Perhatikan Beberapa Hal Ini Ketika Merayakan Kemenangan di Hari yang Fitri

 

 

Yang harus diperhatikan ketika lebaran.

Picture credit to pixabay.

Allahu Akbar,

Allahu Akbar,

Laa Ilaa Haillallah,

Wallahu Akbar,

Allahu Akbar Walilla Hilhamd.

 

Alhamdulillah, tak terasa sebulan penuh kita telah berpuasa di bulan ramadan. Tibalah saatnya kita merayakan kemenangan setelah menahan nafsu sebulan lamanya. Semoga segala amal ibadah yang kita lakukan di bulan kemarin, diterima di sisiNya dan dapat jadi tabungan di hari akhir nanti. Semoga segala kebaikan yang dilakukan di bulan lalu, dapat terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya, kemudian kita bisa dipertemukan kembali dengan ramadan di tahun depan, Aamiin.

Setelah sebulan penuh berpuasa, kini saatnya kita kembali fitri, saling memaafkan dengan sesama. Momen silaturrahim ini diiringi dengan berbagai tradisi, mulai dari sungkeman, kumpul bersama, makan bersama, hingga selfi bersama.

Karenanya saat lebaran banyak para perantau yang mudik kembali ke kampung halaman, hendak berkumpul bersama keluarga. Maka tiket pesawat pun mulai jadi incaran para pemudik jauh sebelum mereka berangkat pulang. Sayangnya, momen lebaran ini kadang diisi dengan beberapa kegiatan yang kurang baik, terutama untuk kesehatan, seperti konsumsi lemak berlebihan atau lainnya.

Agar momen yang ditunggu-tunggu ini tetap berakhir indah dan tidak menjadi sesuatu yang buruk, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

1.Jangan berlebihan

Datang dan silaturrahim lah ke rumah orang di Bangka ketika lebaran tiba. Maka kita akan menemui berbagai makanan tersedia di meja, mulai dari manis, asin, hingga gurih. Yang lemah hingga yang renyah. Dan ini hampir merata di seluruh rumah, bukan hanya orang yang berada, tapi mereka yang katanya ekonominya pas-pasan juga menerapkan hal yang serupa.

Makanya ketika saya beberapa kali harus lebaran di Jawa Timur, agak kaget dengan persiapan lebaran yang biasa saja. Kue seadanya, tanpa ketupat, daging, atau lainnya.

Sebenarnya sah-sah saja, karena niatnya untuk memuliakan tamu. Rumah yang biasanya jarang dikunjungi sanak saudara, di hari lebaran datanglah semua keluarga dan handai taulan dari mana saja. Rasanya kurang pantas, bila tak menyuguhkan apapun. Tak masalah dengan tradisi ini, tapi yang perlu diingat hidup akan terus berlanjut setelah lebaran. Bila memang uang yang ada hanya cukup untuk membeli beberapa camilan, jangan sampai berhutang demi untuk memuaskan orang lain. Jangan sampai setelah lebaran kita berhutang sana sini hanya karena tak mau kalah dengan tetangga sebelah.

Sebaliknya, jika memang punya rizki lebih, keluarkanlah barang sedikit untuk memuliakan tamu. Jangan terlampau pelit, karena sesungguhnya rizki yang kita keluarkan itulah yang akan jadi penolong kita.

  1. Perhatikan makanan yang kita makan

Biasanya sambil silaturrahim tuan rumah akan menyuguhi aneka makanan. Jangan lupa perhatikan kesehatan. Makan secukupnya, pilih makanan yang menyehatkan. Biasanya musim lebaran banyak minuman rasa-rasa atau makanan berpenyedap lainnya. Bila sedikit rasanya tak masalah, tapi jangan sampai keseringan.

Ini juga penting untuk tuan rumah, jangan sampai gara-gara kita para tamu jadi sakit. Upayakan untuk menyajikan makanan yang sehat, jangan hanya enak.

  1. Jangan lupa sholat dan ibadah tetap jalan

Terlalu asyik ngobrol, mengenang masa-masa dulu, apalagi bersilaturrahim ke rumah kawan lama, jangan sampai melalaikan kita sehingga lupa sholat. Atur jadwal silaturrahim agar tak melalaikan ibadah terutama sholat. Sayang kan, hati dan diri yang fitri setelah sebulan lamanya berpuasa, kini ternodai hanya karena dibungkus dengan silaturrahim.

Tuan rumah juga bisa menjadi pengingat para tamu di rumahnya, sehingga tidak lupa sholat.

  1. Makan secukupnya, jangan mubazir

Ini yang paling sering ditemui saat lebaran. Setiap rumah memberikan minuman kemasan dan makanan. Karena tak enak hati, jadi kita ambil saja tanpa menghabiskannya. Yang terjadi adalah banyak sekali minuman di gelas atau kemasan yang dibuang sementara isinya masih lumayan banyak. Mau diminum lagi oleh tuan rumah pun tak mungkin, karena sudah bekas tamu. Jadi baiknya makan dan minum secukupnya. Bila memang tak mau menghabiskan, jangan diambil. Atau bisa dibawa pulang, agar tak mubazir. Bila memang tak bisa banyak membantu, setidaknya kita bisa belajar sedikit berempati dengan saudara kita yang kelaparan atau kesulitan air di luar sana.

  1. Perhatikan batasan pergaulan dalam Islam

Jangan hanya demi haha hihi kita lupakan syariat. Perhatikan siapa mahrom dan yang bukan, selain itu, jangan sampai ikhtilat, bercampur baur antara laki-laki dan perempuan.

Penting untuk tuan rumah memisahkan tamu laki-laki dan perempuan atau minimal duduk terpisah.

Jangan lupa untuk tetap menutup aurat dan menjaga batasan-batasan pergaulan sesuai anjuran agama. Dengan begitu, semoga Allah ridho dengan silaturrahim kita.

 

Itu saja sedikit yang perlu diperhatikan ketika lebaran. Semoga dengan begitu kita bisa menjadi orang yang benar-benar fitri dan meraih kemenangan. Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *