Pentingkah Istri Menurut pada Suami?

Pentingkah istri menurut para suami

Pentingkah Istri Menurut pada Suami. Picture credit to pixabay.

 

Bagi seorang muslim, pernikahan adalah ibadah dengan interval waktu terlama yang dilakukan oleh seorang manusia. Bila sholat dapat dikerjakan hanya dalam hitungan menit, puasa hitungan hari, sementara haji hitungan minggu atau bulan, orang yang menikah dapat melaksanakan ibadah ini bertahun-tahun bahkan sampai akhir hayatnya. Nanti di hari akhir kita juga akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah kita lakukan kepada pasangan atau anak-anak kita

Karenanya, ketika meminta izin pada kedua orang tua untuk menikah, mereka selalu mewanti-wanti anak-anaknya untuk tak salah pilih, karena seharusnya tak ada yang menikah untuk berpisah. Semua yang menikah menginginkan bahagia. Meski perceraian adalah sesuatu yang dihalalkan, ini harusnya jadi jalan terakhir yang dipilih oleh sepasang suami istri untuk masalah dalam rumah tangganya.

Itulah pentingnya mempersiapkan pernikahan dengan baik, agar memang bahagia yang kita raih, bukan malah derita. Meskipun begitu, jangan kira mereka yang menikah isinya selalu tentang kebahagiaan. Kadang ada suka, duka atau luka. Oleh sebab itu dibutuhkan kerja sama yang kompak dari kedua belah pihak. Bukan hanya suami atau istri, melainkan suami dan istri. Seorang suami atau istri harus tahu hak dan kewajiban masing-masing, sehingga bisa memberikan yang terbaik dari dirinya untuk pernikahan tersebut.

Sebagai istri, salah satu tantangan setelah menikah adalah berlapang dada menjadi seorang yang dipimpin. Bila ketika lajang ia bebas menentukan apapun sendirian, semuanya serba semaunya (meskipun dalam islam sebenarnya yang benar adalah tetap memperhatikan ridho orang tua), ketika menikah ia harus siap dipimpin sang suami.

Lalu bila ada yang bertanya, seberapa penting seorang istri harus menurut pada suami? Menurut saya, jawabannya penting sekali. Dalam Islam bahkan dikatakan ridho Allah ada pada ridho suami. Kedengarannya kok enak sekali ya, kedudukan seorang suami, mau apa istri harus izin, mau keluar rumah, harus izin, dan lainnya. Semua karena tanggung jawab seorang suami memang berat dalam sebuah pernikahan.

 

“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi)

 

Bahkan seorang suami berkewajiban memelihara keluarganya agar dijauhkan dari siksa neraka. Jadi bila di dalam keluarganya ada yang nyeleneh atau banyak melakukan dosa, suamilah yang nanti akan dimintai pertanggung jawaban. Termasuk ketika suami tidak mau atau tidak bisa mendidik istri agar senantiasa taat pada Allah.

Karena hal inilah menurut saya, penting bagi istri untuk senantiasa menurut pada suami, terutama tentang ketaatan pada Allah.

Tapi untuk perkara yang menjauhkan diri dariNya, boleh saja istri tak mau menurut, namun tetap dengan etika yang baik, karena bagaimanapun suami adalah nakhoda bahtera rumah tangga kita.

Tentang menurut pada suami ini, saya perhatikan betul ibu saya yang telah menikah sekitar 34 tahun, bagaimana beliau menjaga dengan baik perkara menurut pada ayah kami, sang suami, mulai dari memberi hutang atau bahkan memintakan izin untuk saya ketika ada kegiatan di luar. Jadi ketika sekolah, bila ada kegiatan keluar, seperti pramuka atau lainnya, orang pertama yang akan saya mintai izin adalah ibu. Lalu ibulah yang akan menyampaikan kepada ayah. Bila ayah tak mengizinkan, ibu tidak akan berani memberi izin. Meski kadang ada beberapa hal yang ibu tak suka dengan keputusan ayah, tapi saya lihat ibu akan tetap melaksanakannya dengan penuh kerelaan. Dan saya kira, inilah salah satu kunci langgengnya pernikahan ayah dan ibu.

Meski saya terus belajar dan berusaha menjadi istri yang baik, dalam perjalanan menjelang 6 tahun pernikahan kami, saya juga selalu mengupayakan untuk bisa senantiasa menurut pada suami. Hampir semua hal saya minta izin pada suami. Mulai dari izin ikut acara blogger, beli buku, mengaji, hingga beli pulsa murah di traveloka.

Pulsa murah di traveloka

Harga pulsa di Traveloka. Kalau harganya oke begini, rasanya suami juga tak akan melarang saya membeli pulsa di traveloka, haha.

Bila suami melarang, saya usahakan tidak melakukannya. Walaupun terkadang bila saya ingin sekali dengan hal tersebut, saya akan melakukan lobi dengan mas suami atau kadang juga sedikit merayu, haha.

Itulah sedikit pendapat saya mengenai perkara menurut pada suami. Suami dan istri memiliki kewajiban dan haknya masing-masing agar rumah tangga senantiasa terjaga dan memberi bahagia. Menurut pada suami tidak serta merta membuat seorang istri hina di mata suami. Justru ketika seorang istri memaksimalkan segala suatu untuk keutuhan rumah tangganya, dengan serta merta suami juga akan melakukan hal yang sama, tentu jangan lupakan komunikasi dan hal penunjang lainnya. Karena saya selalu percaya, suami yang baik selalu ada untuk istri yang baik. Semoga bermanfaat. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *