Lima Fakta tentang Masa Kecil Nabi Muhammad yang Saya Ketahui

Fakta masa kecil Rasulullah

LimaLima Fakta tentang Masa Kecil Nabi Muhammad yang Saya Ketahui. (Picture credit to pixabay).

 

Sebenarnya, tema #BPN30daysChalleng kali ini adalah tentang lima fakta mengenai diri saya. Tapi kemudian saya pikir siapa saya sampai orang lain harus tahu tentang saya, haha. Mungkin kalau suatu saat saya sudah jadi blogger femes atau penulis terkenal, akan ada wartawan yang mewawancarai saya untuk menanyakan hal ini.

Nah, daripada membahas diri saya yang banyak sekali kekurangannya, lebih baik saya membahas mengenai the one and only manusia terbaik yang pernah ada, Rasulullah SAW. Beliau adalah seorang nabi dengan sifatnya manusiawi sekali tapi bahkan untuk mengikuti semua sifatnya sama persis, akan sangat sulit bagi manusia, saking sempurnanya akhlak Beliau.

Sebagai seorang muslim, yang merasa bangga dan bahagia dengan agama yang dianut, sudah selayaknya kalau kita penasaran dan jatuh hati dengan pembawa risalah ini, dialah Rasulullah. Selama ini selain melalui artikel di internet, buku yang dibaca untuk mengenal sejarah hidup Rasulullah adalah melalui buku sirah nabawiyah. Meskipun belum khatam semuanya, karena harus pelan-pelan membacanya. Semoga suatu saat saya bisa menuliskannya dengan bahasa yang lebih sederhana agar lebih banyak orang yang tertarik dengan buku bagus ini.

Baiklah, kita langsung saja ke inti tulisan. Inilah lima fakta yang saya ketahui tentang Rasulullah.

  1. Rasulullah terlahir sebagai yatim

 

Rasulullah lahir pada tanggal 12 rabiul awal, bertepatan dengan 20 April 570 M. Ibunya bernama Aminah binti Wahab, sedagkan ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib. Ketika lahir, ayahnya sudah meninggal dunia. Ia kemudian diasuh oleh Bunda Aminah bersama kakeknya Abdul Muthalib. Seharusnya memang begini dalam islam, anak yang ditinggal mati oleh ayahnya, diasuh dan dibesarkan oleh keluarga sang ayah. Sehingga akan mengurangi beban sang ibu. Sudahlah sedih ditinggal suami, sekarang harus berjuang sendiri merawat sang buah hati. Tapi sayang tak banyak yang tahu dan sadar akan hal ini, sehingga jamak kita lihat para janda yang bekerja keras banting tulang menghidupi anak-anaknya. Belum lagi ditambah stigma negatif dari masyarakat.

  1. Rasulullah disusui oleh Halimah hingga usia 4 tahun

Informasi ini saya baca dari buku Halo Balita dengan judul Kisah Nabi Muhammad. Jadi pada zaman dulu di kalangan arab ada sebuah tradisi mencarikan ibu susu bagi anaknya, sehingga anaknya tidak terjangkit penyakit yang sama dengan orang di daerah itu. Tentu pada zaman itu dilihat betul silsilah keluarga dan ditandai karena nantinya saudara sepersusuan haram untuk menikah.

Ini juga sebenarnya yang ditakutkan dengan bank susu yang direncanakan orang-orang. Saya tidak tahu pasti bagaimana teknisnya, tapi bila memang kemudian bank susu itu ditampung di suatu tempat tanpa melihat siapa dan bagaimana keluarganya, yang ditakutkan adalah mereka saudara sepersusuan malah di kemudian hari menikah. Yang paling aman menurut saya adalah menjadi ibu susu dari anak saudara sendiri, karena gampang mengingat dan masih jarang dua sepupu menikah.

Setelah usia 4 tahun, Rasulullah diantarkan kembali kepada ibunya, Aminah binti Wahab.

  1. Di usia 6 tahun, Ibunda Rasulullah wafat

Ketika usianya 6 tahun, ibunya mengajak Rasullah kecil untuk ziarah ke makam ayahnya di Madinah. Dalam perjalan pulang, ibunya sakit dan dimakamkan di Abwa’. Kemudian Rasulullah diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Jelas sekali ya, bahwa yang mengasuh adalah dari pihak ayah, bukan ibu. Tapi meskipun Rasulullah adalah anak yatim, Beliau adalah manusia yang terjaga akhlak dan kepribadiannya, karena langsung dijaga oleh Allah.

  1. Setelah kakeknya wafat, Rasulullah diasuh oleh pamannya.

Setelah sekitar dua tahun diasuh oleh kakeknya, akhirnya kakeknya pun sakit lalu meninggal dunia. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya, Abu Thalib hingga dewasa. Jadi meskipun kakeknya telah tiada, pengasuhan tetap turun ke keluarga ayahnya, yaitu pamannya.

  1. Rasulullah bekerja sebagai penggembala kambing

Ketika bersama pamannya, Rasulullah bekerja sebagai penggembala kambing. Ketika menggembala kambing, beliau banyak merenung dan berpikir tentang kehidupan. Rasulullah pertama kali pergi ke Syam bersama pamannya di usia 12 tahun (memang ada perbedaan pendapat tentang hal ini, tapi saya memilih pendapat ini). Ini pula salah satu acuan Ustadz Harry Santosa tentang Fitrah Based Education, bahwa anak usia 10-14 tahun harus ikut magang untuk memperdalam ilmu, sehingga ketika usia 15 tahun saat mereka baligh, mereka telah siap menghadapi dunia karena pernah terjun langsung.

 

Itulah sedikit tentang fakta dasar yang saya ketahui tentang Rasulullah. Sebenarnya masih banyak fakta lainnya. Tapi sejauh ini yang saya yakin untuk menuliskannya baru sebatas itu. Mohon maaf bila ada salah tulis atau salah informasi, silahkan koreksi dengan baik di kolom komentar. Semoga bermanfaat. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *