Menulis untuk Mewariskan Pemikiran

Sejak dulu saya ingin menjadi penulis. Melihat para penulis memaparkan isi buku yang ia tulis, memberikan banyak pengaruh kebaikan kepada orang lain, lalu berpenghasilan dari passion yang ia tekuni, bagi saya itu keren. Kemudian cita-cita menulis buku pun langsung terpatri di hati saya. Qodarullah Ayah dan Ibu tidak mengizinkan saya kuliah mengambil jurusan jurnalistik, karena saran dari tetangga yang juga jurnalis tapi hidupnya pas-pasan.

Namun mimpi menjadi penulis yang menulis buku tak pernah hilang dari kalbu. Entah ini passion saya atau bukan, tapi saya senang melakukannya, bila itu syarat sebuah passion. Seorang guru bahasa di SMP dulu pernah bilang, cara terbaik untuk bisa menulis adalah menulis di buku diari, dan saya pun melakukannya. Saya membeli buku diari lalu bercerita di dalamnya. Kebanyakan tentang curhat sih, haha. SejakSMP juga saya aktif menjadi pengurus majalah dinding dan kolom mingguan di koran harian di Bangka. Hampir semua kegiatan tulis menulis saya ikuti sejak SMP.

Lalu di SMA mulai jarang ikut kegiatan tulis menulis, karena saya sedikit minder, banyak yang lebih baik dibandingkan saya. Tapi saya masih sering ikut kegiatan KIR (Karya Ilmiah Remaja), lomba menulis cerpen (Alhamdulillah pernah juara 4 tingkat SMA di kabupaten Bangka), lomba baca pidato, yang pidatonya saya buat sendiri. Memang belum menang sih, tapi Alhamdulilllah jadi finalis.Sejak kuliah saya jarang sekali ikut kegiatan tulis menulis. Karena yang berminat juga kurang.

Buku karya Julia

Agar dapat melangitkan mimpi, dulu saya pernah membuatkan cover calon buku saya, tapi semuanya fiktif belaka ya, hehe.

Hingga akhirnya akhir 2011 yang lalu, ketika sedang Praktik Kerja Lapangan di Paiton sini, saya pun membuat blog gratisan di wordpress. Hingga akhirnya saya menikah dan memutuskan fokus di rumah, blog pun jadi teman keseharian saya. Saya pun mulai mengikuti berbagai komunitas blogger, seperti Kumpulan Emak Blogger, Blogger Muslimah,  Blogger Perempuan, hingga Ibu Ibu Doyan Nulis. Lalu mei 2016 lalu, saya pun migrasi dari blog gratisan ke blog berbayar, dengan niat agar lebih fokus monetize blog, haha. Ya, memang harus saya akui niat awal migrasi blog adalah agar lebih banyak job yang datang (kemudian tutup muka takut dikira matre).

Saya senang sekali, karena memang job yang datang lebih banyaj dibandingkan yang dulu saat masih gratisan. Tapi memang belum sebesar para blogger hits dengan nilai jutaan. Bayaran pertama yang saya terima waktu sudah pindah ke blog berbayar hanya Rp 50.000, dan saya sudah bahagia sekali karenanya, meski sebagian bilang jumlah ini merusak pasar dan lainnya. Tapi saya terima saja, karena waktu itu memang masih baru sekali. Waktu pun berlalu, Alhamdulilllah kini nilai bayaran sudah semakin naik, meski belum jutaan, haha.

Namun suatu ketika, saya masuk grup WA yang pematerinya adalah Bu Indari Mastuti. Di dalam grup itu, Beliau mengatakan agar bisa menjadi seorang penulis buku, salah satu caranya adalah memantapkan dan meluruskan niat. Niat ini bisa bermacam-macam, salah satunya adalah mewariskan pemikiran kepada anak cucu kita. Kemudian niat ini pula yang saya mantapkan di hati agar terus semangat menulis, terutama ketika menulis di blog, bahkan untuk ikut one day one post ini.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Sumber: https://almanhaj.or.id/4126-jagalah-dirimu-dan-keluargamu-dari-api-neraka.html

Sebagaimana perintah Allah dalam Alqur’an, untuk menjaga keluarga kita dari api neraka. Karena itu, selain dengan do’a, saya mencoba melalui tulisan-tulisan saya. Dengan harapan, begitu membaca tulisan saya, entah oleh anak, cucu, atau bahkan cicit saya nanti, mereka dapat mengambil hanya yang baik dari apa yang saya tulis. Sejak saat itu saya pun berusaha hanya menuliskan pemikiran yang baik dan benar lewat tulisan-tulisan saya. Semoga dengan begitu tulisan saya benar-benar dapat menjadi penjaga dan pemelihara saya dan keluarga dari api neraka, bukan malah sebaliknya.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *