Makanan Khas Bangka yang Saya Rindukan Sejak Pindah ke Jawa

Sejak menikah dan pindah ke Jawa mengikuti suami, ada banyak hal yang harus saya pelajari dan mulai beradaptasi dengannya. Mulai dari budaya, bahasa, makanan, dan lainnya.

Kalau budaya mungkin tak terlalu jauh ya, karena kan masih sama-sama muslim dan adat timur. Bahasa dan makanan mungkin yang lumayan lama adaptasinya. Kalau di Bangka, banyak sekali makananĀ  olahan ikan, di Jawa (terutama Mojokerto tempatnya mertua), jarang sekali ada olahan ikan segar.

Kalau bahasa mungkin bisa sambil jalan ya, belajar bahasa Jawa dengan suami atau sering-sering mendengar orang yang bicara. Tapi bila sedang rindu sekali dengan makanan kampung halaman, rasanya mau saat itu pula pulang kampung dan menikmati makanan khas sana. Ini dia beberapa makanan khas Bangka yang sering saya ridukan.

1. Rusep

Rusep ini adalah olahan ikan fermentasi. Biasanya dicampur dengan bawang merah potong dan cabe kecil. Dicolek lalapan atau ikan panggang, bisa membuat nasi habis lebih dari sepiring. Sayangnya suami kurang suka karena bau olahan ikannya. Jadi saya pun jarang membawa rusep ke Jawa. Makannya harus di rumah Bangka.

2. Lempah darat

Semacam sayur bening, tapi isinya mirip sayur asem. Hanya saja ditambah terasi dan bumbunya dihaluskan. Bahan yang palin umum adalah pepaya hampir matang dan daun katuk. Kalau ini sesekali saya masak di rumah. Tapi entah mengapa sensasinya berbeda dengan makan langsung dari daerah asalnya sana.

3. Otak-otak panggang

Masih dengan olahan ikan, semacam empek-empek, tapi direbus, dibungkus daun pisang, dan dibakar. Dicocol dengan tauco pedas lebih menggoda. Sayang saya tak pandai membuatnya, padahal suami juga suka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *