Buah dari Pohon Silaturrahim

Picture by pixabay.

Islam adalah agama yang penuh cinta damai. Karenanya, islam juga sangat mengedepankan silaturrahim. Sebuah hadist bahkan berbunyi

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim”. [Muttafaqun ‘alaihi].

Sebegitu wahnya hadiah bagi mereka yang suka bersilaturrahim, rizkinya dilapangkan dan umurnya dipanjangkan. Padahal sebenarnya kan usia dan rizki kita manusia sudah ditentukan, sudah tertulis di lauhil mahfudz, seberapa usia kita, kapan kita akan mati, kapan kita akan sakit, berapa banyak harta kita, miskin atau kayakah kita, dan lainnya semua sudah tertulis di lauhil mahfudz. Tapi saking Allah senangnya dengan orang yang suka menyambung silaturrahim, diberikanlah hadiah ini, rizki dilapangkan, umur dipanjangkan. Wallahua’lam. Saya memang bukan ahli tafsir, sehingga bisa jadi pernyataan saya di atas salah. Tapi saya tidak bermaksud berpanjang lebar membedah hadist tersebut, karena memang bukan keahlian saya. Ilmu saya masih jauh sekali, huhu.

Hadirnya hadist tentang silaturrahim di atas semata agar kita bisa semangat untuk bersilaturrahim, karena ternyata Allah dan Rasul sangat menyukainya. Selain itu, saya pribadi merasakan sekali banyak manfaat yang kita dapat bila suka bersilaturrahim. Apa saja itu?

1. Usia yang berkah

Menurut saya, salah satu korelasi silaturrahim dengan umur yang dipanjangkan adalah, bila kita senang bersilaturrahim, kita akan lebih sering didoakan, mungkin juga didengarkan, lebih sering berbagi, dan hal positif lainnya. Sehingga karenanya, usia kita terasa berkah dan bermanfaat. Seakan-akan usianya panjang sekali karena selalu diisi dengan hal-hal bermanfaat. Apalagi bila sering bersilaturrahim kepada fakir miskin atau dhuafa, mereka akan dengan senang sekali mendo’akan kita. Wallahua’lam.

2. Rizki yang tak diduga-duga

Pagi ini saya berkunjung ke rumah sahabat suami untuk menjenguk bayinya yang baru berusia 4 bulan. Ternyata kami dihidangkan mi gombos, es segar, dan pulangnya dibungkusi jajan yang banyak. Padahal tadi niatnya murni menjenguk anaknya yang baru lahir, walau sebenarnya sudah kelamaan, haha.

3. Ilmu yang bermanfaat

Suatu ketika, saya ikut pengajian bersama ibu-ibu di dekat rumah. Seorang ibu membawa sekotak klepon hangat hasil buatannya sendiri. Selesai mengaji, ibu lain pun mencicipi makanan tersebut kemudian bertanya tentang resepnya. Akhirnya setelah dijelaskan, ternyata klepon tersebut terbuat dari labu kuning. Maka senang sekali ibu yang bertanya tadi, karena memang selama ini dia mencari-cari resep labu kuning untuk dibuat camilan, sebagai salah satu obat bagi suaminya yang sakit. Dengan begini, berarti ibu itu sudah mendapat ilmu baru, setelah ia bersilaturrahim, bukan?

4. Teman baru

Masih tentang silaturrahim di pengajian, ternyata ada tamu baru yang bergabung di pengajian, sehingga sekarang kami pun punya teman baru.

5. Ajang refreshing

Ini terutama untuk emak rempong seperti saya, setiap kali diajak main ke rumah teman, saya akan senang karena bisa bertukar cerita, melihat suasana baru, dengan demikian kadang jadi lebih bersyukur, ternyata saya tidak sendiri, ibu lain pun merasakan kerepotan yang sama seperti saya, dan masih banyak hal lainnya yang bisa saya dapatkan untuk refreshing ketika bersilaturrahim.

6. Relasi baru

Suatu ketika kami main ke rumah kerabat. Lalu kerabat itu pun bercerita tentang sebuah toko mainan di Kraksaan. Kalau saja waktu itu kami tidak bersilaturrahim, tentu tidak akan tahu hal ini dan pemilik toko tadi pun tidak akan mendapatkan calon pembeli barunya.

Itulah sedikit manfaat silaturrahim menurut saya. Semoga postingan tentang buah dari pohon silaturtahim ini bisa membuat kita semakin bersemangat dalam bersilaturrahim ya, terutama bersilaturrahim dengan kedua orang tua, kerabat dekat, saudara-saudara dari ayah dan ibu, dan lainnya. Apalagi saudara yang sudah lama sekali belum kita kunjungi karena suatu masalah.

Selain itu, agar silaturrahim tidak rusak nilai keberkahannya, jangan hanya diisi dengan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti gosip, ngobrol ngalur ngidur tak jelas, atau lainnya. Kegiatan silaturrahim bisa diisi dengan kegiatan penuh nilai manfaat seperti sedekah, mengaji, belajar atau bahkan ngeblog yang bisa dilakukan bersama-sama ketika silaturrahim. Sehingga silaturrahim pun akhirnya bernilai plus plus, hehe.

Segitu dulu tulisan saya tentang silaturrahim. Terinspirasi dari banyak orang baik yang Alham dulillah selalu saya jumpai setiap harinya. Semoga Allah mengumpulkan kita kembali di jannahNya ya saudaraku. Semoga bermanfaat. 🙂

Nb: Tambahan referensi hadist: https://almanhaj.or.id/2658-betapa-penting-menyambung-silaturahmi.html

#ODOP

#Day6

#bloggermuslimah indonesia

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *