Dua Buku Baru Abang dan Adik: Ensiklopedia Junior Laut dan Hutan

Buku ensiklopedia junior laut dan hutan

Ini adalah dua buku terbaru di rumah kami, Ensiklopedia Junior Hutan dan Laut. Alhamdulillah, abang senang sekali bila dibacakan buku ini.

Bila yang dibelikan adalah mainan, mungkin hanya akan bertahan satu dua atau tiga jam saja. Setelahnya nasib mainan tadi bisa jadi rusak atau si abang bosan memainkannya.

Tapi berbeda dengan kedua buku ini. Karena gambarnya bermacam-macam dan ada banyak informasi baru yang begitu menarik hati si abang. Dari sejak pertama beli hingga saat ini, sudah sekitar dua minggu lamanya, belum ada seharipun abang tak memegang kedua buku ini.

Ensiklopedia junior hutan dan laut

Abang yang sedang fokus membaca buku Ensiklopedia Junior Hutan.

Tapi bukan hanya abang, si adik yang baru berusia 13 bulan pun juga antusias dengan kedua buku ini. Mungkin karena dia sering melihat abangnya begitu senang dibacakan buku ini. Sayangnya si adik belum terlalu bisa membalik buku dengan hati-hati. Jadi bila tak diawasi, sesekali dia akan merobek kertas buku, kemudian laporan, “Bek, bek”, yang artinya robek.

Bila saya kehabisan ide dan sedang malas gerak ketika menemani si abang, maka saya akan menawarkan untuk membaca buku-buku ini dan abang hampir tak pernah menolak.

Pagi hari, siang, bangun tidur, sebelum tidur malam, selalu ia meminta untuk dibacakan buku ini.

Kadang saya excited dengan apa yang abang tunjukkan setelah membaca kedua buku ini. Ia bisa menceritakan berbagai informasi yang ia dapat dari buku ini.

Salah satu cerita yang ada di buku dan sering dibacanya adalah tentang seekor burung bernama kangkok erasia yang tidak mengurus telurnya sendiri. Awalnya burung ini memperhatikan burung mana yang sedang mengerami telur, lalu ketika burung lain tersebut pergi, ia akan numpang bertelur di sarang burung tersebut. Burung lain yang tak tahu bahwa ada telur baru, langsung mengerami telur-telurnya dan juga telur burung kangkok erasia. Sayang ketika anak burung kangkok erasia menetas, dia malah membuang telur lain yang sebenarnya adalah anak dari burung tadi. Akhirnya tinggallah burung kangkok erasia yang ada di sarang burung tersebut. Lama kelamaan, burung kangkok erasia tumbuh besar. Namun burung lain tersebut tetap memberi makan burung kangkok tersebut.

Ensiklopedia Junior Hutan

Kisah tentang burung kangkok erasia.

Abang juga tahu bahwa ada jamur yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan.

Lain lagi untuk Ensiklopedia Junior Laut. Abang jadi tahu bahwa ada beberapa hewan laut yang punya cara tersendiri untuk mempertahankan diri. Udang dasar laut bisa juga membalas serangan cumi dengan menyemprotkan cairan bercahaya kepada si cumi.

Ikan buntal, menggembungkan badannya, bila ada musuh yang mendekat. Selain itu, pari listrik bisa memberikan sengatan listrik kepada mangsanya. Ada juga lion fish yang mempunyai duri beracun untuk menusuk mangsanya.

Abang juga bisa belajar mencintai laut, karena ada informasi mengenai laut yang rusak di buku ini. Ikan penyu yang makan plastik, karena begitu banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan. Selain itu banyaknya ikan yang dijerat dengan jaring besar, sehingga ikan kecil ikut tertangkap, yang akhirnya para ikan tidak bisa beregenerasi bahkan terancam punah. Inilah yang terjadi pada ikan tuna merah pasifik dan salmon pasifik. Sapi laut yang telah punah, akibat perburuan besar-besaran oleh manusia dan masih banyak lagi kerusakan laut lainnya yang diakibatkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

Senang sekali rasanya melihat anak-anak suka membaca sedari kecil. Semoga kami selalu bisa membuat mereka mencintai ilmu.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *