Serba-serbi Grup Whatsappku

Serba-serbi grup whatsappku
Sejak pertama kali menggunakan whatsapp dari tahun 2014 hingga kini, setidaknya saya sudah bergabung dengan 14 grup whatsapp. Dari keempat belas grup tersebut, hanya satu atau dua grup saja yang tidak aktif. Tidak aktif di sini maksudnya jarang sekali update info atau diskusi, tetapi bila ada sesuatu yang penting, grup akan aktif lagi. Dari keempat belas grup tersebut, semuanya memiliki fungsi dan temanya masing-masing untuk saya. Apa saja itu? Saya jabarkan satu per satu, ya.
1. Grup keluarga
Grup whatsapp ini baru terbentuk awal tahun 2015 lalu, ketika beberapa anggota keluarga suami sudah memiliki android lalu menginstal whatsapp. Karena ini grup keluarga, yang dibahas tentu saja seputar masalah keluarga, soalnya beberapa saudara suami tinggalnya berjauhan. Kami di Paiton, Mba’ ipar di Bali, bibi di Blitar, sedangkan Ibu di Mojokerto. Selain itu, grup ini sering menjadi tempat sharing foto bayi, atau update info kegiatan keluarga. Dengan adanya grup ini, saya dapat mengurangi keinginan untuk upload foto si kecil di sosmed, karena fotonya sudah terlebih dahulu dishare di grup keluarga.
2. Grup ODOJ (One Day One Juz)
Katanya, untuk terus konsisten melakukan sebuah kebaikan, kita tidak bisa sendiri, harus bersama-sama dengan yang lain. Sehingga bila kita sedang tidak bersemangat, ada teman-teman yang senantiasa menyemangati. Karena itulah akhirnya saya bergabung dengan grup ini. Saya rasakan sekali manfaatnya, akhirnya bisa terus konsisten dalam mengaji. Kadang memang semangat naik turun, tapi bila sudah mulai begitu, anggota lain senantiasa mengingatkan melalui postingan-postingan motivasi yang dibagi di dalam grup.
3. Grup teman sekelas SMA
Salah satu manfaat adanya grup whatsapp yang ini bagi saya adalah saya jadi tahu kondisi terakhir teman-teman zaman SMA dulu. Selain itu, bila ada yang mau menikah, berita undangannya bisa segera tersebar.
4. Grup teman sekelas SMA khusus perempuan
Sesuai dengan namanya, grup ini berisikan perempuan-perempuan yang dulu pernah sekelas di masa SMA. Isi diskusi grup ini juga macam-macam, kadang berupatan curhatan, kadang sekerdar candaan, atau bisa juga sekedar sharing tentang keluarga dan parenting.
5. Grup IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis) Jawa Timur
Sesuai namanya, diskusi di grup ini seringnya tentang kepenulisan, entah itu sharing ide, cara menulis, hingga event menulis.
6. Grup teman kuliah seangkatan
Ini isinya beberapa orang dari teman kuliah yang seangkatan. Grup ini termasuk grup yang tidak aktif, namun saya masih sayang untuk meninggalkannya, barangkali ada info penting tentang kampus dari sini.
7. Grup teman kuliah sekelas
Sejak beberapa bulan yang lalu, grup ini telah berubah menjadi tempat untuk pengumuman kalau ada yang menikah.
8. Grup arisan link blogger
Grup ini terbentuk sejak di Blogger Perempuan ada kegiatan tukeran link sesama blogger seperti arisan. Tapi begitu arisan linknya selesai, grup ini malah jadi tempat diskusi masalah blog, bahkan sering menjadi tempat bagi-bagi job menulis.
9. Grup arisan ibu-ibu istri karyawan
Ini fungsinya untuk tahu undangan arisan yang diadakan tiap bulan. Jadi, sekarang panitianya tak perlu repot-repot keliling mengantarkan undangan, cukup sebarkan melalui whatsapp, mudah kan? Hehe.
10. Grup masak-masak
Grup ini anggotanya Emak-emak muda yang mau belajar masak. Setelah diskusi mau masak apa, kami akan eksekusi di salah satu rumah anggota.
11. Grup jualan baju anak
Saya pilih tetap bergabung karena bisa untuk sekalian cuci mata, apalagi grupnya sering update. Tapi sayangnya kalau tidak kuat, bisa membuat kantong jebol, haha.
12. Grup homeschooling Surabaya
Ini saya gabung karena mau tahu kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa dilakukan untuk Abang yang baru 2 tahun 10 bulan. Dari grup ini saya bisa praktik mengurangi gadget untuk si Abang.
13. Grup organisasi islam zaman kuliah khusus perempuan
Karena dulu aktif di organisasi ini, jadi ketika dibuat grupnya, diajak masuk oleh adik kelas. Di sini sering sharing tentang ilmu agama, event keagamaan, dan lain-lain.
14. Grup saya dan suami
Kayaknya kerajinan banget ya, sama suami aja buat grup, haha. Grup ini fungsinya untuk tempat saya mengetik draf postingan blog, jadi nanti diketik dulu kemudian posting di sini, barulah dicopy ke blog. Jadi tulisan yang sudah didraf tidak hilang atau sulit dicari.

 

Itulah keempat belas grup whatsapp yang saya ikuti. Selama ini saya seringnya jadi silent reader di grup, hanya sesekali saja menimpali diskusi yang ada. Soalnya, kalau keseringan ngomong takut salah, haha. Bagi saya, tak masalah sebanyak apapun grup WA yang kita ikuti, asalkan hapenya kuat dan yang terpenting bukan grup yang mengajak pada keburukan. Selain itu, agar semua anggota grup merasa nyaman, pastikan kita tidak melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Posting konten porno di grup

Hape yang dimiliki anggota grup bukan hanya miliknya pribadi. Bisa jadi kadang-kadang dipegang anak-anak atau lainnya. Kan nggak etis tuh kalau sampai anak melihat konten yang tak senonoh. Kalau memang suka, ya lihat aja sendiri, dosanya tanggung sendiri, jangan dibagi-bagi dong! Alhamdulillah, selama ini belum ada anggota grup yang nakal, jadi aman-aman saja grupnya.

2. Sharing info hoax

Ini bahaya sekali, bila kita suka membagikan berita yang tak jelas kebenarannya di mana-mana. Sebaiknya telusuri dulu info yang mau kita share, benar atau tidaknya, agar tidak salah. Jangan sampai ketagihan sharing berita baik, kita salah mengirimkan informasi.

3. Jaga kesopanan ketika diskusi

Karena ini sarana komunikasi yang tidak bertatap muka langsung, jadi kita bisa ngomong dalam kondisi apapun. Nah, bisa jadi ada anggota lain yang sedang sensitif, sehingga cepat tersinggung. Jadi, baiknya kata-kata yang mau diketik dipikir lagi, baik atau tidak. Di salah satu grup WA yang saya ikuti, ada anggota yang left grup hanya karena tidak suka dengan gaya ngomong anggota yang lain.

4. Jangan berdebat tentang sara di grup

Pernah ada yang bahas isu sara di salah satu grup, langsung grup pun jadi heboh. Bahkan ada yang marah-marah karena mau mempertahankan pendapat. Kalau sudah begini jadi males menanggapi. Karena pasti tidak akan selesai. Tukar pikiran atau pendapat boleh, sewajarnya saja, jangan berlebihan.

Baiklah, segitu dulu sharing saya tentang macam-macam grup WA di hape saya. Selama ini semua aman terkendali, kalau sampai ada yang membuat grup tidak nyaman, langsung tinggalkan, haha.

Jadi, kalau kamu berapa grup WA yang kamu ikuti? Sharing di kolom komentar ya, semoga bermanfaat. 🙂

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Pertama Aida, Serba-Serbi Grup WA”

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *