Lebih Dekat dengan Bunda Yati Rachmat

 photo 2016-22-5--06-04-27_zpsfaejkvsz.png

 

Setiap kali tahu bahwa ternyata ada orang yang begitu semangat dalam melakukan kebaikan, saya merasa iri sekali. Ternyata apa yang saya lakukan tidaklah seberapa bila dibanding mereka yang begitu bersemangat. Salah satu yang membuat saya tak berhenti berdecak wah adalah bila melihat seorang blogger usia senja namun semangat menulis masih seperti belia, Beliau adalah seseorang dibalik www.bundayati.com.

Bagaimana bisa saya tidak kagum , ternyata blogger kelahiran Cirebon 10 Juli 1939 ini terhitung sejak 2012 sudah menghasilkan 18 buku antologi dan sebuah buku solo berjudul “Me and My Life, Bunga Rampai Kehidupanku”. Beberapa tulisannya dibukukan dalam buku antologi karena menang dalam beberapa lomba blog. Sementara saya yang mengaku muda ini bahkan satu buku pun belum rilis, huhu.

 

Yati Rachmat

Buku solo Bunda Yati Rachmat, Me and My Life, Bunga Rampai Kehidupanku courtesy www.bundayati.com.

Yati Rachmat

Beberapa buku antologi Bunda Yati courtesy www.bundayati.com

Memiliki nama lengkap Sjahrijati  Yati Rachmat, Bunda Yati -begitu para blogger biasa memanggilnya, memulai karir blognya di bulan April 2009 yang lalu. Berawal dari ketertarikan Bunda untuk ikut menjadi reseller sebuah bisnis online, namun karena sesuatu hal, Bunda tinggalkan hal tersebut kemudian memilih aktif sebagai blogger. Awalnya ada banyak blog yang diurus oleh Bunda, namun karena kewalahan, akhirnya Bunda fokus pada blog personalnya, www.bundayati.com.

Ketika ditanya apa alasan dibalik semangat menulisnya, Beliau menjawab rasa suka terhadap menulis lah yang membuatnya dapat terus aktif menulis, baik itu buku dan juga blog. Ketika SMA cerpennya pernah dimuat di koran mingguan yang bernama Berita Minggu. Kemudian pada tahun 1978 cerpennya juga pernah dimuat di Majalah Femina. Meski sempat tertunda karena kesibukan kerja dan mengurus anak, Bunda kembali lagi aktif menulis melalui ajang lomba blog, yaitu lomba menulis antologi. Selain itu, bagi Bunda menulis di blog juga bermanfaat untuk menyegarkan pikiran, agar tidak cepat pikun.

Bila kita melihat isi dan tampilan blog milik Bunda Yati, mungkin tidak akan ada yang menyangka bahwa ternyata di balik blog tersebut adalah seorang Bunda yang ternyata sudah memiliki 4 cucu! Bahkan Bunda bisa menghasilkan 4 postingan dalam sebulan. Selain itu, Bunda juga menuliskan laman tentang saya full dalam bahasa Inggris.

Bunda Yati

Tampilan blog Bunda Yati, simple dan sederhana.

Lain menulis, lain lagi soal parenting. Ketika ditanya mengenai parenting, Bunda yang memiliki tiga anak perempuan ini berpendapat, dulu pada masa Bunda masih menjadi ibu muda, belum ada kegiatan-kegiatan parenting seperti sekarang yang bisa dijadikan acuan dalam mendidik anak sehingga seharusnya orang tua sekarang bisa memanfaatkan sebaik mungkin acara atau kegiatan parenting yang ada untuk mendidik sang buah hati. Dalam mendidik anak, Bunda hanya menanamkan sifat kemandirian dan tanggung jawab sejak kecil pada anak-anaknya. Selain itu, Bunda juga memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya. Sehingga anak-anak bisa mandiri dan tidak bergantung kepada orang tuanya.

“Selama anak-anak sekolah, Bunda tidak pernah sekalipun datang ke sekolah sengaja untuk memonitor mereka, kecuali datang sesekali untuk rapat orang tua murid, selain karena Bunda sibuk bekerja hingga malam, juga agar anak-anak bisa mandiri. Jadwal belajar sudah Bunda atur sedemikian rupa sehingga mereka tahu dan mengerti apa saja tugas mereka. Alhamdulillah kini anak-anak Bunda sudah mapan semua.” – Bunda Yati

Tentu anak zaman dulu tidak bisa disamakan metode pengajarannya dengan anak zaman sekarang, yang menuntut keberadaan orang tua lebih besar dibanding dulu. Bunda menambahkan, sekarang orang tua harus lebih aware dan lebih ketat dalam mengontrol gadget yang dipakai anak-anak, juga seharusnya orang tua bisa lebih akrab dengan guru. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan pergaulan anak, berapapun usianya.

Ke depan, Bunda berencana untuk menerbitkan kumpulan cerpen. Meski sempat ditolak penerbit mayor, tidak akan menyurutkan semangat Bunda untuk terus menulis. Sebagai penutup, Bunda berpesan terutama kepada para penulis kondang yang juga blogger, jangan lupa untuk berbagi tips kepenulisan dalam blognya agar bisa memudahkan para blogger pemula.

Itulah sedikit cerita dari Bunda Yati Rachmat. Melihat kisah menulis Bunda dan hasilnya, semakin menambah keyakinan saya, bahwa ternyata menulis memang bisa digunakan sebagai terapi, terutama untuk terapi awet muda. Terima kasih Bunda, sudah mau berbagi bersama kami. Semoga kehidupan Bunda senantiasa dilimpahkan keberkahan dan kebahagiaan dari Illahi. Aamiin.

 

 

21 comments

  • Semangatnya bunda Yati patut diberikan jempol sebanyak mungkin. saya aja kadang kalah dengan semangat nulis beliau. saya juga punya salah satu buku antologi bunda yati, semoga beliau segera mendapatkan impian membuat kumpulan cerpen 🙂

    • juliaamrih

      Iya Mba’, semangatnya Bunda tokcer banget, ayo yang muda jangan mau kalah.. 🙂
      #TunjukDiriSendiri

  • Wow..bukunya bunda Yati. Pengen!
    Belajar dari semangat bunda Yati semoga menular pada diriku.

    • juliaamrih

      Iya, keren banget Bunda Yati ni, saya jadi malu sama Buda, hihi..
      Semoga bisa nulis buku juga ya Mba’.. 😉

  • Julia, terima kasih tulisannya. Alhamdulillah, bila bunda bisa menginspirasi banyak blogger muda. Namun tetap saja bunda harus banyak belajar karena seperti bisa dilihat dari tampilan blog bunda masih standard banget, belum keliatan adanya kreasi dari bunda, hiks…. Pengen juga donk bunda punya blog dengan tampilan yang “sumbringah” hehe…

    • juliaamrih

      Sama-sama Bunda.. 🙂
      Masih semangat belajar terus ya Bunda.. 🙂
      Biasanya kalo mau tampilan blog berubah, saya sering-sering googling tutorial Bunda.. 🙂
      Tapi Bunda dengan tampilan yang sederhana ini aja sudah luar biasa Lho Bun, sukses ya.. 😉

  • Mba juliaaa..ih lengkap banget tulisannya. Semoga kita juga tetap semangat sampai lanjut usia nanti ya mba..

  • jaman dulu sama sekarang emang beda, benar kata Bunda Yati ortu skrg harus lebaih aware. Dulu aja ortu saya gak pernah ke sekolah kecuali hanya saat pengambilan raport. Tapi skrg, saya sering ke sekolah anak saya karena utk antar jemput

    • juliaamrih

      Lain dulu lain sekarang memang Mba’, jaman dulu mah tinggal kedipin mata aja, anak udah ngerti, jaman sekarang mah harus banyak prosesnya.. 😀

  • ini namanya ing ngarsa sung tuladha ya mbak. yang di depan mampu memberi contoh. Bunda Yati memang inspiratif. saya pingiiin bisa seperti beliau. sudah berusia tapi masih lincah.

    • juliaamrih

      Iya Mba’, Bunda emang semangat dan inspiratif sekali. Semoga kita bisa berbuat banyak kebaikan dan terus aktif seperti Bunda ya, Aaminn… 🙂

  • blogger senior yang semangatnya luar biasaah… Bunda Go Bunda!

  • Ulasannya menarik banbet, mba. Bunda memang selalu mengisnpirasi ya. Betul banget cara mendidik orang tua dulu memang patut diacungi jempol. Tanpa gadget dan anak-anak pun menurut. Kadang saya pribagi kalau lagi sibuk banget ga bisa ajak anak main, akhirnya membolehkan main gadget, tapi ngga lantas terus-terusan. hihihihi

    Nice post mba.

    Salam hangat.
    Zia

    • juliaamrih

      Makasih Mba’ Zia sudah mampir. Iya, malu banget nih saya sama Bunda. Zaman dulu emang anak relatif lebih nurut ya, zaman sekarang tantangannya banyak, hihi.
      Salam Mba’ Zia. 🙂

  • wah keren ya bunda Yati, sudah banyak bukunya, semangat nulisnya juga patut diacungi jempol, jadi malu nih masih sering bolong ngeblognya 😀

  • Semangatnya menjadi pemicu blogger yang lebih muda untuk terus berkarya 😉

  • Pingback: 18 Blogger yang Sukses Menulis dan Menerbitkan Buku dari Sekedar Menulis Posting di Blog | BauBlogging.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *