Lima Barang yang Selalu Ada di Tas Saat Punya Dua Balita

Lima barang wajib di tas

Lima Barang yang Selalu Ada di Tas Saat Punya Dua Balita.

 

Sebenarnya tema ini sudah pernah saya tulis beberapa tahun yang lalu, kala anak baru satu. Waktu itu abang baru berusia satu tahunan, masih digendong kemana-mana.

Kali ini ternyata tema #BPN30daysChallenge adalah tentang hal yang sama, lima barang yang selalu ada di tas. Tapi kali ini anaknya sudah dua. Si abang sudah berusia 4 tahun 9 bulan, adik baru 1 tahun 9 bulan. Kita lihat, apakah barang-barangnya masih sama? Ini dia lima barang yang selalu saya bawa.

  1. Diaper

Ketika abang sudah lepas diaper, ada sedikit perasaan lega di hati. Itu berarti space untuk popok di dalam tas sudah berkurang. Tapi ketika si adik lahir, maka ruang untuk diaper kembali muncul, haha.

Jadi kemanapun dan dimanapun kalau keluar bersama adik, di dalam tas harus ada minimal satu diaper. Karena kadang si adik ini tak terduga. Bisa saja muntah, diapernya bocor, dan lainnya. Apalagi pas masih pakai merek yang lama, setiap pup pasti tembus. Karena itu saya pastikan selalu membawa diaper ketika pergi bersama adik lengkap dengan plastik untuk membungkus sampah. Meski saya mendukung gerakan mengurangi plastik, tapi kalau tak bawa plastik, bisa heboh sendiri apalagi bila adik sampai pup.

  1. Baju ganti

Punya dua balita itu harus sering melalui hari-hari tak terduga. Kadang ia muntah, lalu bajunya kotor. Kadang bajunya basah saat minum, kadang ketumpahan makanan, dan lainnya. Meski abang sudah berusia 4 tahunan, ini juga masih berlaku padanya. Tapi tidak terlalu sering lagi, karena dia mulai mengerti dan sedikit bisa.

Karena itu bila pergi bersama anak-anak saya selalu pastikan membawa baju ganti. Terutama kalau yang agak lama dan jauh. Untuk abang cukup satu kaos, untuk adik minimal dua pasang baju lengkap dengan celana.

  1. Tisu

Sebenarnya kita diminta mengurangi pemakaian tisu ya, untuk menjaga kelestarian alam. Semakin sedikit tisu yang digunakan, semakin sedikit pohon yang ditebang di hutan. Itu sih yang saya pahami.

Tapi sebagai ibu dengan dua balita, ini agak berat. Karena selalu saja ada yang mereka lakukan yang membuat kotor. Entah itu makan, minum, atau main. Mungkin bila nanti ada kain lap yang praktis dan serbaguna, saya akan mengganti tisu dengan kain ini.

  1. Minyak telon

Ujung-ujungnya selalu tentang balita, haha. Minyak telon ini merupakan salah satu benda penenang untuk anak-anak. Habis digigit semut atau serangga, gatal, muntah, dan lainnya. Biasanya setelah diolesi minyak telon mereka akan otomatis tenang dan berhenti merengek. Mungkin efek sugesti juga, haha.

  1. Dompet lengkap dengan uang receh, KTP, kartu ATM, dan uang tunai

Saya termasuk yang kurang suka dengan kembalian belanja yang berupa permen. Apalagi kasir yang langsung saja memberikan kembalian permen tanpa minta izin kepada si empu. Padahal kalau saya belanja dengan permen belum tentu mereka mau menerima. Ditambah lagi kalau diberikan kembalian permen, anak-anak akan berebut minta permen.

Saya bukannya anti dengan permen, hanya saja bila para kasir setidaknya meminta izin terlebih dahulu, tentu saya akan lebih ridho. Karena itu saya pastikan di dompet selalu ada uang receh, agar tidak ribut hanya karena perkara sepele seperti ini.

Kalau untuk KTP, saya juga pastikan selalu membawa, kecuali bila lupa. Karena kalau terjadi sesuatu di jalan atau dimanapun, KTP bisa menjadi identitas diri. Selain itu karena saya lumayan sering naik kereta, KTP jadi barang wajib agar tetap boleh naik, haha. Untuk uang dan kartu ATM sudah jelas ya, karena ibu menyusui itu paling tak kuat dengan godaan jajan atau semacamnya, haha.

 

Itulah beberapa benda wajib di dalam tas. Bila ketinggalan rasanya seperti ada yang kurang. Apalagi saya tipe orang yang panikan. Kamu juga punya barang wajib di dalam tas? Sharing di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *