Semalam di Hotel Walan Syariah

Semalam di Hotel Walan Syariah.

Tanggal 28 Mei lalu, saya, mas suami dan si kecil akhirnya mudik ke Bangka untuk yang kesekian kalinya. Mas suami dapat giliran masuk ketika lebaran, sehingga lebaran nanti mungkin kami di rumah saja, tidak kemana-mana. Tiket pesawat sudah dibeli. Awalnya, kami memilih keberangkatan paling sore, jam 16.30 sehingga tidak perlu terburu-buru berangkat dari rumah, mengingat jarak rumah ke bandara Juanda kurang lebih 5 jam perjalanan. Rencananya kami akan berangkat dengan maskapai S. Entah mengapa kira-kira seminggu sebelum berangkat, saya tiba-tiba mau menelpon maskapai, memastikan apakah penerbangannya connected atau tidak. Bersyukur sekali saya menelpon ketika itu, ternyata penerbangan kami diubah menjadi unconnected. Artinya kami tidak bisa sampai di Bangka di hari yang sama, harus menginap terlebih dahulu kemudian keesokan harinya baru bisa terbang. Costumer servicenya bilang ada sedikit kendala, ketika ditanya mengapa tidak memberi tahu sebelumnya, katanya manajemen kami belum sempat mengabari. Fyuhh, untungnya saya menelpon sebelumnya, kalau tidak bisa kelabakan di bandara Soekarno nanti. Alhamdulillah. Setelah melupakan kekesalan saya terhadap maskapai S, mungkin bila saya tidak menelpon, perubahan jam terbang tidak bisa kami siasati dengan baik. Akhirnya kami memilih untuk tetap berangkat di hari yang sama, 28 Mei. Hanya saja jam terbang kami majukan, jam 7 pagi. Konsekuensinya, kami harus menginap di hotel semalam.

Setelah membandingkan di beberapa situs penyewaan hotel online dan mengikuti saran Mba’ Sari Widiarti blogger asal sidoarjo, kami memutuskan untuk memilih hotel Walan Syariah yang terletak di Sedati Sidoarjo.

Jarak dari hotel menuju bandara hanya 2.83 km. Selain itu, fasilitas sarapan dan antar jemput ke bandara gratis, membuat kami semakin mantap untuk memilih hotel ini. Sebagai nilai plus, pihak hotel sudah menyiapkan sarapan sejak jam 3 pagi. Sehingga bagi pengunjung yang punya jadwal terbang paling pagi, tak perlu repot membeli sarapan di luar hotel, karena semua sudah termasuk harga hotel. Sekitar jam 15.30 kami berangkat dari rumah. Alhamdulillah ada teman suami yang bersedia memberi tumpangan gratis ke Sidoarjo. Setelah melewati banjir besar di Probolinggo, berhenti makan di Warung Ayam Bakar Wong Solo, akhirnya sekitar jam 10 malam kami sampai di Hotel Walan Syariah.

Tampak depan hotel walan syariah.

Proses pencarian hotel sepenuhnya kami serahkan kepada Pak google, Alhamdulillah tidak terlalu sulit. Dari jalan utama menuju bandara, kami hanya perlu putar sedikit dan masuk ke jalan menuju pemukiman, lalu di kanan jalan hotel sudah terlihat. Sesampainya di hotel, resepsionis sudah menunggu dan siap melayani, seperti yang tertulis sebelumnya di beberapa situs penyewaan hotel online, bahwa resepsionis hotel available 24 jam.

Hotelnya terdiri dari 3 lantai. Di teras hotel, tersedia sebuah ruang pendingin lengkap dengan minumannya. Selain itu, di bagian depan terdapat sebuah mushola ukuran sedang.

Mushola yang ada di depan hotel.

Lobi hotel.

Ukuran parkir memang tidak terlalu besar, tapi kira-kira cukup untuk menampung 7 buah mobil dan beberapa motor. Di lobi tersedia sebuah surat Alqur’an yang dibingkai dan dipajang di dinding. Tersedia beberapa sofa untuk duduk sembari menunggu.

Sofa di lobi hotel.

Pigura surat yasin di lobi.

Tersedia lift untuk memudahkan pengunjung.

Rate normal dari hotel ini adalah Rp 280.000 per malam. Beberapa situs online memberi harga Rp 243.000. Waktu itu saya sempat membaca postingan Mba’ Lipartic tentang harga hotel yang bisa ditawar di situs travelio. Iseng, saya pun mencoba menawar. Mulai dari 180.000 hingga 198.000. Tadaa, akhirnya kami bisa mendapatkan harga 198 ribu untuk menginap semalam di Walan Syariah. Sebuah pencapaian yang luar biasa sukses bagi emak hemat macam saya, haha. Proses klaim ke hotel juga tidak ribet, tinggal beritahu nama pemesan dan pesan dimana, tunjukkan kartu tanda pengenal, 5 menit kemudian proses selesai. Waktu itu kami mendapat kamar 211 di lantai 2. Tak perlu repot naik tangga, karena ada lift untuk memudahkan pengunjung. Kamar kami terletak tak jauh dari lift. Akhirnya bisa beristirahat dengan tenang.

Untuk pengunjung yang mau olahraga, bisa naik tangga untuk menuju lantai 2.

Design dinding kamar 211, serta ac dan tv.

Kamar yang kami tempati lumayan bagus, meski tidak terlalu lebar, tapi kamar ini tidak sempit.

Tempat tidur kamar 211 dilengkapi meja kecil untuk charger hp.

Di dekat pintu masuk tersedia sebuah lemari geser untuk meletakkan pakaian. Sayang, pintu gesernya macet, jadi memasukkan pakaian dari celah lemari yang terbuka. Di lemari terdapat sebuah kaca, jadi bila ingin berkaca tak perlu repot ke kamar mandi.

Lemari di dekat pintu masuk.

Fasilitas kamar mandinya juga lumayan oke. Ada sebuah wastafel, toilet duduk, shower dan kran penyemprot. Waktu itu kami diberikan dua buah sikat gigi, pasta gigi dan sabun mandi. Sayangnya, pintu kamar mandi tidak bisa ditutup rapat.

Kamar mandi.

Di kamar sudah tersedia 2 botol kecil air mineral, sebuah TV, dan air conditioner. Entah AC nya rusak atau punya sensor dingin tertentu, karena bila dinyalakan dalam temperatur tertentu, AC akan non aktif dengan sendirinya.

Di sebelah tempat tidur, tersedia sebuah meja kecil untuk meletakkan peralatan mini. Ukuran kasurnya lumayan besar, cukup untuk orang tiga. Saya rasa untuk harga yang diberikan, fasilitasnya sudah lumayan oke, meski ada beberapa kekurangan. Karena lelah selama perjalanan, kami pun tertidur pulas.

Pukul 4 teng, kami kembali bersiap. Meski air panas tidak menyala, guyuran air dingin cukup untuk membuat badan segar dan terjaga. Setelah semua selesai mandi dan sholat, kami pun langsung turun dan membawa semua barang bawaan. Terdapat sebuah ruangan dengan beberapa kursi dan meja panjang.

Ruang makan.

Waktu itu sarapan yang tersedia ada soto ayam dengan suiran daging dan sepotong telur rebus, nasi goreng, ayam bumbu, es sirup, kopi dan teh, serta buah. Rasanya lumayan oke. Waktu itu kami sarapan dengan dua pengunjung lain yang juga punya jadwal terbang pagi.

Pukul 5 pagi, mobil jemputan sudah siap. Kami diantar dengan mobil Kijang sampai di terminal keberangkatan. Ada 2 penumpang lain yang juga diantar pagi itu. Tidak ada biaya tambahan lain, semua sudah include dalam harga kamar. Akhirnya beberapa jam lagi kami akan tiba di Bangka, menemui Ibunda tercinta dan tanah kelahiran.

Itulah sedikit review Hotel Walan Syariah dari saya. Sebagai catatan, review ini tidak berbayar lho, murni karena saya mau menuliskannya. Menurut saya, sebagai tempat singgah untuk transit, hotel ini sudah lumayan oke. Saya beri nilai 7,5 dari 10. Semoga bermanfaat ya. 🙂

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *