Day 1, 30 Hari dan 30 Menit Menemani Si Buah Hati

30 hari membersamai si buah hati

Tantangan 30 hari membersamai si buah hati.

Alhamdulillah hari pertama berjalan lancar. Niatnya hari ini kami mau meneliti tumbuhan dan belajar berhitung dengan batu. Tapi karena berangkat dari rumah kesiangan, jadinya agak melenceng dari niatan awal, haha. Tapi nggak apa-apa tantangan 30 menit menemani tanpa distraksi Alhamdulillah terlaksana.

Untuk yang bingung saya menulis tentang apa, bisa baca tulisan saya kemarin: 30 Menit dan 30 Hari Menemani Si Buah Hati.

Pagi ini Alhamdulillah saya bisa bangun agak pagi. Setelah melakukan rutinitas ibadah dan scrol snaa sini, sekitar jam 5 saya mulai memasak. Karena memasaknya simpel, kentang, tahu, telur dimasak kecap, jadi prosesnya sebentar saja. Jam setengah 6, saya sudah selesai masak. Dilanjut dengan jemur baju dan sapu menyapu. Karena rumah sangat berantakani, proses ini memakan waktu yang lama. Kemudian dilanjut menyuapi anak-anak, mandi lalu dilanjutkan saya mandi, barulah sekitar jam 9.30 pagi saya dan anak-anak bersiap meneliti hari ini.

Anak-anak masing-masing membawa tas kecil untuk mengumpulkan batu. Sebelum berangkat, suami sempat mengingatkan untuk mengambil ikan di tetangga, karena ada program bagi-bagi ikan dari Bu menteri Susi. Alhamdulillah, sambil jalan bisa sambil menelusuri.

Ketika keluar rumah, kami bertemu dengan tukang sayur, anak-anak pun meminta membeli susu kedelai. Akhirnya kami berhenti sejenak kemudian minum  susu, lalu melanjutkan perjalanan. Sampau di perempatan, si abang melihat toko kelontong yang buka. Dia pun meminta untuk berhenti dan belanja. Ternyata ibu penjaga toko malah memberikan permen kepada abang dan adik, saya yang memang membolehkan anak-anak makan permen (tapi harus disertai dengan rajin sikat gigi), tak kuasa menolak. Akhirnya abang lupa dengab semangatnya mengumpulkan batu. Padahal tadi di awal dia sudah mengumpulkan beberapa batu. Lalu kami jalan kembali. Sambil jalan kami membaca huruf blok setiap rumah. Lumayan, ini bisa semacam recall akan huruf yang pernah diajarkan. Dan si abang sudah mulai kenal dengan huruf. “Mi, itukan I 10 ya?” Begitu katanya.

Kalau si adik mah, santai aja. Jalan dengan sandalnya yang berisik, tanpa digendong.

Sampai di alamat rumah yang dimaksud, saya langsung meminta abang untuk menyerahkan kupon kepada penjaga. Lumayan bisa untuk melatih keberanian si abang bicara dengan orang lain. Setelah itu kami istirahat, lalu kembali jalan pulang ke rumah. Waktu itu lumayan terik, sehingga kami harus berhenti beberapa kali. Di tengah perjalanan, saya melihat ada tanaman liar yanh saya pikir bisa untuk pembelajaran.  Jadi saya ambil beberapa buah, daun, dan bunga. Harapannya nanti bisa untuk belajar klasifikasi tumbuhan.

Tapi ternyata karena kelelahan, rencana hanya tinggal rencana. Setelah lelah berjalan, kami istirahat, makan buah dan camilan yang tadi dibeli, lalu tidur, haha.

Itulah catatan kegiatan di hari pertama tantangan 30 menit dan 30 hari menemani si buah hati. Semoga setelah ini ada ide-ide baru yang lahir sehingga bisa lebih seru. Kira-kira setelah ini mau ngapain ya? Kamu punya ide? Sharing di kolom komentar, yuk! Semoga bermanfaat. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *