Sobat, Maafkan Aku Tak Memberimu Selamat

 Merayakan Ulang tahun

Sumber gambar mummynemo.com.

Siapalah saya, anak kemarin sore yang baru belajar agama. Namun, apalah salahnya bila anak kemarin sore ini sedkit demi sedikit belajar memurnikan akidah dengan hanya mengikuti apa yang tuntunannya, Rasulullah SAW lakukan dan contohkan. Salah satunya adalah merayakan ulang tahun, termasuk di dalamnya mengucapkan dan memberikan hadiah dikala ulang tahun.

“ Orang yang mengikuti suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut.”

(HR Abu Dawud, disahihkan oleh Ibu Hibban)

Berawal dari meyakini hadist tersebut, ditambah sedikit referensi yang saya baca, mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun ketika sahabatnya berulang tahun. Atau sebaliknya, bila Rasulullah SAW berulang tahun, para sahabat tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rasulullah SAW. Begitu pula dalam memberikan hadiah, Rasulullah SAW dan para sahabat tidak pernah menunggu waktu ulang tahun untuk memberi hadiah, mereka memberikannya kapan saja. Terlebih lagi untuk merayakan, tiup lilin dan seterusnya, selama ini saya belum menemukan bacaan yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan hal tersebut. Itulah pengetahuan saya si anak kemarin sore tentang hal ini. Namun ternyata bila pembaca tahu hal yang lain, maafkanlah saya yang miskin ilmu ini.

Karenanya, di media sosial, saya tidak menuliskan tanggal lahir, bukan karena takut dibilang tua bila teman-teman mengetahui usia saya, melainkan agar teman-teman tidak tahu kapan saya berulang tahun kemudian mengucapkan selamat. Begitu pula di beberapa grup medsos yang saya ikuti, saya juga mulai jarang memberi ucapan selamat ketika ada yang berulang tahun. Atau bahkan memberikan hadiah, bukan maksud saya pelit atau irit. Bila saya mempunyai sesuatu sebagai hadiah, saya lebih memilih memberikannya karena memang saya ingin memberikannya, tanpa harus menunggu yang diberi berulang tahun. Begitu pula dengan mendo’akan. Bukankah kita sesama muslim harus senantiasa mendo’akan? Tanpa harus menunggu tanggal ulang tahun tiba. Semoga Allah mudahkan saya dan kita semua agar senantiasa bisa mendo’akan saudara-saudara kita dimanapun berada tanpa menunggu tanggal khusus ini tiba.

Postingan ini tidak saya tulis untuk menunjukkan bahwa apa yang saya lakukan adalah benar, sementara mereka yang melakukan ini adalah salah. Postingan ini saya tulis sebagai permintaan maaf, bila ternyata teman-teman menganggap saya kurang peduli karena tidak mengucapkan selamat ulang tahun atau memberikan hadiah di saat tanggal lahir teman-teman tiba. Saya hanya sedang belajar mengamalkan apa yang saya yakini sebagai suatu kebenaran. Semoga kalian bisa mengerti dan memaklumi. Sehingga izinkan saya berkata, Sobat, Maafkan Aku Tak Memberimu Selamat.

 

 

Seorang yang masih terus belajar,

 

Julia

 

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *