Lakukan 10 Hal Ini Agar Tidak Galau di Tanggal Tua!

IMG_20160508_142010

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. Voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Lakukan 10 Hal Ini Agar Tidak Galau di Tanggal Tua! Dear man teman, pernahkah mengalami galau keuangan di tanggal tua seperti yang dialami Budi di bawah ini?

 

Dalam video di atas diceritakan, bahwa dulu sebelum tahu ada promo TTS (Tanggal Tua Surprise) dari mataharimall.com, Budi selalu berhemat sekuat tenaga agar tetap bisa bertahan hidup di tanggal tua setiap bulannya. Mulai dari menu makan yang serba mie, shampo yang dipakai tinggal penghabisan, lampu kosan yang kelap-kelip mau mati karena kehabisan uang untuk mengisi pulsa listrik, sampai hanya memesan segelas air putih di restoran demi sebuah wifi. Duh Budi, betapa malangnya nasibmu.

Sebenarnya, dulu ketika masih menjadi mahasiswa dan merasakan kehidupan sebagai anak kos, saya pun pernah seperti Budi. Waktu itu uang jajan dijatah per minggu. Karena di kosan memang tidak disediakan dapur untuk memasak, jadi setiap waktu makan terpaksa harus beli. Setiap awal minggu, saya berasa seperti orang kaya. Bila makan, beli nasi bungkus di warung nasi Padang yang harganya lumayan, dengan rasa yang menggoyang lidah. Di pertengahan minggu, mulai sedikit pengiritan, mau makan, beli di kantin kampus yang murah tapi rasa ala kadarnya. Dan di akhir minggu, mulailah penghematan besar-besaran dilakukan. Mau makan, beli mie bungkusan di toko dekat kosan, kemudian numpang masak di kompor Ibu kos. Kalau lagi kepepet, makan pagi dijadikan satu dengan makan siang, biar kenyangnya awet sampai malam. Bila dikira bensin motor hanya cukup untuk pulang kampung, kemudian uang di dompet tinggal recehan, jadi sering nebeng teman bila berangkat ke kampus, haha.

Bahkan pernah, ketika saya tidak punya uang sepeser pun, waktu itu saatnya pulang, saya nekad hanya bermodalkan KTP dan motor yang kering bensin, bersepeda motor selama 1 jam perjalanan dari kosan menuju rumah. Waktu itu bensin di motor sudah menunjukkan tanda di penghujung garis minimum, artinya sebentar lagi motor akan mogok bila tak segera diisi bahan bakar. Dalam perjalanan saya sibuk komat-kamit baca do’a semoga saja motor tidak mogok dan bisa sampai di rumah dengan selamat. Selain itu, bila ternyata motor mogok, saya akan terpaksa berhutang di toko kelontong setempat dengan jaminan KTP saya. Sebuah pengalaman sedih dan lucu yang sulit dilupakan, hihi.

Singkat cerita, tak lama setelah lulus kuliah, seorang Pangeran tampan berkuda  datang ke rumah dan langsung melamar saya menjadi istrinya. Pernikahan pun dilangsungkan dengan meriah, kemudian status saya pun berubah menjadi seorang istri. Minimnya ilmu keuangan yang dimiliki serta masih dalam tahap masa peralihan dari status lajang ke istri orang, awalnya sempat membuat saya agak kagok saat diminta suami mengatur langsung keuangan rumah tangga. Sehingga di awal-awal pernikahan, kami juga sempat merasakan galau di tanggal tua, karena ternyata uang bulanan suami semakin menipis di akhir bulan. Akibatnya, kami harus melakukan penghematan besar-besaran saat tanggal tua tiba.

Untungnya, itu semua tidak berlangsung lama. Setelah sharing dengan suami dan berbekal berbagai referensi mengenai pengaturan keuangan rumah tangga, Alhamdulillah sekarang galau di tanggal tua telah berlalu. Nah, di postingan kali ini saya mau berbagi tips anti galau di tanggal tua yang sudah saya dan suami terapkan di rumah. Apa saja itu? Lanjut baca ya, hehe.

  1. Kenali pendapatan
anti galau di tanggal tua

Bijaklah dalam membelanjakan uang, jangan sampai pendapatan cuma 2 juta, tapi pengeluaran sampai 3 juta, courtesy suparmin.my.id

Tentu kita tidak asing lagi dengan pepatah “besar pasak daripada tiang”, yang artinya pengeluaran lebih besar dibandingkan pendapatan. Tips pertama yang saya sarankan di sini adalah jangan sampai kita melanggar pepatah tersebut, belanja besar-besaran sampai lupa duit di kantong tinggal pas-pasan bahkan sampai berhutang untuk sesuatu yang kurang perlu. Karenanya, agar di akhir bulan kita tidak hanya gigit jari sambil menyesali perbuatan yang telah lalu di awal bulan, sebaiknya hal pertama yang kita lakukan adalah mengenali dan sadar diri sebesar apa pendapatan yang kita punya. Bila ternyata gaji suami hanya 3 juta per bulan, sebisa mungkin kita harus bisa menahan diri untuk tidak berbelanja melebihi jumlah tersebut.

  1. Catat Pengeluaran
anti galau di tanggal tua

Checklist bulanan yang sudah dicoret-coret si kecil, garis merah adalah nominal yang dikeluarkan.

Biasanya, setiap suami gajian, saya akan melakukan checklist bulanan dari daftar pengeluaran yang sudah dicatat sebelumnya. Hal ini penting sekali sehingga akan meminimalisir ketika kita hendak melakukan pengeluaran yang tidak perlu sementara masih banyak iuran lain yang harus ditunaikan. Bila sudah dicatat dan diplot berdasarkan jumlah dan pengeluaran masing-masing, termasuk di dalamnya tabungan pendidikan, tabungan liburan atau tabungan lainnya, gaji yang tersisa barulah digunakan untuk keperluan tambahan seperti makan di luar, jalan-jalan atau kembali ditabung untuk kebutuhan yang tak terduga.

  1. Batasi belanja harian

Ini penting sekali agar pengeluaran tidak terlalu banyak bocor dari yang seharusnya. Kadang-kadang bila sudah asyik belanja, jadi lupa menyisihkan untuk keesokan harinya.

Awalnya, untuk membatasi belanja harian saya menggunakan bantuan amplop. Caranya adalah dengan menempelkan 14 amplop di dinding kamar, seperti gambar di bawah.

Anti galau di tanggal tua.

Amplop untuk batasi belanja harian.

Pada amplop atas, akan dimasukkan besaran belanja harian pada hari itu. Fungsi amplop bagian bawah adalah sebagai simpanan dari sisa belanja harian pada hari sebelumnya. Misalnya belanja harian ditetapkan sebesar 30 ribu, berarti setiap amplop atas akan disisipkan uang sebesar 30 ribu. Kemudian kita hanya boleh belanja seharga 30 ribu pada hari itu, bila ingin lebih, sebisa mungkin harus mengatur siasat agar bisa menyisakan sisa yang banyak di hari sebelumnya. Bila pada hari senin kita belanja sebesar 25 ribu, berarti hari selasa kita mendapat jatah sebesar 35 ribu dan seterusnya.

  1. Beli barang diskonan
Anti galau di tanggal tua

Diskon menarik yang ditawarkan mataharimall.

Ini penting sekali untuk menghemat pengeluaran, tapi jangan sampai gelagapan ya. Haha. Terutama untuk keperluan rumah tangga, seperti minyak goreng, detergen, pasta gigi, beras dan lainnya. Bila kita bisa memangkas biaya kebutuhan rumah tangga sampai separuhnya, uang sisanya bisa digunakan untuk keperluan lain atau ditabung. Apalagi sekarang menjamur online shop dengan berbagai diskonnya. Sepertinya semua online shop selalu berlomba-lomba memberikan harga termurah kepada para pembelinya.

Salah satu online shop yang sering memberikan diskon besar-besaran adalah matahari mall. Selain itu, di sana juga menjual aneka kebutuhan rumah tangga mulai dari minyak goreng, susu bayi, beras, keperluan loundry, dan masih banyak lainnya. Bonusnya, kita tidak perlu repot bayar ongkir, karena semua barang di sana free ongkir ke seluruh Indonesia.

  1. Beli banyak di saat murah
Anti galau di tanggal tua

Belilah bumbu dapur, terutama bawang merah di saat murah, lalu disimpan agar tahan lama, courtesy hargasumut.org.

Kalo yang ini saya terapkan terutama untuk bumbu dapur. Kelihatannya memang sepele ya, hanya bumbu dapur saja harus dibeli ketika murah. Tapi, dulu ketika harga bawang dan cabe meroket hingga 100 ribu per kilo, saya termasuk Emak yang juga kelimpungan karena mahalnya bumbu dapur, heuheu. Sejak itu, bila harga bumbu dapur sedang murah-murahnya, saya akan beli dalam jumlah banyak, kemudian diolah dan disimpan sehingga awet berbulan-bulan.

Pernah suatu ketika, saya beli bawang merah langsung di pasar khusus bawang. Ketika itu total belanjanya satu buntelan bawang merah, yang beratnya hampir 2 kg, harganya cuma 15 ribu. Ternyata 5 hari kemudian, bawang merah langsung meroket menjadi 30 ribu sekilo. Seketika saya pun langsung gembira sekali karena berhasil membeli dengan harga murah, haha.

Tips agar bawang merah awet, yaitu bawang merah yang sudah dibundel dari pedagang, digantung di tempat yang kering, tidak panas dan lembab, kalau istilah suami diangin-anginkan. Dengan cara ini, bawang merah yang saya beli bisa awet hingga 4 bulan lamanya. Atau bisa juga dikupas, dicuci, ditiriskan airnya, lalu dimasukkan dalam wadah kering dan disimpan di dalam kulkas, bila ingin masak, tak perlu repot lagi mengupas, langsung pakai. Ini juga bisa diterapkan untuk bawang putih.

Anti galau di tanggal tua

Bumbu yang disimpan di kulkas lebih tahan lama.

Bila sempat, olah bawang merah, bawang putih dan cabe serta bumbu lainnya menjadi beberapa bumbu yang siap pakai, seperti bumbu dasar, bumbu merah, kuning, dan putih. Kemudian disimpan dalam freezer. Selain tidak perlu bingung ketika harga bumbu meroket, cara ini juga lebih praktis, memasak jadi lebih cepat dan mudah.

  1. Berwirausaha
anti galau di tanggal tua

Ayo berwirausaha, courtesy lavezza.org.

Salah satu yang kami lakukan untuk meningkatkan pendapatan adalah berwirausaha. Saya dan suami sudah memulainya dalam beberapa tahun belakangan, mulai dari jualan gadget, sandal, baju muslim, hingga gendongan bayi. Tak perlu repot mengambil ke tempat yang jauh, karena lagi-lagi kita bisa memanfaatkan online shop yang ada. Kenali online shopnya, tandai diskonannya, bila menemukan harga yang cocok, beli seketika. Mudah, praktis dan murah. Tapi harus dipastikan online shop  dan jasa ekspedisi yang digunakan benar-benar terpecaya.

Kini, di usia pernikahan hampir empat tahun, Alhamdulillah sudah banyak perbaikan dalam sisi keuangan di rumah tangga kami. Bahkan kini kami sudah bisa sedikit menyisakan uang bulanan untuk ditabung dalam investasi tanah dan sedikit menabung untuk berangkat ke tanah suci. Semoga kedepan semua bisa terus berjalan lancar, Aamiin.

  1. Paksa untuk menabung
Anti galau di tanggal tua

Tabungan 20 ribuan.

Pernah dengar the power of twenty? Saya melakukannya untuk memaksa diri untuk menabung. Dulu, rasanya sulit sekali untuk menabung. Baru sedikit, langsung dicongkel. Hihi.

Dengan rumus the power of twenty, rasanya bisa lebih mudah. Bila menemukan uang 20 ribuan di dompet, langsung masukkan ke dalam botol, tahu-tahu dalam sebulan saya bisa menabung hingga 500 ribu. Jumlah yang sangat banyak bagi saya, bila dibandingkan dengan keadaan dulu yang sulit menabung.

  1. Ikut arisan
Tips anti galau di tanggal tua

Dengan arisan, bisa sedikit memaksa diri untuk menabung, sumber di sini.

Kalau memang tak bisa mendisiplinkan diri untuk menabung, mintalah bantuan orang lain untuk mendisiplinkannya. Bisa dengan bantuan suami atau cara lainnya dengan ikut arisan. Bila mampu, ikuti arisan yang total pendapatannya bisa dalam jumlah lumayan, tapi tentu jangan sampai memberatkan dan mengabaikan kebutuhan lainnya. Beruntungnya, di paguyuban istri karyawan tempat suami bekerja juga diadakan arisan rutin bulanan, dengan iuran sebesar 100 ribu dan pendapatan sebesar 1 juta setiap bulannya bagi para pemenang. Sekarang menabung dalam jumlah lumayan terasa lebih mudah.

  1. Jangan lupa sedekah
Tips anti galau di tanggal tua.

Semakin banyak sedekah, sebenarnya berarti semakin banyak kita menerima, courtesy dpunik.com

Mungkin bila secara kasat mata kita akan merasa dengan sedekah, uang yang kita punya akan berkurang. Namun sebenarnya, dengan bersedekah, kita justru sedang membuka pintu-pintu rizki kita yang lainnya. Inilah fakta yang memang terjadi bagi orang yang sedekah, karena selama ini, belum pernah terdengar orang bersedekah namun justru jadi miskin. Pada suatu seminar bertajuk “cara gila menjadi kaya” yang saya ikuti beberapa tahun lalu, Purdi E. Chandra, pendiri Primagama, menceritakan bahwa setiap bulan setidaknya Ia harus bersedekah dalam jumlah milyaran, sehingga pantaslah rasanya bila pendapatannya dalam sebulan bisa berpuluh milyaran jumlahnya. Jadi, jangan takut untuk bersedekah, bila memang ternyata pintu-pintu rizki yang lain belum terbuka, mungkin dengan bersedekah akan kita dapatkan ketenangan hati dengan jumlah rizki yang ada. Karena ada banyak di luaran sana, hatinya gelisah meskipun punya tabungan ratusan juta.

 10. Mintalah kepada Yang Maha Pemurah

tips anti galau di tanggal tua

Mintalah pada Allah untuk memudahkan semua urusan kita, courtesy www.akhwatiindonesia.net

Meski berada di poin terakhir, namun sebenarnya poin nomor 10 ini adalah yang paling penting dan utama. Bila kita meminta langsung kepada Sang Maha Pemurah, niscaya segala pesoalan kehidupan terutama masalah keuangan, akan dengan mudah terselesaikan.

Dalam do’a saya sering meminta, semoga keluarga kami senantiasa diberi kemudahan dalam mendapatkan rizki yang halal dan berkah. Karena sebanyak apapun, bila haram dan tak berkah, akan terasa percuma.

 

Itulah 10 hal yang kami lakukan agar tidak lagi galau di tanggal tua. Bila keuangan telah diatur sedemikian rupa, kita tidak perlu lagi khawatir kehabisan uang belanja saat tanggal tua tiba. Semoga dengan menerapkan ke-10 hal di atas, teman-teman juga tidak lagi menggalau di kala tanggal tua tiba ya. 🙂

 

 

 

28 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *