Inilah Rahasia Wulan Alhuda di Balik Suksesnya Buku Anak Raya and The Weather

Inilah Rahasia Wulan Alhuda di Balik Suksesnya Buku Anak Raya and The Weather

Inilah Rahasia Wulan Alhuda di Balik Suksesnya Buku Anak Raya and The Weather. (Sumber gambar: Instagram @wulanalhuda)

 

Untuk yang sering berkunjung ke blog sepradik.com (ngarep banget, haha), pasti tahu kalau saya pernah mereview buku anak karya teman SMA saya, Wulandari aka Wulan Alhuda dan berjanji menuliskan hasil wawancara saya dengan si Wulan di blog ini.

 

Baca juga: Review Buku Anak Raya and The Weather.

 

Sayangnya hasil wawancara dengan Wulan sejak Februari yang lalu di chat WhatsApp hilang tak berbekas gara-gara WA sempat error, huhu. Ini juga yang jadi alasan mengapa tulisan wawancara ini lama sekali terbit di sini. Tapi Alhamdulillahnya saya masih ingat sedikit tentang hasil wawancara tersebut. Nah, dari ingatan yang sedikit itu, saya coba mengumpulkan berbagai informasi yang saya tahu dari Wulan.

 

Sekilas tentang Wulandari

 

Saya kenal Wulan (panggilan sebagian besar teman-teman di SMA adalah Wulan) sejak duduk di bangku SMA. Kala itu kami masuk di kelas yang sama di SMA 1 Pemali Bangka Belitung. Selain satu SMA, kami juga berkesempatan mendapatkan pendidikan di asrama yang sama, Pusdiklat PT Timah Pemali.

Saya ingat saat itu saya ada di kamar 1, sementara Wulan ada di kamar 5, ia sekamar dengan Deviyani, Tyas, dan Shofi Awanis (saya juga punya hutang tulisan dengan si Shofi, sungkem). Lalu di kelas dua, kami juga pernah sekamar di kamar 6. Waktu itu berempat dengan Dwi Oktarina dan Deviyani. Lalu di kelas tiga dia sekamar lagi dengan Shofi, sementara saya di kamar yang lain.

Jadi bisa diibaratkan secara garis besar, saya lumayan kenal dengan si Wulan (semacam ngarep agar kecipratan ngetop, haha). Selama tiga tahun kami tinggal, hidup dan makan bersama (terdengar lebay ya, tapi memang begitu adanya. Di sekolah kami bertemu, saat makan kami bertemu, sebelum tidur kami bertemu). Hampir 24 jam kami selalu bertemu. Semoga saya juga bisa jadi penulis seperti Wulan, Aamiin.

Sepanjang yang saya tahu, Wulan ini orang yang rajin. Tapi bukan yang selalu belajar. Jadi dia memang kayak punya bakat cerdas dan anaknya memang tekun. Tambahan lagi dia senang membaca buku. Waktu novel Ayat-Ayat Cinta mulai beredar di asrama, sekitar tahun 2006, Wulan termasuk generasi asrama pertama yang membaca buku ini. Buku-buku tebal seperti Harry Potter semua edisi, tamat dibacanya. Dan dia bukan tipe yang suka membaca karena ikut-ikutan, tapi memang suka karena hobi membaca. Oh ya Wulan juga termasuk tim penyuka komik Conan. Di sekolah dia pernah masuk menjadi tim olimpiade komputer. Tapi saya lupa peringkatnya, haha.

Kalau dilihat dari keseharian, Wulan anak yang rapi (apalagi kalau dibandingkan dengan saya).

Singkat cerita, setelah lulus SMA, Wulan kuliah di Yogyakarta, lalu menetap di sana. Kalau tak salah ia melanjutkan S1 nya di UII Yogyakarta. Lalu setelah itu lanjut program magisternya di UGM dan terakhir melanjutkan S3 nya di Durham University, UK. Untuk kuliah S2 dan S3 nya ini dia berhasil kuliah dengan dibiayai LPDP. Lalu sebelum berangkat ke UK, Wulan menikah, kemudian ia dan suaminya pun melanjutkan S3 di sana. Di UK dia hamil dan melahirkan di sana. Setelah memiliki anak, sepertinya Wulan terinspirasi untuk menulis buku anak, selain ada banyak alasan lain yang juga mendorongnya untuk akhirnya menulis buku Raya and The Weather dan kini juga ada yang baru, edisi idul fitri dan idul adha.

Jadi sudah lama sekali saya tidak bertemu dengan si Wulan ini. Pertemuan terakhir kami adalah ketika hari terakhir kami di asrama, 2009 yang lalu.

Nah karena tahu kepribadiannya itu, maka saya tak terlalu heran kalau Wulan akhirnya jadi penulis. Karena anaknya memang baik dan cerdas.

Setelah melakukan sedikit wawancara dengan si Wulan, saya simpulkan setidaknya ada 5 rahasia di balik buku ini. Apa saja itu?

 

1.Berdasarkan kisah nyata

 

Wulan memiliki seorang anak perempuan yang juga bernama Raya. Di buku ini menceritakan tentang kisah anak perempuan bernama Raya yang sedang menjalani empat musim, sesuai dengan judulnya masing-masing. Ada Rain from Allah, Clouds From Allah, Snow From Allah, and Sunshine From Allah. Keseluruhan buku menggambarkan tentang seorang anak perempuan yang belajar mengenal Allah bersama kedua orang tuanya.

Pada kenyataannya, ketika buku ini ditulis, memang Raya sedang berada di negeri 4 musim, United Kingdom bersama kedua orang tuanya. Jadi memang sepertinya buku ini terinspirasi dari kisah nyata.

Masukan lagi nih, untuk saya yang punya mimpi menjadi penulis, bisa mencari inspirasi tulisan dari pengalaman atau kejadian sehari-hari yang kita alami. Ini persis dengan beberapa penulis yang pernah sharing tentang pengalaman menulisnya, seperti Sundari Eko, Monika Oktora, dan lainnya.

 

Baca juga: Mengenal Suka Duka Menulis Buku Antologi bersama Sundari Eko Wati, Penulis 7 Buah Buku Antologi.

 

2.Bekerja sama dengan suami tercinta

 

Untuk yang sudah pernah membaca buku ini, pasti tahu bahwa ilusrator buku adalah Muhammad Al Huda, yang tak lain adalah suami si Wulan sendiri. Jadi mungkin mulai sekarang yang punya suami jago menggambar, bisa diajak membuat ilustrasi untuk bukunya, haha.

 

3.Kurangi jam tidur

 

Jadi ketika menulis buku ini, Wulan juga sambil mengurus keluarga terutama si buah hati, selain itu ia juga sedang menyelesaikan kuliah S3nya kala itu. Tips dari Wulan bagi yang ingin menjadi penulis, agar bisa mengurangi waktu tidur atau waktu bersantai lainnya agar bisa dimanfaatkan untuk menulis atau mencari ide tulisan ( misalnya dengan membaca buku). Wulan menulis di siang  hari atau di malam hari ketika si kecil tidur, jadi sebisa mungkin untuk tidak menggangu waktu bersama keluarga. Untuk yang satu ini lumayan menampar saya, karena waktu tidurnya masih lumayan banyak, huhu.

 

  1. Ceritanya simpel dan sederhana

 

Isi cerita buku Raya and The Weather sendiri menurut saya sangat sederhana. Seorang anak bernama Raya sedang bermain bersama ibunya ke Taman Safari Indonesia. Lalu dia pun mengenal aneka hewan dengan aneka warna. Inilah sekilas gambaran cerita di buku Raya and The Weather edisi Sunshine From Allah.

Nah ternyata dengan ide sederhana seperti ini, sebuah cerita bisa jadi menarik apalagi ditunjang dengan ilustrasi yang juga bagus. Ditambah lagi ada hikmah yang disisipkan di dalam cerita. Meski tak tahu seperti apa proses pencarian idenya, bisa ditiru dari ide cerita yang simpel ini, terutama untuk penulis pemula wannabe seperti saya. Jadi jangan sampai terlalu sulit mencari ide cerita sehingga akhirnya buku yang mau ditulis tidak kunjung selesai.

 

  1. Gunakan kesempatan yang ada

 

Ketika selesai membuat draft tulisan buku anak ini, waktu itu Wulan dan suami sedang mengikuti kegiatan yang juga dihadiri beberapa penerbit buku anak. Nah, dalam kesempatan ini, ia gunakan untuk presentasi mengenai buku yang mereka buat. Sehingga bukunya akhirnya berhasil diterbitkan oleh penerbit luar negeri bahkan kini juga diterbitkan dengan dua bahasa oleh penerbit di Indonesia.

 

Itulah 5 rahasia Wulan di balik buku anak Raya and The Weather. Untuk yang ingin tahu bagaimana keseharian orangnya, bisa stalking ke instagram Wulan di @wulanalhuda

Bagaimana, setelah membaca tulisan ini, kamu jadi terinspirasi untuk menulis buku anak? Sharing di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *