing home education oleh Mba’ Dian Kusumawardani, penulis buku Ibuku adalah Sekolah Terbaikku. Dengan melaksanakan HE, rumah-rumah telah menjadi miniatur peradaban dan anak-anak dapat menjadi generasi dengan sebaik-baiknya akhlak. Semoga bermanfaat. 🙂

#JumatKulwapODOP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *