Belajar Menulis Buku Anak Berilustrasi bersama Mira Humaira

Little Muslim Syahadat dan shlat

Belajar menulis buku cerita anak berilustrasi bersama Mira Humaira, penulis buku Little Muslim jilid 3, Syahadat dan Shalat.

Agar lebih mudah dimengerti, biasanya buku anak akan dilengkapi dengan beberapa ilustrasi. Setidaknya minimal ada satu ilustrasi sehingga anak-anak bisa paham jalab cerita yang ada di buku.

Karenanya merupakan tantangan sendiri bagi seorang penulis buku cerita anak, untuk tidak hanya menulis cerita yang enak dibaca, tapi juga memilihkan ilustrasi yang tepat agar pas dengan cerita. Meskipun dalam pelaksanaannya dibantu oleh ilustrator dari penerbit atau penulis itu sendiri.

Alhamdulillah jum’at 6 April kemarin di grup WA ODOP kami berkesempatan belajar mengenai buku anak berilustrasi bersama Mira Humaira, penulis workbook Little Muslim 3, Syahadat dan Shalat, berkolaborasi dengan familia kreativa.

Teh Mira (selanjutnya saya panggil Teh Mira, karena Beliau orang Bandung, hehe) sendiri sudah menulis beberapa buku antologi, diantaranya: 33 Me Time Story, 43 Dongeng Amazing, 55 Tomoh Dunia (masih proses terbit), dan Dongeng Kekayaan Fauna di 34 Provinsi Indonesia (masih proses terbit). Sementara ada 2 buku yang berkolaborasi dengan familia kreativa: Little Muslim jilid 3, Syahadat dan Shalat dan Komik Aluna dan Hanami (masih proses).

Di awal materi, terlebih dahulu Teh Mira menjelaskan sedikit apa itu workbook Little Muslim 3, Syahadat dan Shalat.

Little muslim jilid 3, syahadat dan shalat.

Preview buku Little Muslim jilid 3, Syahadat dan Shalat karya Mira Humaira kerja sama dengan familia kreativa.

Dimana buku Little Muslim seri ketiga ini merupakan karya pertama Teh Mira untuk buju anak yang berkolaborasi dengan familia kreativa, setelah sebelumnya menulis di tiga buku antologi anak bersama wonderland creative. Sementara untuk familia kreativa, ini adalah buku ke-11.

Little Muslim sendiri adalah workbook yang memuat berbagai aktifitas seperti mewarnai, menggambar, menhitung, mencocokkan, mencari perbedaan, dot to dot, maze, dan banyak lagi lainnya. Sehingga anak-anak tidak akan jenuh bila membaca halaman demi halaman buku ini.

Kita juga bisa menemukan berbagai komik pendek yang menarik, sederhana namun sarat makna dalam workbook ini. Dilengkapi dengan Asmaul Husna dan tuntunan shalat untuk anak-anak. Seri ketiga ini merupakan seri terakhir dari Little Muslim, dua seri sebelumnya bertema Haji & Qurban dan Shaum dan Zakat.

Little muslim edisi Syahadat dan shalat

Halaman 4 buku Little Muslim edisi Syahadat dan Shalat.

Untuk penulisan buku ini, Teh Mira diajak langsung oleh Teh Devi, pemilik Familia Kreativa, yang mana biasanya buku-buku familia kreativa ditulis sendiri oleh Teh Devi dan suami.  Untuk detail mengenai kerja sama dengan penerbit dan marketing, semua dikelola oleh familia kreativa. Jadi di sini Teh Mira murni hanya menulis naskah.

Menurut Teh Mira, pada dasarnya menulis workbook sama saja dengan menulis buku bergambar, yang ilustrasinya lebih dominan. Format penulisan juga sama, ada nomor, halaman, teks, dan deskripsi ilustrasi. Hanya saja untuk workbook, karena ini buku kerja atau buku aktifitas, jadi penulis harus lebih detail dalam mendiskripsikan ilustrasi untuk aktifitas  yang dimaksud. Tentu konsepnya harus sesuai dengan target usia anak, yaitu usia 4 hingga 7 tahun.

Untuk buku Litte Muslim ini sendiri, semua ilustrasi dibuat oleh tim Familia Kreativa, Kak Yanuar dan Kak Oske.

Awalnya, Teh Mira hanya ditawari untuk menulis buku anak dengan tema agama, tanpa tahu buku seperti apa yang akan dibuat. Jadi mungkin ini tips bagi penulis pemula ya, jangan buru-buru menolak tawaran, terima dulu, lalu pikirkan kemudian. Tapi sebelumnya memang Teh Mira sudah punya sedikit gambaran tentang buku-buku familia kreativa. Akhirnya setelah bertemu, barulah ia diberi tahu bahwa akan menulis buku dengan tema syahadat dan shalat. Kemudian diberikan contoh dua buku Little Muslim sebelumnya. Sementara untuk kerangka Teh Mira dibebaskan membuat sendiri.

Untuk proses pembuatan buku ini sendiri, Teh Mira lebih banyak menghabiskan waktu untuk merumuskannya dibanding menuliskannya. Jadi lebih banyak untuk membaca buku pembanding. Lalu setelah yakin, barulah ditulis di kertas corat-coret sebanyak 48 halaman. Tantangan mengerjakan buku workbook ini adalah menentukan setiap halaman akan diisi apa, perpindahan materi, hingga aktifitas apa yang cocok untuk anak-anak tapi juga menarik untuk dipraktekkan.

Sementara waktu menulisnya sendiri Teh Mira lebih banyak menulis di waktu malam, saat anak-anak sedang tidur. Ini jadi semacam penyemangat untuk saya, karena ternyata Teh Mira juga memiliki dua balita seperti saya. Jadi bila Teh Mira mampu menghasilkan sebuah buku, mengapa saya tidak?

Sementara diskusi tentang naskah lebih sering via online. Jadi sepertinya di zaman serba online ini semua orang bisa menulis buku tanpa perlu khawatir jarak yang jauh dengan pihak penerbit atau yang mengajak kerja sama.

Alhamdulillah sekarang sudah punya sedikit gambaran bila ingin menulis buku anak bergambar. Selama ini saya pikir bahwa bila ingin menulis buku anak bergambar, kita harus bisa menggambar atau minimal punya dana untuk menyewa ilustrator. Tapi ternyata penulis bisa hanya fokua kepada naskah saja. Karena nanti pihak penerbit yang akan menentukan ilustrasi mana yang cocok, walaupun bisa juga bila penulis mau memilih ilustrator sendiri, namun tentu penulis akan mengeluarkan biaya yang lumayan. Lebih bagus lagi, bila penulis bisa membuat ilustrasinya sendiri.

Terima kasih Teh Mira untuk materinya. Semoga bukunya bisa bermanfaat dan laris manis di pasaran. Semoga suatu saat saya juga ketularan, bisa menghasilkan satu buku yang nama penulisnya adalah saya sendiri. Semangat selalu untuk calon penulis dimana pun berada. 🙂

#JumatKulwapOdop

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *