Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?

image

Sumber gambar: kompas.com

Assalamu’alaikum, apa kabar semuanya? (Kayak yang baca banyak aja, haha). Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindunganNya ya, Aamiin.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10 Desember kemarin, saya dan Uwais menghadiri posyandu rutinan yang diselenggarakan oleh paguyuban ibu-ibu istri karyawan di tempat suami saya bekerja. Salah satu yang saya sukai dari menghadiri posyandu ini –selain karena dapat jatah jajan yang banyak, ups- adalah karena juga dilengkapi seminar kesehatan langsung dari dokternya. Biasanya tema seminarnya selalu berkaitan dengan perkembangan kesehatan balita secara khusus. Nah, kali ini tema seminar kesehatannya adalah “Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?”.
Berikut ini adalah rangkuman materi seminar yang masih saya ingat ditambah dengan beberapa teori dari beberapa buku mengenai kesehatan anak yang ada di rumah, semoga bermanfaat ya. 🙂

Apa itu demam?

Berdasarkan definisinya, demam berarti peningkatan suhu tubuh melebihi suhu normal.

Lalu, berapakah suhu tubuh normal pada anak?

Sesungguhnya, suhu tubuh pada anak dapat selalu berubah-ubah, bergantung pada waktu (hampir 1°c lebih rendah pada awal pagi hari dibandingkan dengan pada akhir sore atau awal malam hari), berapa banyak makanan yang telah dimakan, berapa lama ia tidur, atau apakah metabolisme tubuhnya berlangsung cepat atau lambat. Rentang suhu rata-rata bagi anak adalah 36°c – 38°c, tetapi juga bergantung dengan cara mengukurnya:
– Suhu yang diukur di pantat: Akurat
– Suhu yang diukur di mulut: Tambah ½ derajat
– Suhu yang diukur di ketiak: Tambah 1 derajat
– Suhu yang diukur di telinga: Secara teoretis, hasilnya akurat (bergantung pada termometer yang digunakan)

Lebih lanjut dokter menerangkan bahwa suhu normal pada ketiak adalah 36,5°c – 37,5°c.

Mengapa anak demam?

Umumnya demam merupakan gejala awal dari penyakit lain. Salah satu fungsi utama demam adalah seperti pendeteksi asap saat terjadi kebakaran yang berguna membunyikan sirene saat terjadi kebakaran atau pertanda bahwa telah terjadi sesuatu yang lain di dalam tubuh anak. Karenanya, jangan dulu panik dan sibuk hendak mematikan si pendeteksi asap tanpa terlebih dahulu mengobservasi penyebab utama demam.
Selain itu, demam juga merupakan respons penyesuaian tubuh untuk menurunkan perkembangbiakan mikroorganisme dan meningkatkan peradangan. Saat tergores misalnya, kita akan melihat kemerahan dan bengkak menyertai peradangan serta merasakan menghangatnya bagian yang tergores. Tetapi ketika terjadi peradangan pada organ dalam karena virus atau bakteri, peradangan itu bersifat internal dan terjadi di seluruh tubuh sehingga panas akan muncul dalam bentuk demam. Pada anak yang tidak memiliki masalah peradangan lain, demam menunjukkan bahwa ia tengah menghadapi infeksi dan kita perlu menemukan jenis infeksi apa yang terjadi, seberapa parah, dan apa rencana kita selanjutnya.
1. Panas pada anak juga merupakan renspons kekebalan tubuh yang mulai diaktifkan ketika tubuh anak dimasuki virus atau bakteri. Sehingga, tubuh meningkatkan suhu tubuh untuk memanggil sel kekebalan tubuh. Secara khusus fungsi panas pada anak yaitu:
2. Panas bisa mengganggu dan melemahkan bakteri
3. Panas merangsang sel-sel kekebalan tubuh untuk melepaskan senyawa kimia yang disebut sitokin untuk  menghajar si penyusup. Proses ini meningkatkan ketepatan respons kekebalan tubuh kita serta mengurangi kerusakan yang dialami sel lain.
Mengaktifkan senyawa kimia yang melindungi beberapa protein penting di dalam tubuh, sehingga selain sebagai pendeteksi asap, demam juga berfungsi sekaligus pemancar air.
Karenanya, bersyukurlah bila ternyata tubuh anak kita masih mengeluarkan panas, karena itu berarti kekebalan tubuhnya berjalan dengan baik. Betapa Allah itu Maha Baik ya, sampai ke demam anak pun ada manfaatnya.

Kapan demam pada anak mulai berbahaya?

Jangan terburu-buru untuk menurunkan demam pada anak secepat mungkin, karena sebenarnya kita tidak perlu tergesa-gesa mengambil obat, jika:
Demam tidak mengganggu anak
Anak tidak punya riwayat demam hingga kejang, gangguan mitokondria atau penyakit metabolisme kronis lain,
Anak tidak menunjukkan gejala lain, misalnya demam disertai batuk pilek, keluar cairan dari telinga, atau diare.

Lalu, bagaimana pertolongan pertama pada anak demam (P3AD)?

Bila masih menyusui, berikan asi sesering mungkin,
Beri minum lebih sering dan lebih banyak,
Jangan diselimuti atau diberi baju tebal,
Kompres dengan air hangat, jangan dengan air dingin karena anak bisa menggigil.
Nah, bila P3AD telah dilakukan namun demamnya tidak kunjung turun, sementara anak sudah mulai gelisah dan semakin terganggu, kita bisa mulai dengan dosis asetaminofen-atau lebih dikenal dengan nama parasetamol- yang dianjurkan atau obat anti radang nonteroid ibuprofen setiap 4 jam atau memberikan keduanya secara berselang-seling setiap 2 jam jika anak mengalami demam hingga kejang atau kondisi lain yang bisa diperparah oleh demam.

Kapan harus menghubungi dokter?

Bila usia anak di bawah 3 bulan, namun suhu tubuhnya lebih dari 37,9°c.
Anak susah makan atau tidak buang air besar dan suhu tubuhnya lebih dari 37,9°c.
Anak tampak lesu atau rewel tidak seperti biasanya.
Anak pernah mengalami demam hingga kejang dan kini suhu tubuhnya teus meningkat.
Anak demam dan tampak berbeda setelah suhu tubuhnya kembali normal.
Telepon dokter saat itu juga atau pergi ke UGD jika…
Anak tidak menanggapi rangsangan apapun, lesu, an tidak mengeluarkan air mata atau air seni selama 8 jam.
Anak mengalami kesulitan bernapas.
Anak mengalami demam lebih dari 40,5°c
Biasanya, seorang ibu akan tahu kapan anaknya butuh perawatan lebih lanjut dengan dokter, atau cukup di rumah saja.
Jangan pernah menambah dosis obat dengan harapan bisa mempercepat proses atau karena ingin melihat perubahan secepatnya. Pada dosis tinggi, kedua tipe penurun demam atau pereda nyeri bisa tertimbun di dalam darah dan menyebabkan kerusakan hati. Jangan memberikan aspirin kepada anak kecuali atas resep dokter karena bisa menyebabkan penyakit hati dan otak. Bila ragu dengan dosis obat yang akan diberikan, jangan sungkan untuk menghubungi dokter.
Itulah sedikit materi dari seminar kesehatan posyandu mengenai “Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?”. Semoga materinya bisa bermanfaat untuk diterapkan di rumah ya. O ya, jangan lupa, selain obat dan pertolongan pertama pada anak demam, teruslah berdo’a agar Allah senantiasa menjaga keluarga kita dan segera memberikan kesembuhan bila anak kita sakit, karena sungguh secanggih apapun upaya kita, hanya Dia lah Yang Maha Menyembuhkan.
Apalagi sekarang kita sudah berada di bulan desember yang biasanya akan disertai dengan musim hujan, jangan lupa untuk terus jaga kesehatan kita dan keluarga dengan makan makanan bergizi serta berolahraga ya, salam sehat untuk kita semua.
Wassalamu’alaikum… 🙂

Inilah cerita Desember & Me, Mana Ceritamu?

Sumber:
1. Seminar kesehatan oleh dr. Maulida (area kerja Paiton Probolinggo) dengan tema “Kapan Demam pada Anak Mulai Berbahaya?”.
2. Buku Kesehatan Ibu dan Anak terbitan departemen kesehatan.
3. Buku Rising Your Child Bab:

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *