Suamiku Sahabat Jiwaku

Suamiku sahabat jiwaku

Pertama kali kami bertemu tahun 2011 yang lalu. Ketika saya harus praktik kerja di tempat kerjanya di pulau Jawa. Kala itu tidak ada rasa sama sekali di antara kami. Lalu kemudian, saya bertemu dengan kenalan yang sepertinya kebingungan mencari jodoh. Setelah itu, saya pun berinisiatif menjodohkannya dengan teman tersebut.
Komunikasi pun dilakukan. Saya katakan kemauan saya untuk menjodohkannya dengan teman tersebut. Takdir berkata lain. Dengan jelas ia menolak dan malah meminta saya untuk menjadi jodohnya. Ia pun mengatakan tidak ingin pacaran, mau langsung menikah. Saya yang waktu itu berfikir jodoh yang baik tidak akan datang untuk kedua kalinya, akhirnya menerimanya.
Tidak mudah meyakinkan kedua orang tua dan keluarga bahwa ia adalah lelaki yang baik, mengingat kami yang memang tinggal berbeda pulau dan kami baru saja kenal. Namun akhirnya karena pertolongan Allah, kedua orang tua dan keluarga pun akhirnya setuju.
Akhirnya bulan April ia pertama kali datang ke rumah kami di Bangka. Ia pun dengan berani mengutarakan keinginannya untuk meminang saya kemudian meminta izin kedua orang tua. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Pertengahan oktober 2012 kami pun menikah. Awal november, ia pun membawa saya tinggal bersamanya di pulau Jawa.

Suamiku sahabat jiwaku

Akhirnya kami menikah. πŸ™‚

Kini sudah hampir lima tahun pernikahan kami jalani. Telah hadir dua buah hati di antara kami. Suka duka terus kami lalui bersama, meski usia pernikahan baru seumur jagung. Meski dengan banyak perbedaan yang ada, kami memilih bertahan untuk bersama dalam janji suci pernikahan.
Sampai sekarang perbedaan itu masih terasa sekali. Sesekali saya yang menerima, tapi seringnya ia yang lebih banyak mengalah. Ia terpaksa mengalah, karena saya dan si kecil tidak bisa makan masakan pedas. Akhirnya setiap masakan yang saya buat, jauh dari kata pedas. Namun ia tak pernah mengeluh. Ia pula yang kemudian berinisiatif membeli bumbu cabe olahan untuk menambah cita rasa pedas di piringnya.
Ketika membeli rujak cingur, makanan khas Jawa Timur kesukaannya, ia akan dengan senang hati menerima ‘cingur’ atau mulut sapi dari piring rujak saya, karena saya tak pernah mau memakannya.
Ia pula yang harus menerima bila jajanan di rumah didominasi dengan rasa manis, karena kesukaan saya akan jajanan manis, sedangkan ia suka jajanan asin.
Saya yang keras dan pemarah, ia yang penyabar dan pemaaf, kami memang banyak berbeda di berbagai hal. Sesekali kami berbeda pendapat, namun selalu ada pintu maaf bagi sahabat jiwa. Kadang untuk mencairkan suasana, kami minum kopi atau teh bersama. Ia lelaki yang memperjuangkan saya, yang telah membersamai saya dalam tahun-tahun terakhir ini, semoga kami berdua bisa hidup sehat dan tua bersama, hingga nanti berkumpul kembali di Jannahnya.

Suamiku sahabat jiwaku

Dulu berdua, sekarang berempat, semoga selalu sehati selamanya, Aamiin.

Meski berbeda dalam banyak hal, tapi kami sehati untuk hidup sehat. Dengan gaya hidup sehat dan konsumsi yang sehat. Salah satunya adalah minuman teh hijau kepala djenggot.
Sebenarnya teh hijau kepala djenggot sudah banyak dikonsumsi dan menjadi pilihan para penikmat teh hijau. Hanya saja, tidak banyak yang menyadari bahwa teh yang diminum adalah teh hijau kepala djengot.

Teh hijau kepala djenggot

Teh hijau kepala djenggot, untuk yang berbeda namun sehati.

Minum teh hijau bisa menjadi alternatif minuman sehat yang bisa diminum bersama pasangan atau sahabat. Karena sebagai minuman pengganti kopi atau lainnya, menurut informasi yang saya dapat dari laman www.carakhasiatmanfaat.com, Β teh hijau bisa jadi pilihan minuman sehat karena rendah kandungan kafein dan mengandung antioksidan alami yang sangat kuat yang disebut dengan polifenol. Antioksidan jenis ini tidak hanya membantu menyehatkan tubuh, kulit, dan rambut, tetapi juga membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Karena meski berbeda, kita tetap selalu #sehatea bersama teh hijau kepala djenggot. Kamu juga punya cerita tentang berbeda namun #sehatea ? Sharing di kolom komentar yuk! Atau tulis juga di blog pribadimu. Semoga bermanfaat ya. πŸ™‚

12 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *