Persiapan yang Saya Lakukan Agar Bisa Melahirkan Normal

 photo PhotoGrid_1490365771304_zpsqwroc6iy.png
Persiapan yang Saya Lakukan Agar Bisa Melahirkan Normal

Alhamdulillah, saya diberi kesempatan lagi untuk merasakan nikmatnya hamil, melahirkan, dan mengurus bayi. Merasakan kembali sensasinya begadang, haha. Alhamdulillah juga bisa kembali diberi kesempatan untuk melahirkan normal dengan banyak kemudahan.

Baca: Melahirkan (Lagi) Itu Rasanya Nikmat!

Nah, dari dua kehamilan dan persalinan yang telah saya lalui, ini dia beberapa hal yang sering saya lakukan sebagai ikhtiar untuk melahirkan normal.

  1. Rajin berdo’a

Semenjak tahu bahwa saya positif hamil, semenjak itu pula saya mulai khususkan berdo’a untuk kehamilan saya. Apa saja saya minta. Mulai dari diminta kesehatan ibu, bayi dan sekeluarga, minta persalinan pas ada suami, minta pagi hari, minta tidak dijahit, tidak diepis, bahkan minta normal dan cepat sembuh pasca persalinan.pada kehamilan pertama, saya tidak minta dengan spesifik, Cuma minta agar dimudahkan dan diberi kesehatan.

Baca:

Barulah ketika hamil kedua, saya baca postingan blogger, (tapi maaf lupa namanya dan postingannya) untuk meminta semua hal yang kita mau ketika persalinan, termasuk sekecil apapun itu. Lalu saya pun menerapkannya di kehamilan kedua. Alhamdulillah, Allah sungguh maha baik, mengabulkan semua permintaan saya. Saya lahir di waktu pagi, mudah dan cepat prosesnya,suami pas lagi di rumah, dan abang tidak rewe; ketika dibawa. Pasca melahirkan saya juga merasa cepat sekali baikan, sekeluarga diberi kesehatan. Alhamdulillah. Maka nikmat Allah yang mana lagi yang hendak saya dustakan?

  1. Perbaiki dan perbanyak sholat fardhu dan sunnah

Sebenarnya bukan hanya ketika kita punya keinginan saja ya, tapi seharusnya setiap hari. Sholat ontime, perbanyak sholat malam, sunnah rawatib, dhuha, dan lainnya.

  1. Banyak jalan pagi

Di dua kehamilan yang saya lalui, saya sering sekali melakukan jalan pagi. Jaraknya pun lumayan dekat. Entah ini berpengaruh atau tidak, tapi Alhamdulillah hasilnya di dua kehamilan ini saya merasa prosesnya mudah. Selain itu ini juga bisa jadi ajang bonding janin dengan ibu serta ajang pengenalan untuk abang. Jadi selama di jalan, saya coba ajak bicara keduanya, janin dan abang.

  1. Ajak janin bicara

Seperti yang saya bilang di atas, saya sering mengajak janin bicara. Saya ceritakan apa yang sedang kami lakukan, saya minta ia untuk keluar dengan mudah, cepat, dan do’akan ia semoga sehat selalu. Bahkan di detik-detik persalinan pun saya masih mengajak janin bicara.

  1. Minta maaf dan do’a restu kepada orang terdekat

Seharusnya bukan hanya saat hamil saja sih, tapi seterusnya. Kita kan tidak tahu do’a mana yang akan dikabulkan atau jangan-jangan do’a kita belum terkabul juga karena masih ada salah kita pada orang terdekat. Tak ada salahnya meminta maaf dulu, efeknya nanti berasa plong dan lega. Terutama kedua orang tua dan suami. karena di hati-hati mereka semua Allah simpan keridhoanNya. Jadi kalau Allah sudah ridho, InsyaAllah semua akan mudah.

  1. Rajin sedekah

Untuk memaksa sedekah ini, saya mengkhususkan satu hari tertentu untuk bersedekah. Semoga dengan begini do’a-do’a kita lebih mudah dikabulkan. Semoga bisa seterusnya rajin bersedekah ya, hehe.

  1. Posisi sujud

Kalau bu bidan bilang, bersujud bagi bumil baik untuk janin. Selain bisa untuk memperbaiki posisi janin, juga akan membuat suplai oksigen ke janin lebih banyak. Bila pada kehamilan yang pertama saya rutinkan sujud ini setiap selesai sholat, bahkan saya waktukan dengan stopwatch. Apalagi sejak dokter bilang posisinya masih belum bagus. Nah di kehamilan kedua, saya hanya memperlama sujud saat sholat. Alhamdulillah kedua anak saya posisinya bagus dan tidak sungsang.

  1. Ngepel jongkok

Waktu hamil pertama, di tri semester terakhir, saya rutinkan mengepel jongkok. 2 atau 3 kali dalam seminggu. Tapi di kehamilan kedua, saya terlalu capek untuk ngepel jongkok, soalnya masih harus menemani si Abang bermain. Jadilah saya hanya jalan jongkok di rumah bila ingat, haha.

  1. Ikut kelas senam hamil

Saya bersyukur sekali di kehamilan kedua bisa ikut kelas senam hamil di tempat bu bidan. Soalnya berkumpul bersama para wanita yang sedang hamil itu rasanya  menyenangkan sekali untuk saya, haha. Selain itu, saya juga bisa mendapatkan ilmu seputar kehamilanserta bisa belajar gerakan senam hamil. Jadi kalau di tempat bumil ada kelas senam hamil, jangan malu untuk ikut, lumayan bisa untuk ilmu persiapan persalinan.

  1. Berfikir positif

Penting sekali untuk bumil agar selalu berpikir positif. Ini saya rasakan betul di kehamilan kedua. Saya lebih tenang, tidak gampang khawatir, dan tidak mudah gelisah. Berbeda dengan kehamilan pertama dulu, bila sedikit saja ada keluhan, mulailah pikiran negatif saya berkembang, takut begini, takut begitu dan sebagainya. Di kehamilan kedua setiap ada sesuatu yang terasa lain, saya langsung bilang ke diri sendiri, “InsyaAllah semua akan baik-baik saja”, tentu setelah itu periksa ke dokter. Alhamdulillah di kehamilan kedua tidak ada keluhan sama sekali.

  1. Jaga kesehatan

Ini penting sekali untuk para bumil, agar bisa sehat selama hamil dan setelahnya. Di kehamilan pertama, Alhamdulillah saya jarang sakit. Mungkin juga berpengaruh karena banyaknya asupan vitamin herbal yang saya minum, mulai dari vco, habbat, selain itu juga rutin mengkonsumsi vitamin dari dokter. Di kehamilan kedua saya jarang mengkonsumsi suplemen herbal, hanya vitamin dari dokter. Selain itu juga mungkin karena asupan sayur saya kurang di kehamilan kedua, saya jadi gampang sakit terutama pilek. Alhamdulillah syukurnya bayi saya tetap sehat. Sakit yang paling sering dialami ketika hamil kedua adalah pilek, flu, batuk, dan sesekali radang tenggorokan. Saat hamil, saya tidak pernah ke dokter atau mengkonsumsi obat-obatan kimia, karena saya takut berpengaruh  ke janin. Bila sakit saya hanya menambah waktu istirahat, perbaiki pola makan, serta mengkonsumsi asupan herbal seperti habbat dan madu. Untuk mengatasi radang tenggorokan biasanya saya perbanyak minum dan kurangi gorengan.

  1. Ikhlas, pasrah dan tawwakal

Setelah semuanya selesai dilakukan, saatnya pasrah kepada yang Maha menentukan. Apapun hasilnya, kita harus yakin bahwa itulah yang terbaik.

 

Itulah beberapa hal yang saya lakukan selama hamil agar bisa melahirkan normal. Sebenarnya normal atau operasi tidak akan mempengaruhi kualitas kita sebagai ibu ya. Hanya saja, menurut saya, bila masih bisa diusahakan untuk normal, mengapa kita tidak mencobanya? Apalagi untuk yang berencana punya banyak anak seperti saya, hehe.

Kamu juga punya tips lain selama kehamilan? Sharing yuk! Semoga bermanfaat ya. 🙂

11 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *