Sebaik-baik Petunjuk Jalan

Sebaik-baik Petunjuk Jalan

Sebaik-baik Petunjuk Jalan

 

Sudah sejak dulu saya dan suami kemana-mana mengandalkan aplikasi penunjuk arah, google maps. Apalagi memang kami pendatang baru di Paiton sini. Cukup ketik lokasi yang  mau dituju, otomatis google maps akan menunjukkan jalan menuju tujuan.

Meski tidak selalu mulus, tapi Alhamdulillah selalu sampai tujuan. Asal pilihan kendaraannya harus sesuai, kalau mobil dipilih mobil, kalau motor dipilih motor. Tapi sempat juga beberapa kali cerita dan pengalaman bersama teman-teman, kadang malah dipilihkan jalan yang jauh sama google maps.

Meskipun begitu, kami tak kapok, selalu aplikasi ini jadi andalan. Bila diminta lurus saja 700m, kami ikuti, belok kiri 600m lagi, kami ikuti. Entah google benar atau bohong, kami percaya saja.

 

Bila sampai bingung atau mentok, kami akan mengandalkan warga setempat, bertanya arah yang lebih jelas. Bila warga sekitar mengatakan belok kiri lalu terus, kamu pun akan mengikutinya. Padahal keduanya belum tentu benar, baik aplikasi maupun para warga. Bisa saja satelit sedang rusak. Bisa saja si warga ini orang jahat dan sengaja mau mengarahkan ke jalan sepi ke arah komplotannya.

Begitulah, secanggih dan sebagus apapun aplikasi dan manusia, keduanya pasti punya kekurangan. 

 

Adakah yang selalu benar dan tanpa kekurangan? Ada.

 

” Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” (Albaqarah: 255)

 

Bahkan Dia mengetahui segalanya. Semua perintah dan larangan yang Ia tetapkan mungkin seakan sulit kita terima, padahal setelah ditelaah, sungguh ada hikmah dan hal baik dibalik segalanya. Misalnya saja perintah menutup aurat. Mungkin bagi sebagian orang, ini sebatas gamis dan kerudung. Hal yang sepele sekali. Tapi setelah diteliti, memang perempuan itu perlu untuk ditutup agar terjaga dan dikenali. Begitupun untuk larangan minum khamar, makan babi atau lainnya pasti di dalamnya ada kebaikan yang sangat besar. 

Sekalipun ternyata “kelihatannya” seakan sepele atau seperti biasa saja (padahal selalu akan ada kebaikan) dibalik perintahNya, tetap kita harus menaati apa yang Ia tetapkan. Bukankah hanya urusan penunjuk jalan dari sebuah aplikasi google saja kita percaya? Yang bahkan ia tidak bisa mengubah apa-apa. Ia tidak bisa membuat kita seketika langsung sampai di tujuan. Tidak bisa mengubah apapun dari diri kita. Sementara Allah, Dialah maha benat. Ia bisa segalanya. Membuat perjalanan 2791 km yang bila ditempuh dengan berjalan kaki harus menempuh selama kira-kira 23 hari perjalanan, bisa ditempuh hanya dengan semalam pun perkara yang sangat mudah bagiNya.

 

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” 

(Al-Isra’: 1)

 

Maka, apalagi yang membuat kita enggan? Membuat kita ragu? Cukuplah Allah melalui Al Qur’an adalah sebaik-baik petunjuk kehidupan. Semua aspek kehidupan, bukan hanya akhirat, tapi juga dunia. Mulai dari bangun tidur, bahkan sampai tidur lagi. Semoga Allah senantiasa memantapkan hati kita agar selalu mantap dan yakin untuk hanya menjadikan Alqur’an sebagai petunjuk. (Wallaua’lam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *