Mengenang Kembali Masa Menyusui Si Kecil dan Review Produk ASI Booster Tea

 

Mengenang Kembali Masa Menyusui Si Kecil dan Review Produk ASI Booster Tea.

Alhamdulillah, usia kehamilan kedua ini sudah menginjak 36 week, itu berarti kalau menyamakan dengan kakaknya dulu, sekitar satu atau dua minggu lagi di rumah akan ada bayi mungil lagi, Aamiin. Syukurnya lagi, di kehamilan kedua ini tidak ada keluhan yang berarti dan semuanya dalam keadaan sehat, sehingga semoga saya bisa melahirkan dengan mudah melalui persalinan normal, Aamiin.

Bicara tentang bayi baru lahir, tentu tak lepas dari pemberian ASI, yang mana setelah ini berarti saya harus berjuang dari nol lagi untuk si adik. Semangat!

Nah, kali ini saya mau nostalgia lagi mengingat masa-masa saya dulu memperjuangkan ASI untuk si kecil yang sebentar lagi akan menjadi kakak.

Awal-awal memberikan ASI

Entah bagaimana dan mengapa di kehamilan pertama dulu kami sampai telat mengetahui informasi seputar ASI, terutama tentang info seputar kecukupan ASI di masa-masa awal kelahiran bayi. Mulai dari IMD (Inisiasi Menyusui Dini) hingga ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil, sehingga seharusnya bila tidak disusui selama 3×24 jam bukanlah masalah besar bagi si bayi.

Dari awal menikah saya dan suami sudah sepakat bahwa InsyaAllah anak-anak kami nanti akan diberikan ASI sesuai dengan haknya, selama minimal 2 tahun. Selain karena bisa bernilai ibadah, juga karena kandungan gizi yang sangat lengkap dan baik yang ada di dalam ASI bagi si bayi. Karenanya, dari awal memilih tempat bersalin, kami sudah mewanti-wanti bahwa kami tidak akan memberikannya susu formula. Sayangnya, karena tinggal jauh di desa dan minim rumah bersalin, akhirnya pilihan kami jatuh pada satu-satunya rumah sakit bersalin yang ada di sini, dan ternyata mereka tidak begitu pro ASI. Ini dibuktikan sejak awal kami merencanakan persalinan, mereka langsung saja menanyakan merk susu formula apa yang nanti akan diberikan.

Akhirnya masa bersalin pun tiba. Alhamdulillah tidak perlu menunggu terlalu lama, si kecil keluar dengan selamat. Maka kami pun langsung meminta untuk IMD kepada dokter kandungan yang menangani saya waktu itu. Sayangnya, karena minimnya informasi, akhirnya IMD Cuma diberikan waktu sebentar, sekitar 5 menit, padahal berdasarkan informasi yang saya baca, IMD bisa dilakukan bahkan sampai satu jam lamanya.

Waktu itu saya melahirkan dini hari, sekitar jam 1 pagi. Kalau tidak salah, saya sempat disuntikkan beberapa macam obat dan juga bius. Karenanya, sembari menunggu pagi, saya dan bayi pun dipisahkan untuk sementara. Pagi harinya, sekitar jam 8 atau 9an, barulah bayi diantar ke kamar inap untuk disusui. Sayangnya, ketika melihat bayi di ruang penghangat, ada sebotol air putih yang diletakkan di sebelah bayi kami kala itu, entah sudah diberikan atau belum kepada bayi kami waktu itu. Yang pasti, karena kami meminta no sufor, akhirnya mereka mengganti sepihak sufor tersebut dengan air putih. Duh, sedih sekali rasanya.

Dari awal dilahirkan ketika dini hari hingga pagi hari, si kecil tidur terus, tak terlalu mau bangun. Karenanya ketika disodorkan ASI langsung pun, ia tak mau dan memilih tidur. Karenanya, kemudian ASI saya dicoba untuk diperah. Tapi sayangnya, mungkin karena pengaruh obat dan sedikit stres dan takut tidak bisa menyusui dengan benar, asi saya tidak keluar dengan deras. Hanya sedikit yang keluar, dan itu pun langsung dibuang oleh si nakes. Bukannya malah membantu, mereka malah membandingkan dengan pasien lain, bahwa ibu lain ASI nya langsung mengucur deras. Duh, makin sedih lah saya waktu itu. Jika kami sempat membaca informasi seputar ukuran lambung bayi dan kebutuhan bayi baru lahir tentang ASI, mungkin kami tak akan sepanik itu.

Tapi untungnya kami tetap mantap untuk tidak memberikan sufor dan tetap ASI. Saya usahakan untuk terus positif thingking bahwa ASI saya cukup dan banyak. Alhamdulillah akhirnya pada malam harinya saya bisa tidur bersama si kecil di ruang inap dan langsung menyusui non stop, hanya berhenti beberapa jam saja.

Kendala dan Mitos Seputar ASI

Menyusui kapan pun dan dimana pun.

Drama pemberian ASI tidak berhenti begitu saja di rumah bersalin. Sepulangnya ke rumah, si kecil sepertinya tidak bisa jauh dari botol susunya. Tiap beberapa jam sekali dia akan merengek minta disusui. Dan itu berlangsung dari pagi hingga ke malam. Akhirnya mau tak mau ada juga orang-orang sekitar yang nyeletuk dan mempengaruhi bahwa ASI saya kurang dan sebaiknya ditambah dengan sufor. Dengan kondisi mental yang belum stabil, serta masih menahan sakit karena jahitan, hampir saja saya menyerah karenanya. Alhamdulillah ada suami yang selalu menyemangati saya setiap kali saya hampir putus asa.

Akhirnya, demi agar ASI saya cukup dan melimpah untuk si kecil, semua saran orang-orang sekitar pun saya lakukan. Mulai dari konsumsi sayur bening katuk setiap hari, konsumsi buah pepaya setiap hari, minum jamu, sampai makan sebanyak 7 hingga 8 kali dalam sehari pun saya lakukan. Bahkan demi mencukupi angka 8 kali makan dalam sehari, saya rela bangun tengah malam dan makan dalam kondisi yang masih mengantuk dan tidak terlalu lapar.

Hingga akhirnya saya tahu, bahwa kunci sukses ASI yang utama adalah pada pikiran dan perasaan ibu. Semakin tenang dan bahagia seorang ibu,maka semakin baiklah hormon penghasil ASI dalam memproduksi ASI untuk si kecil. Selain itu, karena ASI bersifat depend on demand, jadi semakin sering disedot, makan semakin banyak yang keluar.

ASI Booster Tea, Cara Baru untuk Meningkatkan Produksi ASI

Selain harus senang, ibu menyusui juga perlu mengkonsumsi makanan yang sehat dan penuh gizi sehingga bisa menyusi dengan sepenuh hati. Salah satu cara praktis untuk meningkatkan produksi ASI adalah mengkonsumsi booster ASI yang tidak hanya sehat, tapi juga enak.

Adalah ASI Booster Tea, sebuah produk minuman teh pelancar ASI, yang dapat meningkatkan produksi ASI semaksimal mungkin hanya dalam waktu 24 jam.

Berikut ini keunggulan ASI Booster Tea dibandingkan yang lain :
• Melancarkan ASI dalam waktu 24 Jam – 72 jam
• 100% herbal yang aman untuk ibu & bayi
• Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula
• Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui

Selain itu, Asi Booster Tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh melimpahkan asi sekaligus benar-benar aman bagi ibu & bayinya. Adapun komposisi ASI booster Tea (walaupun tanpa kandungan daun teh) yaitu Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat kandungan yang ada di dalam ASI Booster Tea.

Manfaat kandungan dalam Asi booster tea. (Sumber asi.web.id)

Karena itu, ASI booster tea bisa menjadi pilihan para bunda yang ingin mencari minuman booster ASI yang enak, namun juga sehat.

Semangat untuk Terus Menyusui Bunda!

Alhamdulillah, lulus ASI dan sebentar lagi sudah mau jadi kakak.

Alhamdulillah, kini usia kakak sudah 2,6 tahun. Sudah lepas ASI sejak usianya 2 tahun. Akhirnya semua drama dan ujian yang saya lalui ketika memberikan ASI dulu, membuahkan hasil lulusnya si kakak menjadi anak ASI, 6 bulan, 1 tahun, hingga 2 tahun, Alhamdulillah.Tulisan ini tidak bermaksud untuk menghakimi para bunda yang tidak bisa memberikan ASI pada bayinya. Namun semoga bisa menjadi penyemangat bagi para Bunda yang sedang berjuang memberikan ASI. Ayo terus semangat Bunda! InsyaAllah kita bisa dan Allah akan memberikan jalan untuk kita. Terus semangat memberikan ASI ya Bunda! 🙂

[Sponsored post]

 

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *