Rumah Jendela, Pilihan Seru untuk Piknik di dalam Kota Pangkalpinang

Rumah Jendela, Pilihan Seru untuk Piknik di dalam Kota Pangkalpinang. 

Assalamu’alaikum pembaca sepradik.com semua, apa kabar? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT ya, Aamiin.
Semangat ngeblog saya emang lagi kendur-kendurnya. Malas sekali untuk menulis sebuah postingan. Makanya kemarin
ikut masuk di grup collablogging bersama Kumpulan Emak Blogger. Lumayan lah, minimal seminggu sekali ada tulisan di sini,
hehe. Kali ini tema di grup kami adalah memilih piknik di dalam atau luar kota? Kalau Mba’ Awie menuliskan di sini,
tentang cerita liburannya saat berkunjung ke Tanah Toraja. Bagus banget ya, masih asri dan unik.
Kalau saya, saya mah oke-oke aja piknik di mana pun. Syaratnya cuma satu, ada anak-anak dan ada suami.Ciee, haha.
Iya, karena terbiasa mengajak anak, saya pasti nggak akan tenang kalau tiba-tiba pergi tanpa anak. Makanya kadang suka gigit
jari kalau ada event blogger yang nggak boleh ajak anak, karena saya pasti tidak bisa ikut. (Emang diajak? Eh).
Nah, lain lagi kalo nggak ajak suami. Saya rempong ngurusin dua bocah, huhu.
Kalau ada suami, kan saya bisa gendong Si adek, suami sama Si abang.
Sebenarnya, kalau saya pergi kemana pun, bahkan hanya jalan-jalan keliling perumahan atau beli es krim di indomaret,
saya anggap itu adalah sebuah piknik, miris banget ya .
Soalnya kadang sumpek juga di rumah, dari pagi bangun tidur sampai tidur lagi sibuk ngurus pekerjaan rumah nggak
selesai-selesai dan itu harus setiap hari dilakukan. Belum lagi harus menghadapi anak yang nangis, rebutan mainan dan lainnya.
Memang harus bersyukur ya, karena tidak semua orang bisa merasakan ritme kehidupan yang seperti itu. Tapi sebagai manusia
normal, saya kira wajarlah kalau Emak-emak sekali-sekali pingin liburan, hehe. Kalau kata Mba’ Awie, mengutip dari artikel yang di tulis di harian The New Yor Times, wanita yang hanya melakukan liburan sekali dalam 6 tahun atau lebih,
berpotensi 8 kali lebih besar terkena penyakit jantung koroner dan serangan jantung dibandingkan perempuan yang berlibur
setidaknya setahun dua kali. Tuh, bener kah, jadi wanita apalagi Emak-emak itu emang harus banyak piknik. Kita kan harus bahagia agar bisa mengurus rumah, mendidik anak, dan melayani suami dengan bahagia.

Salah satu cara membuat para wanita aka emak-emak bahagia adalah sering-sering mengajak mereka piknik, haha. (Kode)
Mau di dalam kota ataupun di luar kota, saya punya kriteria ideal tempat piknik bagi Emak rempong dengan dua anak seperti saya.

1. Harganya harus ramah di kantong.
Kalau ada yang bagus dan murah, kenapa pilih yang jelek dan mahal? Hihi. Jadi yang pertama saya lihat adalah harga.
Harganya harus sesuai kantong. Jangan mentang-mentang mau piknik, gaji sebulan dihabiskan hanya untuk liburan seminggu.
Trus setelah liburan puasa makan beras. Duh, jangan sampai ya. Tapi walaupun murah, nggak boleh murahan. Selain itu, harganya
harus masuk akal atau sebanding dengan kualitasnya. Kita pernah ke taman bermain, bayar tiketnya mahal, sampai di dalam
nggak bisa main apapun karena hanya untuk anak-anak dan si Abang belum boleh main sendiri. Meski sedikit lebih mahal, asal kualitas oke dan sebanding, masih oke lah ya.

2. Harus ada fasilitas toilet, mushola, kamar mandi, dan warung makan.
Kalau sedang piknik, kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya. Kadang kalau bersama bocah, ada saja yang mau
pup, pipis, dan lainnya. Selain itu kalau mau sholat tak perlu jauh-jauh ke sana kemari, karena di lokasi tersebut sudah
disediakan mushola. Selain itu, kadang kan bekal yang dibawa habis, perlu beli sesuatu, repot juga kalau nggak ada warung atau toko.
Makanya tempat wisata yang memiliki fasilitas di atas lebih saya pilih dibandingkan yang tak punya.

3. Bisa sambil belajar
Jadi kalo wisata bukan sekedar jalan-jalan, tapi minimal ada yang bisa ditanamkan ke anak. Sambil jalan-jalan sambil belajar.
Mengenal hewan, belajar sejarah, bersahabat dengan alam. Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

4. Ada playground atau ruang untuk anak
Anak-anak itu kan bosenan ya, kalau diajak pergi, trus dia bosan, bawaannya minta pulang terus. Nah, agar bisa lama saat piknik
bagusnya yang ada tempat mainnya seperti playground. Jadi dia tidak cepat bosan.

5. Tempatnya luas
Nggak enak kalau tempat wisatanya sempit, kapasitas ruangannya terbatas, tapi orangnya banyak sekali. Jadi sempit-sempitan.
Duh, males sekali kalau begini.

6. Parkirnya luas
Ini penting sekali karena kalau parkirnya luas, bisa tenang dan enak aja nggak sibuk nyari tempat parkir.

Nah, waktu mudik ke Pangkalpinang kemarin, karena kami tidak sempat jalan-jalan keliling Bangka, jadi mainnya ya tak jauh-jauh dari rumah Emak. Salah satu tempat yang kami kunjungi yang instagramable dan punya 6 kriteria di atas adalah rumah jendela.

Ya, sesuai namanya, rumah ini adalah rumah yang punya banyak jendela, warna-warni pula. Sayang kami tidak bisa tanya-tanya asal usul dibangun tempat wisata tersebut ke pemiliknya langsung, jadi hanya foto-foto. Haha.

Rumah jendela ini ramah banget di kantong, karena biaya masuk ke sini hanya 3 ribu rupiah per orang. Wih, murah banget kan? Hehe.

Sepertinya konsep rumah jendela ini semacam warung kopi yang bisa nyambi jalan-jalan melihat isi rumah. Karena di bagian depan di resepsionis, kita akan melihat aneka kopi yang sepertinya dijual.

Rumahnya luas sekali, terdiri dari tiga tingkat, yang ada cerita tersendiri di setiap ruangannya. Di sini tersedia toilet, mushola, perpustakaan, serta beberapa informasi tentang Bangka Belitung yang disajikan dalam bentuk barang atau alat musik atau gambar. Jadi kalau ke sini bisa sambil wisata sejarah ya.

Selain itu, ada pajangan kalimat motivasi yang dipajang di dinding ruangan. Jadi bisa sekalian wisata kata, ya.

Rumah jendela Pangkalpinang

Kata-kata mutiara di bagian depan rumah jendela. Di sini bisa santai sambil minum kopi.

Rumah jendela tampak dari depan.

Rumah jendela Pangkalpinang

Alat musik tradisional khas Bangka, dambus yang terletak di bagian depan.

Rumah jendela Pangkalpinang

Dari lantai utama naik tangga ke lantai dua. Di sebelah kanan tersedia toilet dan mushola, tapi lupa difoto, hehe.

Rumah jendela Pangkalpinang

Di lantai dua ada jendela warna-warni untuk foto.

Rumah jendela Pangkalpinang

Masih di lantai dua, ada ruang rapat Bu menteri, hehe.

Rumah jendela Pangkalpinang

Ada Pak menteri juga. Halo Pak? Rakyat aman? Haha.

Rumah jendela Pangkalpinang

Family means. 🙂

Rumah jendela Pangkalpinang

Masih di lantai dua, kain cual khas Bangka dan sepeda tua.

Rumah jendela Pangkalpinang

Alat angkut zaman dulu. Kuat nggak Bang? Hihi.

Rumah jendela Pangkalpinang

Dari lantai 3 bisa lihat kota Pangkalpinang dari atas.

Rumah jendela Pangkalpinang

Ada perpustakaan juga, kalau nggak salah di lantai 2. Maafkan foto yang silau.

Gimana? Sudah sesuai kriteria saya yang di atas belum? Parkirannya tersedia di depan, tapi masih terbatas. Selain itu rumahnya masih terus dibangun, mau ditambah ruangan baru sepertinya.

Kadang memang lebih praktis piknik di dalam kota ya, dekat, relatif lebih murah dan nggak riweh. Selama ini kami sekeluarga paling jauh piknik ke Bangka dan Yogyakarta. Maunya sih suatu saat piknik di Mekah sekeluarga alias umroh atau haji, Aamiin.

Jadi gimana? Kamu tim piknik di dalam kota atau luar kota? Kalo aku terserah saja, asal jangan timpukin pake bata, haha.

Yuk sharing tempat piknik asyik di kotamu di kolom komentar. Semoga bermanfaat. 🙂

 

Nb:

Rumah Jendela Pangkalpinang terletak di

Jl. H. Romawi Latief, Kacang Pedang, Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684.

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *