Pantai Duta, Andalan Baru Wisata Pantai Probolinggo

Sebelum menikah dengan mas suami yang asli Jawa, ada satu hal yang sedikit saya takutkan. Bagaimana bila nanti saya rindu dengan semua yang ada di Bangka, alamnya, makanannya, hingga keluarga. Padahal jarak antara Paiton dan Bangka harus dilalui dengan dua kali naik pesawat terbang dan lima jam perjalanan darat.

Alhamdulillah, selalu ada jalan bila kita mau bersabar. Apalagi bila diniatkan menjalaninya karena Allah SWT. Bila rindu, saya bisa sering menelpon atau video call keluarga di rumah. Setidaknya ini bisa mengurangi kerinduan kami. Untuk makanan dan alam, Alhamdulillah ternyata Paiton tak seburuk yang saya pikirkan. Secara geografis, Paiton adalah desa yang dekat dengan laut dan gunung. Jadi untuk harga sayur dan ikan, di sini jauh lebih murah dibandingkan di Bangka. Karena itu, untuk anak pantai seperti saya, ini adalah informasi yang sangat menggembirakan. Itu berarti saya tetap bisa sering menikmati pantai, seperti di Bangka dulu.

Pantai Duta 2018

Suasana sebelum masuk ke pantai Duta.

Salah satu pantai yang sering kami kunjungi di Paiton adalah Pantai Duta. Pantai ini terletak di desa Randu Tatah, Paiton, Probolinggo Jawa Timur, yang merupakan asal usul nama pantai ini, pantai Duta, Randu Tatah.

Awalnya, saya tak begitu senang datang ke pantai ini. Pasir pantainya hitam, airnya agak kecoklatan. Namun lama-kelamaan pihak pengelola memperbaiki tampilan pantai ini. Sedikit demi sedikit pengelola mulai memperbaiki fasilitas yang ada di pantai Duta ini.

Untuk masuk ke Pantai Duta, kita akan diminta membayar Rp 10.000, untuk dua orang penumpang di sepeda motor, sudah termasuk di dalamnya biaya parkir.

Pantai Duta 2018

Pintu masuk pantai Duta.

Kini jalan masuk ke Pantai Duta sudah diperbaiki. Jalanan sudah di aspal dan tak berlubang lagi. Bila dari arah Surabaya menuju Paiton, kita akan melewati jembatan Randu Merak. Persis setelah melewati jembatan besar, nanti akan ada plang kecil bertuliskan Pantai Duta di sebelah kiri jalan. Dari situ, sekitar 500 meter jalan lurus, nanti akan terdapat kembali plang Pantai Duta. Setelah itu lanjut saja jalan lurus, dan kita akan menemukan Pantai Duta.

Ketika memasuki kawasan Pantai Duta, pengunjung akan disuguhi pemandangan hijau dari tanaman cemara laut di sepanjang kawasan pantai. Jadi nanti akan ada dua kawasan di pantai ini. Yang sebelah kiri area pengunjung yang dikelilingi pohon cemara laut, yang sebelah kanan area parkir dan penjual. Ada pintu gerbang yang membatasi dua area ini.

Pantai Duta 2018

Nuansa hijau pohon dikelilingi pohon cemara laut. Di sepanjang jalan juga terdapat beberapa plakat asmaul husna.

Karena dikelilingi pohon cemara laut, jadi suasana yang terasa adalah sejuk dan tidak panas. Angin laut yang membawa kesejukan, sementara rindangnya pohon cemara laut melindungi dari panasnya matahari. Selain itu, di area pengunjung juga disediakan sekitar 6 buah gazebo yang bebas dipakai siapa dan kapan saja. Nah, bila bingung mau duduk dimana dan tak mau repot, biasanya ada penyewaan tikar oleh warga setempat, cukup bayar Rp 5.000 saja.

Pantai Duta 2018

Sarapan dulu sebelum keliling.

Selain rindangnya pohon cemara laut, kita juga bisa menikmati keseruan naik kapal mengelilingi lautan pantai Duta secara gratis. Sayangnya kemarin tidak beroperasi karena ombanknya kencang sekali. Tak perlu khawatir untuk tempat sholat dan mandi, karena di sini sudah tersedia toilet dan mushola.

Daya tarik terbaru di Pantai Duta saat ini adalah, berdirinya duta walk, jadi semacam jembatan kayu yang dibangun di mengelilingi tanaman bakau di Pantai Duta, panjangnya sekitar 400 meter. Nah, selain bisa jalan-jalan dan menikmati alam, kita juga bisa sekaligus mengenal flora dan fatwa di Pantai Duta, yang dijelaskan melalui gambar sepanjang duta walk. Di penghujung jalan, akan ada semacam tangga menaik yang cocok untuk tempat foto.

Pantai Duta 2018

Duta walk, biar panas, ayo terus lanjut.

Pantai Duta 2018

Dua bocah yang dirayu dengan daun lalu mau difoto. Tolong jangan ditiru ya.

Pantai Duta 2018

Salah satu plakat informasi di duta walk.

Pantai Duta 2018

Naik tangga di ujung perjalanan.

Satu lagi yang saya suka di pantai ini, jadi Pantai Duta ini semacam pantai syar’inya Paiton. Beberapa plang menuliskan untuk jangan bercelana pendek ketika mandi dan mengunjungi pantai, serta jangan pacaran di pantai tersebar di beberapa area di pantai ini. Selain itu, di sepanjang jalan area pengunjung, juga terdapat beberapa plakat asmaul husna. Jadi sambil jalan-jalan bisa sambil dzikir, mantap nih.

Di sebelah timur pantai, tersedia bangunan terbuka cukup besar untuk pengunjung serta menara. Sayangnya kemarin saya sudah mengantuk berat, jadi belum sempat mencoba naik ke atas menara.

Pantai Duta 2018

Menara di sebelah timur pantai Duta.

Itu saja sekilas tentang Pantai Duta. Meski memang tak bisa sepenuhnya menggantikan suasana pantai di Bangka, tapi dengan daya tariknya sendiri, pantai ini bisa jadi pengobat rindu bila saya kangen kampung halaman. Jadi, kapan kamu mau ke sini bersama kekasih halalmu? #eh

Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *