Stop! Jangan Belanjakan THR Sebelum Melakukan Ini!

Lebaran sebentar lagi

Berpuasa sekeluarga

Sehari penuh yang sudah besar

Setengah hari yang masih kecil

Alangkah asyik pergi ke masjid

Shalat tarawih bersama-sama

 

Potongan lirik lagu Lebaran Sebentar Lagi oleh Gigi di atas kayaknya cocok untuk suasana sekarang ya. Puasa sudah di hari ke dua puluh dan sebentar lagi lebaran tiba.

Salah satu yang menjadi ciri khas dari mendekati lebaran seperti ini adalah cairnya THR alias Tunjangan Hari Raya. Biasanya hampir semua pekerja mendapatkan THR, mau itu kantoran, pekerja rumahan, sampai PNS sekalipun mendapatkannya. Jangankan pekerja, ibu rumah tangga seperti saya saja dapat THR dari tukang sayur langganan. Cuma dalam bentuk barang.

Nilai THR ini pun bermacam-macam, tergantung dari besarnya gaji dan kebaikan hati si bos atau pemimpin di perusahaan tersebut. Ada yang satu kali gaji, ada yang cuma beberapa dan lainnya.

Banyak orang yang langsung membelanjakan habis uang THR untuk keperluan lebaran. Sebagian memilih untuk menabung nya. Kalau kamu, pilih yang mana? Eits, tapi sebelum melakukan semua itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini terlebih dahulu.

1.Bayar hutang

Jangan mentang-mentang punya uang lumayan banyak, langsung lupa dengan hutang yang ada. Minimal bayar sedikit dengan uang yang ada. Jangan gara-gara nafsu ingin beli semua kebutuhan lebaran, kita jadi lupa membayar hutang. Padahal uang yang kita pinjam sebenarnya sekarang sedang dibutuhkan si penghutang. Hanya karena kita maruk, maka terpaksa mereka bersabar.

Dalam Islam sendiri kita sangat dianjurkan untuk menghindari hutang, apalagi untuk kebutuhan tersier atau kemewahan. Kalau memang untuk makan, masih agak wajar lah. Tapi kalau beli handphone berhutang, beli sepeda anak berhutang (padahal anaknya belum lagi bisa naik sepeda). Ketika THR cair, kita malah memilih menunda membayar. Sementara kita tidak pernah tahu batas usia kita, apakah setelah lebaran masih lanjut atau nggak. Bukankah sekarang banyak orang yang masih muda sudah meninggal? Berapa banyak orang yang sehat tapi kemudian meninggal?

 

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” (HR. Ahmad No. 22546, An Nasa’i No. 4684, Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 556 Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahihul Jami’  No. 3600)

 

Begitu mengerikannya bila kita sengaja menunda membayar hutang.  Walau sisa THR sedikit, yang penting berkah itu lebih baik. Nah kalau tidak punya hutang? Mau dikemanakan? Simak di bawah ya.

2.Bayar zakat

Kalau kamu sudah selesai dengan perkara hutang piutang, sekarang waktunya untuk membayar zakat. Apalagi zakat ini sifatnya wajib. Zakat fitrah untuk diri kita dan keluarga, zakat mal untuk harta, zakat penjualan, dan lainnya. Bila telah sampai nisabnya, bayarlah terlebih dahulu, baru belanjakan uang THR.

3.Shodaqoh

Setelah yang wajib, sekarang yang sunnah. Bagikan sedikit harta kita pada mereka yang membutuhkan. Bukankah di dalam harta kita ada hak mereka yang membutuhkan? Dengan begitu harta yang kita punya bisa lebih bermanfaat.

4.Belilah hadiah untuk orang terdekat

Jangan pelit dengan uang yang kita punya, di momen lebaran ini, belikanlah ayah, ibu, kakak, adik, ponakan, dan orang-orang terdekat beberapa baju baru atau hadiah lainnya. Meski tak seberapa, bentuk perhatian kecil ini bisa lebih menghangatkan hubungan antar keluarga.

5.Sisakan untuk amplop lebaran

Saat lebaran akan ada banyak tamu anak-anak yang datang ke rumah. Bahagia kan mereka, berilah walau cuma 2 ribu, karena itu akan menggembirakan sekali untuk mereka. Ketika melihat tawa mereka setelah mendapat amplop lebaran, akan ada sensasi berbeda karenanya.

 

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membelanjakan semua uang THR untuk keperluan lebaran. Bagaimana jika setelah melakukan semua di atas uang THR habis? Jangan khawatir, perintah Allah selalu menenangkan. Mungkin secara nilai berkurang, tapi secara keberkahan InsyaAllah bertambah. Kita memang harus pandai mengelola uang, agar tak kesusahan di kemudian hari hanya karena uang. Tapi untuk apa semua uang yang kita kelola itu bila akhirnya hanya menyusahkan di hari akhir nanti? Bijaklah dalam mengelola uang. Boleh diinvestasikan sesuai dengan syariat, tapi jangan lupa untuk dibagikan. Kamu punya tips lainnya? Sharing di kolom komentar ya. Terima kasih. Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *