Lima Warung Rumahan di Paiton Ini Membantu Saya Bila Sedang Tak Masak

Warung makan Paiton

Lima Warung Rumahan di Paiton Ini Membantu Saya Bila Sedang Tak Masak.(Picture credit to pixabay)

 

 

Tema #BPN30daysChallenge kali ini adalah tentang review lim warung makan favorit keluarga. Tapi nyatanya sudah lama sekali kami tidak makan bersama di luar. Bukan karena apa-apa sih, tapi si adik sedang dalam masa aktif-aktifnya, jadi kalau pun makan di luar, kami memilih untuk bungkus. Kecuali bila di tempatnya disediakan lesehan.

Selain itu, belakangan ini saya lebih sering masak sendiri. Meski memang masih masakan sederhana, kadang saya suka sedih sendiri kalau anak-anak dan suami keseringan makan masakan orang lain, apalagi ternyata rasanya nggak jauh beda bahkan lebih buruk, huhu.

Tapi sesekali kami pun masih membeli makan di luar, ketika saya sakit atau bangun kesiangan, atau di rumah belum ada bahan karena tukang sayur kesiangan. Atau karena saya memang sedang malas masak, haha.

Beruntung sekali kami tinggal di desa, harga makanan dan masakan masih sangat ramah sekali di kantong. Dengan uang lima ribu rupiah saja, kita sudah bisa sarapan nasi kuning hampir komplit. Mau tahu apa saja warung rumahan andalan pilihan kami saat saya tak sempat masak? Chek it out!

  1. Warung nasi kuning samping SMA 1 Paiton

Warung ini kami ketahui ketika dulu masih mengontrak rumah di belakan SMA 1 Paiton. Warung nasi kuning ini lumayan ramai pembelinya, karena harganya yang murah dan rasanya yang enak. Pemiliknya adalah ibu-ibu yang baru saja ditinggal pergi suaminya.

Harga seporsi nasi kuning di sini lengkap dengan mie, tahu bali, tempe kering, dan sambel adalah Ro 5.000, bila ditambahi telur jadi Rp 7.000. Porsinya sangat mengenyangkan untuk sarapan. Jangan khawatir bagi kamu yang butuh pagi-pagi sekali, karena mulai dari jam 5an, warung ini sudah buka. Tutup sekitar jam 12 siang.

  1. Warung sederhana selera Bu Rais

Nama pemiliknya Bu Rais. Menu di sini lebih variatif dari di nasi kuning tadi. Ada lodeh, tumisan, mie, ikan bumbu, ayam goreng, tahu dan tempe goreng, telur dadar, telur ceplok, dan lainnya.

Menu yang paling sering kami pesan adalah nasi campur dengan ikan bumbu. Kalau abang anak pertama saya paling suka dengan tumisan wortelnya. Bila mau tambahan sayur, kita bisa membeli lodehnya saja seharga Rp 3.000 untuk sepanci kecil. Harga nasi komplit dengan tumisan, mie, dadar jagung, tempe dan ikan bumbu adalah Rp 8.000. Bila ikan sedang mahal, naik seribu rupiah. Untuk porsi nasi, Bu Rais memberikan porsi jumbo untuk nasi. Jadi dijamin bakal kekenyangan bila makan di sini.

  1. Warung gudeg depan kantor polisi Paiton

Warung ini belum lama buka, tapi saya dan suami lumayan cocok dengan masakannya. Ada gudeg, cecek dimasak santan, dan sambel. Rasa sambelnya pedas sekali, tapi perpaduannya cocok. Harga satu porsi lengkap dengan ayam santan adalah Rp 10.000. Tapi nasi di sini paling sedikit diantara warung yang lain. Jadi biasanya kalau beli di sini pas lapar, terpaksa harus nambah nasi sendiri, haha.

  1. Warung Bebek purnama cabang Paiton

Meski di tempat asalnya, Surabaya, warung ini mengklaim bahwa Warung Bebek Surabaya tak pernah membuka cabang dimanapun, nyatanya ada banyak warung serupa termasuk di Paiton. Lokasi tepatnya di pasar baru Paiton, di kawasan kuliner yang paling depan.

Menunya berupa lalapan ayam atau bebek dengan tambahan serundeng (kelapa sangrai) yang gurih, dan sambal pedas yang maknyus. Harga seporsi nasi ayam lalapan di sini sekitar Rp 17.000.

  1. Warung lalapan jusela

Warung ini terletak di pinggir jalan pantura, tak jauh dari jalan masuk ke jalan lapangan. Menunya hampir sama dengan purnama, hanya rasa dan porsi lebih menarik warung ini. Tambahan lagi, tidak ada kelapa serundeng di menu warung ini. Harga lalapan ayam seporsi adalah sekitar Rp 18.000. Untuk kamu yang suka bebek dan burung dara, juga tersedia di warung ini.

 

Itulah lima warung andalan bila saya sedang tak masak. Terima kasih kepada semua warung yang telah membantu ibu-ibu bila sedang tak masak, haha. Kamu juga punya warung favorit? Share di kolom komentar ya, terima kasih. Semoga bermanfaat.

Catatan: Mohon maaf, untuk foto warung dan makanan menyusul, karena sedang tidak di tempat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *