Lika-liku Pembuatan E-KTP di Kabupaten Mojokerto

Jadi ceritanya dulu di Bangka, saya sudah sempat rekam data untuk pembuatan e-ktp. Entah mengapa, setelah berbulan-bulan lamanya, punya saya tidak selesai juga. Padahal punya Ibu dan keluarga saya yang lain yang dibuat bersamaan dengan punya saya, sudah selesai semua. Usut punya usut, kayaknya ada kesalahan pada NIK KTP saya. Kalo tidak salah, KTP dan KK saya NIK nya berbeda.
Lalu tak lama kemudian, saya akan menikah. Karena berencana mau mengikuti suami, maka saya pun mengurus surat pindah jiwa mulai dari kelurahan hingga capil. Akhirnya selesailah surat pindah jiwa, saya pun resmi tidak lagi menjadi warga Bangka. Urusan pembuatan e-KTP pun terlupakan sejenak.
Setelah menikah, saya mengikuti suami terbang ke Pulau Jawa dan menetap di Mojokerto. Lalu kemudian mengurus data diri dan surat kepindahan ke Mojokerto. Kalo tidak salah, hanya dalam hitungan minggu, urusannya selesai. Akhirnya saya resmi menjadi warga Mojokerto dan memiliki KTP Mojokerto.
Karena suami bekerja di Paiton Probolinggo, akhirnya mau tidak mau saya pun mengekor ke Paiton. Urusan pembuatan e-KTP tidak pernah terbersit lagi di kepala karena sibuk dengan pindahan. Selain itu, gembar-gembor pentingnya e-KTP untuk mengurus semua administrasi pun sudah tidak pernah lagi muncul di permukaan. Jadinya pembuatan e-KTP pun luput dari ingatan.
Sampai pada akhirnya saya hamil, melahirkan, menyusui, mengurus anak, sehingga benar-benar lupa dengan pembuatan e-KTP. Apalagi kami pulang ke Mojokerto jarang-jarang sekali.
Hingga pada akhirnya berita tentang e-KTP hangat lagi, bertepatan dengan pulangnya saya dan suami ke Mojokerto lumayan lama. Katanya, tahun 2017 nanti semua administrasi diurus dengan e-KTP. Pas sekali sekarang saya sedang hamil 4 bulanan dan sepertinya tahun depan kami butuh untuk membuat akta kelahiran si kecil, sedangkan saya belum memiliki e-KTP, kalau suami sudah jadi dan buat dari sebelum menikah.
Akhirnya, selasa 27 September kemarin saya putuskan untuk membuat e-KTP dengan diantar ayah mertua. Katanya, syaratnya harus membawa surat pengantar dari desa. Maka rencananya kemarin saya dan Ayah hanya mengurus surat pengantar saja di balai desa. Nanti begitu suami pulang ke Mojokerto, pagi-pagi sekali kami akan langsung mengantri ke Dispendukcapil. Menurut saran suami, tips agar tidak mengantri lama di capil adalah berangkatlah dari sebelum dinasnya buka, sekitar jam 6 pagi.
Begitu sampai di balai desa dan menemui sekretaris desa, ternyata kami diberitahu bahwa syarat pembuatan e-KTP hanya foto copy KK dan formulir permohonan pembuatan e-KTP yang langsung diambil di kantor Dispendukcapill kabupaten Mojokerto. Akhirnya, dengan niat awal hanya ingin mengambil formulir, sekitar jam 11an siang kami berangkat menuju kantor capil Kabupaten Mojokerto.

Sesampainya di sana, wuiih, ramenya pake banget, bagian dalam dan luar ruangan penuh orang menunggu. Kami langsung menuju ke bagian informasi dan menanyakan tentang tata cara pembuatan e-KTP. Kemudian oleh petugasnya disuruh menemui salah satu petugas yang sedang berdiri dekat mesin absensi. Lalu oleh Mba’ petugasnya diberikan selembar formulir isian data untuk membuat e-KTP. Setelah selesai mengisi data-data formulir, cukup diisi dengan data yang ada di KTP lama, seperti NIK KTP, nama lengkap, alamat, dan lainnya.

Formulir isian data e-KTP.

Setelah itu, barulah kami mendapatkan nomor antrian untuk foto. Waktu itu kami dapat giliran nomor 161, sementara yang sedang dipanggil baru nomor 80an.

Nomor antrian foto.

Antrian di luar dan di dalam Dispendukcapil.

Warbiyasah ya, akhirnya setelah menunggu sampai setengah 3 sore, giliran saya dan Ayah mertua dipanggil. Mungkin karena ayah sudah pernah melakukan rekam data, jadi di ruang foto ayah cuma melakukan cek iris mata (kalo nggak salah ingat), setelah itu langsung foto. Kemudian diminta menunggu, karena bisa langsung jadi.

Di dalam ruang foto. nomor 1: Alat untuk memeriksa iris, 2. Alat merekam sidik jari, 3. Alat untuk merekam tanda tangan, 4. Display data yang direkam, 5. Kamera untuk foto.

Sementara saya, karena belum sama sekali melakukan rekam data, jadi saya diminta cek iris, (sampai 2 kali) untuk meyakinkan kalau memang data saya belum ada sama sekali. Setelah cek iris mata, saya difoto, kemudian direkam 10 sidik jari, dan terakhir tanda tangan. Saya kira punya saya juga bisa langsung jadi, ternyata harus menunggu sebulan lagi baru bisa diambil. Karena punya ayah langsung jadi, kami pun menunggu sampai namanya dipanggil.

Loket pengambilan e-KTP.

Sampai jam 4 sore, ternyata nama ayah belum dipanggil juga. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang dan Ayah baru kembali lagi keesokan harinya.

Ternyata, sesampainya di rumah, Ayah ditelpon keluarga yang tadi juga ikut membuat e-KTP, katanya punya ayah sudah jadi. Jadilah ayah kembali lagi untuk mengambil e-KTP nya.

Begitulah kisah lika-liku pembuatan e-KTP di Kabupaten Mojokerto. Sebaiknya, bila ingin cepat selesai dan tidak menunggu lama, datanlah paling awal, sebelum yang antri membludak. Jadi kami menunggu selama 4 jam-an sore itu. Untungnya banyak yang menjual jajanan dan ada mushola di dinasnya. Meski perut sudah keroncongan, lumayan untuk mengganjal sebelum makan sebenarnya.

Kalau kamu sudah buat e-KTP belum? Punya cerita juga? Sharing yuk! 🙂

Semoga manfaat ya. 🙂

Update: Sekitar dua minggu yang lalu, ketika ingin mengurus akta kelahiran si adek, saya menanyakan kembali perihal e-ktp ini. Sekarang untuk sementara e-ktp saya sudah selesai, tapi masih dalam bentuk selembar kertas, ya kita tahu sendiri salah satu alasannya: korupsi 🙁

Jadi di selembar kertas ini ada data diri kita yang seperti di data perekaman, lengkap dengan fotonya. Lembaran ini bisa untuk membuat dokumen apapun seperti buku nikah, paspor, dan lainnya. E-KTP sementara ini berlaku selama 6 bulan sejak dikeluarkan. Untuk keamanan, jangan lupa dilaminating segera ya, biar tidak gampang robek atau basah. Semoga segera beres masalah korupsi e-ktp ini ya, dan kita bisa segera punya KTP yang muat kembali di dompet, haha.

30 comments

  • Secret Agent

    Waaaaaah… :p

  • waw ramenyaa, saya masih ktp lama nih

  • EKTP-ku baru jadi tgl 15 September kemarin juga mba.. Sebenernya udah pernah rekaman bulan Februari 2012 dan udah jadi. Tapi karna kemudian aku nikah di bulan Juli 2012, jdi EKTPnya kubalikin, dan aku pindah KK. Trus rekaman lgi di kecamatan baru, Desember 2012. Dan enggak jadi2 dong sampe 4 tahun ini. >.<

    Kemarin sempet kecelik di kantor kecamatan. Ternyata aku disuruh mengurus ke Capilduk. Udah mau marah2 kalau seandainya aku suruh rekaman lgi. Lha wong udah rekaman 2 kali loh.. Meski di beda kecamatan, tapi kalo namanya Elektronik, harusnya data2nya udah bisa ditarik tanpa harus kita rekaman ulang to..

    Untungnya sih enggak disuruh rekaman ulang. Cuman, aku 2x bolak-balik Capilduk. Pertama, dateng nunggu sejam, cuma utk ngecek, datanya ada apa enggak, trus disuruh balik 1 minggu lagi. Kedua, dateng nunggu sejam, baru diprint EKTPnya.

    Ribet yaa.. Hahahaha..

  • Wah ktp aku blm e-ktp huhu harus buru-buru buat niy… nice post mam…
    kindly mampir di postingan terakhir aku ya … Thank you

  • Devi Nur F

    Mbknya perekaman 2x ? Ektpku gk jdi” mbk….

  • Rica

    Sudah jadi blm mba e-ktp nya? Mau ambil tp takut uda jauh2 ksana tp zonk hehe

    • juliaamrih

      Terakhir sih belum, katanya nunggu sebulan lagi Mba’,:)
      Ini sudah balik ke perantauan lagi, trus persiapan melahirkan, jadinya nggak fokus ke e-ktp lagi.. 🙂

  • indra

    maaf mau tanya barang kali ada yang tau, ktp saya berakhir 2017 ini masa berlakunya .. ada yang bilang tidak perlu di urus lagi kata seketaris desa dan ada juga yang bilang perlu karna ada yang udah buat e ktp yang masa berlakunya seumur hidup sekarang tapi katanya kok belangko ktp nya belum ada !! apa ada yang udah jd nya untuk 2017 ini ?.. trimah kasih

    • juliaamrih

      Mertua saya buat e-ktp tahun kemarin memang berlaku seumur hidup. Sekarang e-ktpnya berbentuk lembaran kertas, berlaku sementara.

  • Juny

    Welaaaahhhh…..sya nunggu jdi e – ktp nya sdh 4 bulan nga jadi jadi..sampe skrg…ampunn DJ..
    ….

  • Pingback: Cara Membuat Akta Kelahiran Gratis 2017 – sepradik.com

  • Mbak benerin ktp di mojokerto di sebelah mana

  • Rose Die

    kalo punyaku dah jadi e-ktp. buat ngurus akte si kecil kok tiba2 salah ini .. salah nama. loh emang nya yang dibuat pedoman buku nikah apa ijazah ? apa terbitnya buku nikah lebih dulu an dari ijazah ? kok nama ku di rubah versi buku nikah yang salah tulis. tak kira ijazah sd terbit duluan dari pada buku nikah

  • Faridhotul Khoiriroh

    Saya sudah rekam 2 kali mba d sewaktu masih sekolah SMA dan waktu ada dari capil keliling ke desa2, waktu itu bertepatan di bulan september 2016. Tapi sampai sekarang belum jadi2 juga😢

  • Sya foto e-ktp ikut desa tgl 26 des 2016 sampai sekarang aja belom jadi…ktp semen tara dibali gak berlaku terpaksa harus sembunyi” kayak maling…dijaman serba modern sekarang tambah susah buat e-ktp aja … negara maju korup nya tambah maju.ampun pemerintah

  • Padahal surabaya udah ada blangko kenapa mojokerto masih belom ada ya…? 7 bln menanti e-ktp😳😳😳 aja

    • juliaamrih

      Kemaren sebagian yang barengan dengan saya sudah dapet, cuma punya saya masih menunggu. Mau bagaimana lagi, bisanya menunggu aja.

  • ayuaditak

    Malah aku udah rekam data sejak juli 2016, laah sampe juli 2017 blum jadi juga tuh e-ktp. Nyesek lah ga bisa dibuat ngurus dokumen2 😥

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *