Belajar tentang Seluk Beluk Menembus Penerbit Mayor bersama Monika Oktora, Penulis Buku Groningen’s Mom Journal, dalam Kulwap Jum’at ODOP for 99 Days

Monika Oktora penulis Groningen's Mom Journal

Belajar menembus penerbit mayor, bersama Monika Oktora penulis buku Groningen’s Mom Journal. Gambar oleh www.ibuprofesional.com, diedit oleh Julia.

Sebenarnya sebuah kenekatan bagi saya, dengan mendaftarkan diri mengikuti ODOP (One Day One Post) for 99 Days. Jadi selama 99 hari, pesertanya diminta untuk terus menuliskan minimal 250 kata di media sosial miliknya, baik itu facebook, blog, maupun instagram.

Alhamdulillah, ternyata selama sebulan ini, saya berhasil melakukannya! Setiap hari blog ini blog ini punya postingan baru. Dan karenanya, saya pun bisa tergabung di grup whatsApp bersama anggota lainnya yang juga bisa menulis satu postingan setiap hari.

Setiap jum’at, di grup ini akan ada sesi sharing kuliah whatsapp jum’at (selanjutnya disingkat kulwap jum’at), yang temanya sebagian besar tentang menulis atau buku. Jum’at 9 februari kemarin, grup kami kedatangan pemateri seorang penulis pemula, yang bukunya menjadi best seller di toko buku Gramedia.

Adalah Monika Oktora, seorang student mom, yang melanjutkan pendidikannya di Groningen, Belanda. Ia kemudian menuliskan pengalaman kesehariannya di Belanda dalam sebuah buku berjudul Groningen’s Mom Journal. Bukunya diterbitkan salah satu penerbit mayor ternama, Elex media.

Kepada kami Mba’ Monika bercerita mengenai proses penulisan bukunya, mulai dari lama penulisannya, bagaimana ia ditolak beberapa penerbit, hingga akhirnya bertemu dengan penerbit yang sekarang, dan tips kepada pemula yang ingin menulis buku.

Alasan menulis buku Groningen’s Mom Journal

Jadi sebelum menulis buku ini, Mba’ Monika Oktora juga aktif menulis di blog pribadinya, http://monikaoktora.com. Nah, dari sini, ternyata tulisan yang banyak pengunjungnya adalah tulisan tentang bagaimana mengurus visa keluarga ke Belanda. Beliau membuat postingan tersebut karena ternyata banyak yang belum tahu hal ini dan bertanya padanya. Selain itu, Mba’ Monika juga ingin punya warisan dan kenangan yang bisa dibaca oleh anak cucunya, bahwa dulu mereka pernah punya pengalaman tinggal di Groningen Belanda. Syukur bila dengan buku ini ternyata bisa menjadi amal jariyah untuknya, bila banyak yang terbantu dengan buku ini. Jadi dari awal menulis buku ini, Mba’ Monika tidak terlalu berharap yang tinggi, hanya ingin tulisannya bermanfaat dan punya kenangan untuk anak-anaknya. Bahkan Ia pernah menerbitkan sendiri buku ini sebanyak 20 pcs, untuk dibagi-bagikan kepada keluarga. Alhamdulillah, ternyata niat yang baik dan sederhana ini berbalas dengan terbitnya buku ini di penerbit mayor dan menjadi best seller.

Lamanya penulisan buku dan proses cetak buku di penerbit

Jadi dulu sekitar tahun 2016, Mba’ Monika juga pernah mengikuti odop, dan dari beberapa tulisan odop ini pulalah diambil kemudian diedit kembali dalam bukunya. Proses penulisan naskah dilakukan selama 30 hari, sebagian sudah dicicil ketika odop dulu. Setelah menulis outline untuk bukunya, ia memilah mana tulisan yang cocok untuk dimasukkan ke bukunya tersebut.

Setelah naskah jadi, Mba’ Monika melakukan self editing terlebih dahulu, kemudian mengumpulkan data dan dokumen yang diminta penerbit. Ia pernah mengajukan tulisannya ke penerbit Divapress, Mizan, Bentang, Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Stiletto, Qultummedia dan lainnya, yang semuanya menolak tulisannya. Bahkan penerbit elexmedia ini pun menolak tulisannya kala itu. Namun ia tak mau menyerah dan selalu yakin  bahwa tidak ada naskah yang jelek, hanya masalah preferensi editor dan penerbitnya, cocok atau tidak cocok, seperti jodoh. 

Berbekal keyakinan ini pula lah, ia berani mengirimkan kembali naskahnya ke penerbit yang sama, karena editor yang menolaknya dulu ternyata telah resign, jadi ia pikir karena masih sibuk dengan proses pengunduran diri editor tersebut, sehingga tidak memilih tulisannya. Ternyata setelah mengajukan kembali, bukunya diterima dan enam bulan kemudian terbitlah buku ini.

Bagaimana tips agar tembus penerbit mayor

Hal pertama yang dilakukannya adalah menulis. Setelah jadi sebuah naskah, barulah ia memberanikan diri mengajukan ke beberapa penerbit. Selain itu, Mba’ Monik juga menyiapkan mental baja, agar tidak gampang menyerah bila tulisannya ditolak penerbit. Toh dari awal ia memang tidak terlalu berharap naskahnya tembus di penerbit mayor, jadi istilahnya nothing to loose. Selain itu, selama ini dalam mempersiapkan naskahnya, ia mencoba meluangkan waktunya untuk menulis, bukan menulis di kala waktu sisa.

Berikutnya, kenali bagaimana keinginan penerbit. Misalnya mau memilih penerbit yang ini, berarti tulisan kita harus mirip-mirip dengan yang diharapkan penerbit. Misalnya penerbit mizan banyak tentang agama, elex media banyak tentang tips dan pengembangan diri, atau lainnya.

Agar bisa menulis sebuah buku best seller

Karena sejak dulu Mba’ Monika sudah suka menulis, jadi yang dilakukannya adalah menulis, menulis, dan menulis, juga membaca. Mulai dari menulis diary, menulis di blog, lalu menjaga konsistensi menulis setiap hari, salah satunya dengan mengikuti ODOP.

Menurutnya, best seller adalah bonus. Niat awalnya hanya untuk berbagi. Jadi bila ingin menulis sebuah buku, menulislah terlebih dahulu. Lalu temukan big why, alasan terbesar apa yang membuat kita ingin menulis sebuah buku. InsyaAllah bila telah menemukannya, menulis buku pun jadi semakin mudah. Percayalah, setiap naskah akan menemukan jodohnya sendiri.

Pesan Mba’ Monik untuk peserta Kulwap Jum’at ODOP for 99 Days

Percayalah, untuk mencapai suatu langkah besar, akan selalu ada langkah-langkah kecil yang memulainya, termasuk dengan menulis melalui ODOP ini. Bisa jadi sekarang kita belum merasakan manfaatnya, atau belum tahu apa gunanya tulisan kita, tapi suatu saat, ketika hendak menyusun naskah buku seperti Mba’ Monika, ternyata tulisan-tulisannya ketika dulu mengikuti ODOP sangat membantu sekali. Tinggal memilih tulisan yang cocok, lalu diedit dan ditambah sedikit, jadilah sebuah buku.

Begitulah sekilas tentang Kulwap Jum’at tentang menembus penerbit mayor bersama Mba’ Monika Oktora, penulis buku Groningen’s Mom Journal, best seller di Gramedia. Senang sekali rasanya bisa tergabung di dalam sebuah grup menulis yang terus meniaga konsistensi dalam menulis. Semoga suatu saat saya juga bisa menulis sebuah buku seperti Mba’ Monika. Terima kasih ODOP for 99 days dan Mba’ Monika Oktora. Semoga selalu semangat untuk berbagi kebaikan bagi sesama. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *