Catatan Perjalanan di Atlantis Land, Kenjeran Park, Surabaya

Atalantis Land Surabaya

Waterboom untuk anak di Atlantis Land.

 

Untuk yang sering menonton televisi atau update media sosial, pasti tahu bahwa  sekarang di Indonesia sedang ada perhelatan olahraga akbar se asia yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Asian Games 2018. Maka semua media, baik online maupun offline ramai membahas tentang kegiatan ini. Mulai dari para atlet, tempatnya, olahraganya, hingga harga tiket asian games.

Tapi kali ini saya tidak akan membahas semua yang berbau asian games. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang kunjungan keluarga kecil kami ke Atlantis Land, yang ada di Kenjeran Park, Surabaya.

Jadi senin 27 Agustus yang lalu, kami melakukan perjalanan pulang dari Mojokerto ke Probolinggo. Setelah memperhitungkan banyak hal terutama kenyamanan anak-anak, akhirnya kami pilih naik kereta api. Nah, sayangnya kalau naik kereta dari Mojokerto, hanya sampai Stasiun Probolinggo dan itu masih satu jam lagi untuk sampai ke rumah. Belum lagi ada drama mennanti bus yang tak kunjung tiba, ditambah waktu malam yang melelahkan.

Akhirnya kami putuskan naik kereta api Probowangi dari Surabaya ke Banyuwangi, namun kami akan turun di Probolinggo. Untuk Probowangi ini jam berangkatnya pagi sekali, jam 4.25 dari Surabaya. Karena itu mau tak mau akhirnya kami memilih mwnginap di Surabaya, nanti sekitar jam setengah 7 pagi sampai di Probolinggo lalu naik motor dari stasiun menuju rumah. Sebelumnya suami sudah meniitipkan motornya kepada tukang parkir yang ada di Stasiun Probolinggo. Jadi motornya dibawa ke rumah Pak Yogi (kalau tak salah namanya), waktu itu diminta membayar 10 ribu per hari.

Sekitar pukul 10.40 kami tiba di Stasiun Gubeng Surabaya. Dengan berjalan sekitar 5 menit, kami tiba di Hotel Sahid Surabaya tempat kami menginap. Alhamdulillah bisa dapat harga 300 ribuan. Untuk review hotel, semoga saya sempat menuliskannya di lain waktu.

Awalnya kami mencoba menitipkan barang bawaan di lobi hotel, sampai Mba’ front officenya kemudian mempersilahkan early check in tanpa tambahan di kamar tipe deluxe, setingkat di atas yang kami pesan. Setelah makan dan sholat, sekitar jam 12an, kami berangkat menuju Atlantis Land. Tak lama kemudian kami sampai di Atlantis Land dengan membayar 50 ribuan saja. Sesampainya di pintu masuk, kami membayar biaya masuk untuk tiga orang, masing-masing Rp 100.000 sudah termasuk tiket masuk kawasan Atlantis Land.

Sesampainya di Atlantis Land, petugas langsung mempersilahkan masuk dengan sistem scan barcode tiket masuk. Sampai di pintu masuk, kami langsung dikejutkan dengan suara tri seratop, dinasaurus bertanduk tiga yang menggerakkan ekor dan buntutnya, seakan-akan hidup. Jangan tanya seperti apa takutnya abanh dan adik, mereka berdua langsung lari ketakutan, haha. Bahkan saya awalnya pun agak ketakutan, karena mirip sekali dengan aslinya.

Bagi yang sudah membeli tiket masuk, ada gratisan segelas kopi di dekat kolam renang, kita bisa memilih capucino atau kopi hitam. Tempatnya luas sekali, karenanya jangan lupa meminta peta, untuk tahu mainan apa saja yang mau dicoba.

Pertama-tama kami mencoba naik space fighter, semacam mobil putar, namun akan bertambah tinggi ketika jalan. Setelah itu si abang mencoba bom bom car junior, lalu kami mencoba music express, sebuah kereta yang berputar dan agak meliuk dengan kecepatan pelan hingga agak kencang. Jadi main semua wahana di Atlantis Land ini memang benar-benar gratis dan boleh berkali-kali, apalagi bila datangnya di hari sepi seperti kami kemarin. Tinggal mengatur kaki dan tangan agar lebih kuat, karena lelah menggendong bocah seharian, haha.

Setelah main di music express, kami mencoba wahana carousel, kuda putar. Ternyata setelah ketakutan main di music express, si adik tidak mau sama sekali naik wahana apapun. Jadilah kami langsung mandi di Waterboomnya.

Untuk kamu penyuka air dan wahananya, harus datang dan mencoba semua wahana air di waterboom Atlantis Land ini. Jadi ada dua kolam, untuk anak dan dewasa. Di kolam dewasa tersedia wahana seluncur air yang begitu tinggi dan meliuk-liuk. Sementara di bagian anak-anak ada wahana seluncur air yang lumayan pendek, juga airnya yang tidak terlalu dalam. Bila kita datang hanya berempat seperti kami, jangan khawatir, ada tempat penitipan barang di dekat kolam. Cukup bayar sepuluh ribu setiap membuka loker.

Setelah puas berenang, kami mencari yang hangat-hangat di kafe dekat kolam. Harga segelas pop mie ukuran besar hanya Rp 10.000, harga yang masih lumayan normal.

Setelah puas berenang dan makan, kami mencoba melihat replika dinosaurus di Dinoland. Ada banyak patung dinosaurus di sini. Selain itu, kita juga bisa naik kereta dan melihat berbagai dinosaurus yang bergerak-gerak. Sayang suasana di dalam kereta dibuat menyeramkan, sehingga anak-anak tidak terlalu menikmati.

Setelah puas melihat dinosaurus, kami menuju wahana discover, tempat berbagai penemuan dan penemunya ditampilkan. Mulai dari penemu telpon, hingga Pak BJ Habibie ada di sini. Lalu kami menuju wahana misteri Atlantis,yang awalnya kami kira akan penuh dengan dunia laut dan air. Ternyata seperti rumah hantu, kita akan naik kereta di ruangan gelap, sementara di kanan kiri banyak patung yang bergerak-gerak seperti hidup. Untungnya anak-anak tak pernah saya takut-takuti dengan hantu, jadi ekspresi si abang biasa saja. Hanya adik yang memang dari awal sudah terkejut sibuk menyusui di balik kerudung.

Setelah puas naik kereta, kami sholat sebentar di mushola. Tempatnya lumayan bersih dan ada toilet yang juga lumayan bersih.

Setelah sholat, kami main ke wahana istana es, patung lilin, dan mandi bola. Di istana es, kita akan merasakan dingin sekali seperti di dalam kulkas. Juga ada beberapa spot foto dan patung dari es. Lalu di patung lilin ada beberapa tokoh nasional hingga dunia, mulai dari Gusdur, hingga Bruce Lee. Sebelumnya anak-anak main sepuasnya di wahana mandi bola. Sayangnya mungkin karena sepi, beberapa mainan tidak menyala, seperti piano raksasa dan mini bus. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5an sore. Kaki sudah lelah, mata mulai ngantuk, ditambah lagi ada tragedi hp mati sementara kabel power bank ketinggalan. Jadi ada  beberapa wahan yanh tidak difoto, lalu kami harus bertanya kepada petugas dan pengunjung satu persatu untuk meminjam kabel. Alhamdulillah ketika pulang ada petugas yang membawa kabel, sehingga kami bisa menumpang mengecas hp.

Jam 17.30 ada pertunjukan air mancur menari di depan kastil. Lumayan bagus dan menarik, hanya karena kami masih panik belum bisa menyalakan hp sementara pulang dengan taksi online, akhirnya kami tak terlalu menikmatinya.

Itulah sedikit cerita perjalanan kami di Atlantis Land, Kenjeran Park, Surabaya. Belum terlalu puas sebenarnya, mungkin kapan-kapan kami akan kembali lagi. Oh ya, jangan khawatir bagi yang tak membawa kendaraan, karena pulangnya kita bisa menghubungi taksi online, dengan menambah biaya masuk sekitar 25 ribu untuk jam 6 sore ke atas dan 20 ribu jam 6 sore ke bawah.

Jadi, mau kemana kamu weekend ini? Sharing di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat. 🙂

One comment

  • Ada banyak wahana permainan dan juga waterpark serta pertunjukan air terjun menarinya kalo malam. Sayangnya masih belum 100% selesai, jadi tempatnya terkenasn belum siap dikunjungi. Kalo malem juga nyamuknya ampun. Pelayanan staf nya perlu ditingkatkan. Fasilitas seperti tempat parkir masih terkesan seadanya. Kebersihan masih kurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *