Ibu Hamil dan Menyusui Mau Puasa? Kenapa Enggak?

Puasa saat hamil dan menyusui

Ibu Hamil dan Menyusui Mau Puasa? Kenapa Enggak?
Marhaban ya ramadhan. Alhamdulillah tahun ini kembali kita masih dipertemukan dengan bulan suci ramadhan dan tak terasa hari ini sudah memasuki hari ketujuh ramadhan. Alhamdulillah tahun ini adalah tahun kelima saya berpuasa bersama suami dan tahun keempat saya puasa bersama krucil, dihitung dari kehamilan pertama.
Alhamdulillah, sejak menikah, lalu hamil kemudian melahirkan, saya selalu mencoba untuk puasa dan belum pernah meninggalkan, meski ada keringanan yang diberikan. Waktu kehamilan pertama, saya puasa di saat kandungan sudah di usia tua, memasuki tri smester terakhir. Barulah 3 hari menjelang ramadhan, si Abang lahir dan saya pun nifas, terpaksa meninggalkan. Kemudian tahun berikutnya ketika usia si Abang hampir setahun, saya juga tetap berpuasa. Untungnya waktu itu si Abang sudah mulai makan dan tak terlalu tergantung dengan asi. Selanjutnya tahun berikutnya ternyata saya hamil, tapi tidak ketahuan dan ketika itu sedang puasa. Jadi si Adik malah saya ajak puasa saat dia masih di tri semester awal kehamilan. Lalu sekarang, si Adik baru berusia 3 bulan, belum makan apa-apa kecuali asi, juga saya ajak puasa. Nah, kali ini saya akan mengingat kembali kenangan berpuasa bersama anak-anak untuk nanti sebagai pengingat.

Puasa saat hamil dan menyusui

Duo krucils yang saya ajak puasa saat hamil atau menyusui.

Puasa ketika usia kehamilan 9 bulan
Jadi ketika saya puasa di usia trismester terakhir ini, saya sudah mulai rutin kontrol ke dokter kandungan untuk melihat kondisi janin. Dokter bilang tak masalah bila ingin berpuasa, selama janin baik-baik saja. Lalu dengan bismillah saya pun memulai puasa sambil terus cek kondisi janin. Waktu itu saya ingat betul, beberapa kali periksa dokter bilang air ketubannya sedikit, sebaiknya berhenti saja puasanya. Tapi saya malah bandel, sepulang dari periksa saya minum air putih sebanyak-banyaknya (jangan ditiru ya, kalau memang berbahaya, sebaiknya ikuti saran dokter). Tapi saya berkeyakinan, Allah tidak akan mempersulit hambanya yang mau berusaha. Ketika puasa di usia kehamilan ini, saya minum banyak sekali air putih. Total keseluruhan pagi dan malam mungkin hampir 16 gelas. Saat sahur 8 gelas, saat buka dan malam 8 gelas. Hasilnya saya harus bolak-balik kamar mandi, haha. Soalnya kadang saya pusatkan di satu waktu, padahal harusnya dicicil sedikit demi sedikit. Apalagi di usia kehamilan tri smester terakhir ini ibu hamil rentan beser, alias bolak-balik toilet. Akhirnya ketika tarawih terpaksa saya bolak-balik kamar mandi. Alhamdulillah janin baik-baik saja, lahir dengan selamat. Selain itu, saya rutinkan minum vitamin, vco, buah dan sayur.
Puasa ketika anak usia hampir 1 tahun dan masih menyusui
Mungkin karena anaknya sudah besar dan mulai makan, jadi tidak terlalu bergantung lagi pada asi. Meskipun begitu si Abang tetap lumayan kuat nyedotnya. Untuk puasa kali ini tidak ada perlakuan khusus, saya puasa seperti biasa, tidak minum suplemen tertentu. Hanya pola makan yng dijaga, air putih, sayur, dan buah.
Puasa di tri smester awal kehamilan
Puasa yang ini saya tidak tahu bahwa ternyata saya sedang hamil. Sebelumnya di awal puasa bahkan saya sempat bepergian jauh dengan pesawat, pulang kampung ke Bangka. Lalu di akhir puasa barulah saya mulai menyadari keanehan dalam diri saya, lemas, mual, sensitif, dan lainnya. Kemudian saya periksa sendiri dengan test pack, ternyata hasilnya positif. Bahkan saat puasa saya sempat bepergian dengan motor selama 5 jam perjalanan.
Karena tidak tahu kalau sedang hamil, jadi tidak ada treatment khusus, saya puasa seperti biasanya. Hanya tetap air, sayur dan buah tetap saya jaga. Alhamdulillah janin baik-baik saja kemudian lahir dalam keadaan sehat walafiyat tanpa kurang suatu apapun.
Puasa saat bayi berusia 3 bulan dan masih full menyusui
Ini dia puasa yang sekarang. Alhamdulillah sudah berjalan tujuh hari dan tanpa halangan yang berarti. Saat sahur saya bantu dengan habbatussauda, minum air yang cukup, lalu rutin konsumsi sayur dan buah, dan jangan terlalu memporsir diri. Saat siang saya usahakan untuk tidur siang, bila lelah beraktifitas, saya langsung istirahat. Sambil memohon kepada Allah untuk dimudahkan dan diberi kekuatan bisa berpuasa ketika menyusui. Selain itu si Adik juga saya ajak bicara, saya bilang kalau Ummi (saya, red) mau berpuasa, jadi menyusuinya secukupnya saja ya, barulah malam hari ketika sudah makan menyusui sesukanya, haha. Alhamdulillah si adik mengerti dan sepertinya karena dia bayi perempuan, menyusuinya pun tidak terlalu sering, hanya sebentar-sebentar saja.
Barulah di malam hari saya nyemal-nyemil sesuka hati. Seakan-akan mulut tidak berhenti makan, haha. Alhamdulillah sejauh ini aman saja. Semoga bisa terus sampai akhir ramadhan, aamiin.
Itulah beberapa pengalaman ketika saya berpuasa di saat hamil dan menyusui. Untuk lebih lengkapnya, saya coba rangkumkan sedikit tips agar ibu hamil dan ibu menyusui tetap aman dan nyaman saat berpuasa.
1. Memohon kepada Allah untuk dimudahkan dan diberi kekuatan berpuasa
Puasa adalah perintah Allah dan Allah tak pernah memberatkan hambaNya. Karenanya mintalah kemudahan kepada yang Maha Memberi. InsyaAllah dimudahkan, seperti ada kekuatan tersendiri.
2. Jangan lupa perhatikan kesehatan anak atau janin
3. Jangan egois, tetap perhatikan kesehatan anak atau janin yang sedang dikandung. Cek kesehatan anak atau janin pada dokter. Bila diperkirakan memang bisa membahayakan, jangan memaksa. Ibu hamil dan menyusui termasuk yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa bila terdapat kondisi khusus. Tapi jangan pula menjadikan ini alasan untuk menggampangkannya.
4. Pastikan nutrisi terpenuhi
Cukup makan sayur, buah, dan sumber nutrisi lainnya.
5. Cukupi cairan
Ibu menyusui membutuhkan 3,1-3,8 liter cairan setiap harinya. Jadi jangan lupa minum air putih secukupnya. Selain itu bisa juga dengan menambahkan menu sayuran yang berkuah seperti bening, sop, dan lainnya.
6. Cukup istirahat
Jangan terlalu memporsir tubuh. Usahakan untuk tidur siang walau sebentar. Bila lelah, istirahat. Jangan paksa tubuh melakukan aktifitas berat.
7. Bila perlu minum multivitamin
Selama menyusui, saya rutinkan minum habbat, mungkin bisa juga diganti dengan multivitamin lainnya. Ketika berpuasa saat hamil dulu, saya rutin minum vitamin dari dokter ditambah vco.
8. Mantapkan hati
Niatkan karena ibadah dan harus yakin bahwa kita bisa. Semangat selalu ya Moms!
9. Ajak anak bicara
Yang berhak melarang adalah si anak, karena memang haknya untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dari ibunya. Jadi kita bisa bicarakan atau meminta izin kepada anak terlebih dahulu.

Begitulah sedikit sharing saya ketika puasa saat menyusui atau hamil. Semoga bermanfaat untuk para ibu yang juga mau berpuasa namun sedang hamil atau menyusui. Yakinlah semua ketentuan yang diperintahkanNya tentu ada manfaatnya untuk kita hambaNya. Semoga puasa kita tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, Aamiin. Semangat berpuasa sampai akhir ya Moms! Semoga bermanfaat. 🙂

 

Referensi tambahan: http://m.theurbanmama.com/articles/puasa-dan-menyusui.html

7 comments

  • Saudara sepupu saya dulu masih menyusui bayinya secara eksklusif dan berpuasa, tapi lama-kelamaan ASInya berkurang. Akhirnya dia tidak dapat menyusui lagi dan bayinya pun dibantu susu formula. Padahal saya sudah sarankan ASI booster seperti susu khusus busui, tapi dia tidak suka rasa rempah yang ada di susu tersebut.

    • juliaamrih

      Sedih ya, tapi kalau sudah terjadi mau gimana lagi. 🙁
      Semoga asi saya terus lancar, Aamiin. 🙂

  • Saya alhamdulillah juga tetap berpuasa walau sedang menyusui. Moga aja produksi asi nggak terlalu jauh berkurangnya dengan berpuasa ini

  • Tahun ini saya ga puasa krn hamil dan menyusui hiks. Apalagi stelah tau kl BB bayi di dlm perut kurang. Jd dokter juga ga nyaranin puasa. Sedih, tapi ya gmn lagi 🙁

  • Iiih sama mba anak pertama dan keduanya pas hamil dan moment menyusui dengan anakku yg pertama dan ketiga. Alhamdulillah nih anakku yg ketiga 2x menyusui dibulan puasa dan insya Allah kuat.

  • Saya pas bayi baru satu bulan, agak lemes. Kepala nggeliyeng ‘pusing banget’, jadi pernah saya batalin deh.

  • Insya Allah tetap lancar semua ya mba puasanya walaupun hamil dan menyusui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *