Mengajak Anak-anak Sholat Tarawih di Masjid

Alhamdulillah kurang dari 100 hari lagi kita akan bertemu dengan bulan ramadhan. Semoga kita semua bisa bertemu kembali dengan bulan penuh keberkahan dan mempersembahkan ibadah terbaik yang kita bisa, Aamiin.

Untuk ibu menyusui dengan dua balita di rumah, bulan ramadhan ini akan jadi tantangan tersendiri untuk saya. Bila tahun kemarin saya menjalani puasa sambil menyusui adik yang baru berusia 5 bulan, kali ini saya harus kembali berpuasa sambil menyusui adik yang kini telah berusia 11 bulan juga sembari menemani si Abang yang berusia 3 tahun 6 bulan.

Sejak menikah, saya telah melalui bulan ramadhan dengan berbagai episode. Saya pernah puasa ketika hamil di awal tri semester saat mengandung anak kedua, di akhir tri semester saat mengandung anak pertama, menyusui anak pertama dan kedua, menyusui sambil mengasuh satu balita, dan terakhir menyusui sambil mengasuh dua balita. Kecuali yang pertama kali puasa saat hamil, karena saya sudah harus melahirkan dan sudah menjalani masa nifas, sisanya semua puasa saya penuh, Alhamdulillah.

Selain kelelahan dan lapar yang harus dilalui saat puasa sambil mengasuh balita, sholat tarawih di masjid adalah tantangan lain yang harus saya lalui. Meski wanita memang lebih diutamakan sholat di rumah, tapi bagi saya, sholat tarawih di masjid meninggalkan kerinduan tersendiri. Apalagi sejak kecil saya terbiasa sholat tarawih di masjid.

Karena itu, meski sudah dianugerahi dua balita, saya pun masih menyempatkan diri untuk sholat tarawih di masjid. Meski tak bisa full sebulan penuh tarawih di masjid (entah karena kadang adik atau abang rewel atau ngantuk, pekerjaan rumah yang belum beres, atau  lainnya) tapi lumayan mengobati keinginan untuk tarawih di masjid. Oh ya, mungkin ada yang bertanya, mengapa anak-anak tidak dititipkan saja? Selain karena kami tinggal jauh dari keluarga dan tidak punya ART, menurut saya ini juga bisa jadi salah satu pembiasaan kepada anak-anak tentang ibadah di bulan ramadhan.

Agar bisa sholat tarawih di masjid dengan lancar bersama para balita, saya punya beberapa tips dan trik yang barangkali juga bisa diterapkan ibu-ibu yang juga ingin sholat tarawih di masjid bersama balita.

1. Pilih masjid yang ramah anak

Penting sekali untuk memilih masjid atau mushola yang ramah anak. Karena bagaimanapun hebatnya orang tua meminta anak untuk tenang, mereka tetaplah anak-anak. Kadang sesekali mereka berisik, menangis atau jalan-jalan keliling. Memang tugas orang tua agar bisa menjaga anaknya sehingga tak mengganggu jamaah yang lain, tapi ketika masjid tak ramah anak, mereka akan memarahi anaknya, bukan memberi tahu orang tuanya. Maksudnya memberitahu si anak boleh-boleh saja, tapi jangan sampai memarahi si anak sehingga mereka jera mau ke masjid lagi. Karena suami pernah menyaksikan hal ini. Waktu itu suami dan si abang sedang sholat ke masji, ada seorang bapak dan anaknya yang juga sholat, sepertinya mereka bukan orang setempat, karena baru kali itu terlihat. Kala itu anaknya berisik, lalu anaknya langsung dimarahi oleh Bapak-bapak yang baru selesai sholat. Tapi ini bukan berarti kita sebagai orang tua membiarkan si anak berisik ya, tetap kita minta anak-anak agar tenang, sehingga tak mengganggu jamaah lain.

2. Datang lebih awal

Biasanya saya akan memilih tempat di belakang pojok, dekat dengan pintu keluar. Pokoknya saya akan mencari tempat yang enak dan aman untuk menyusui, karena si adik masih menyusui, lalu dekat dengan pintu keluar, Karena abang pasti akan bosan, jadi dia bisa keluar melihat-lihat. Nah, agar bisa mendapatkan tempat sholat yang sesuai kemauan, saya harus datang lebih awal, sehabis berbuka langsung berangkat.

3. Sigap mendengar tangis si kecil

Meski niat kita mau ibadah di masjid, jangan sampai kehadiran kita malah mengganggu kekhusyukan jamaah yang lain. Apalagi ini hanya sholat sunah, jadi ketika adik atau abang mulai menangis, saya akan berhenti untuk menenangkan mereka. Ketika keduanya sudah tenang, baru melanjutkan sholat lagi.

4.. Bawa mainan

Anak-anak kan gampang bosan, jadi kadang saya bawakan mereka mainan agar fokus pada mainannya. Tapi sebisa mungkin bukan mainan yang berisik, mainan seperti boneka, gambar atau mobil. Meski ini kurang baik menurut saya, karena kita kan mau melatih mereka untuk sholat, tapi agar kita bisa fokus sholat, saya pun kadang memberi mereka mainan.

5. Bawa makanan dan minuman

Ini senjata terakhir sih, agar mereka tenang. Tapi sebisa mungkin bukan makanan yang gampang hancur, sehingga mengotori masjid. Atau setelah sholat, saya pastikan tak ada sampah bekas makanan anak-anak yang tertinggal.

Untuk minuman, agar tidak bingung bila anak-anak haus, saya selalu membawa sebotol kecil air minum.

6. Bawa baju, popok dan tisu

Anak-anak itu kan sering tak terduga ya, kadang mereka makan bajunya kotor, atau main air bajunya basah, atau pup di popok. Jadi penting sekali untuk saya membawa beberapa perlengkapan ini, popok, baju ganti, dan tisu, juga plastik tempat popok kotor.

6. Sounding kepada si kecil

Sebelum berangkat, dari rumah anak-anak sudah diberitahu terlebih dahulu, bahwa nanti malam kita akan sholat tarawih di masjid, jangan berisik, harus tenang, dan sebagainya. Pesan ini bisa juga disampaikan saat membaca buku atau bercerita. Jadi  mereka telah saya sugesti terlebih dahulu, agar bisa tenang di masjid.

Setelah melakukan ketujuh hal di atas, apakah anak-anak langsung tenang dan saya bisa sholat dengan tenang? Nggak juga sih, kadang anak-anak masih menangis, entah karena diganggu temannya, jatuh, atau lainnya. Tapi minimal saya sudah berusaha. Kadang saya juga tak bisa full tarawih, hanya 2 atau 4 rokaat, sisanya sibuk menyusui si adik. Tapi saya yakin, yang Allah lihat bukan hasilnya, melainkan prosesnya. Semoga kesusahan dan kesibukan saya mengajak anak-anak untuk sholat tarawih di masjid suatu saat bisa menjadi pemberat amal saya di akhirat, Aamiin. Soalnya bila sholat di masjid, otomatis saya melakukannya di awal waktu. Namun bila di rumah, harus menunggu anak-anak tidur, dan biasanya larut malam, sehingga menyulitkan saya untuk bangun sahur keesokan harinya.

Kamu juga punya pengalaman tarawih bersama anak-anak ketika ramadhan? Sharing di kolom komentar yuk! Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *