Tips Anti Bosan Jadi Ibu Rumah Tangga

 

Sebagai ibu rumah tangga yang pekerjaannya sering di rumah atau itu-itu saja, tentu rasa bosan seringkali menerpa. Karenanya, sebagai ibu rumah tangga, kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu, sehingga rasa bosan tidak dengan mudah menghampiri. Terutama bagi kamu yang memang bukan tipe yang hobi di rumah saja atau tipe orang yang suka gonta-ganti suasana dan berganti pekerjaan.

Sebagai seorang yang normal, setelah hampir 7 tahun menikah, dimana hampir sekitar 5 tahun jadi ibu rumah tangga full, tentu saya juga sering diterpa kebosanan. Apalagi bila mendekati waktu menstruasi, dimana pengaruh hormon sangat kuat dan emosi sangat tidak terkontrol. Bila sudah seperti ini, saya coba melakukan beberapa hal agar tidak kufur dengan semua nikmat yang telah diberikan. Apa saja itu?

1.Ingat kembali niat awal mengapa mau menjadi Full Time Mom?

Ini sangat membantu sekali. Setiap saya merasa lelah, bosan, stress, baik dengan pekerjaan, dengan tingkah laku anak atau suami, maka yang saya lakukan adalah mengingat lagi untuk apa semua ini saya lakukan. Sebagai seorang muslim, tentu harusnya niat utama kita melakukan sesuatu karena Allah semata. Baru kemudian agar anak-anak sehat, agar suami bahagia dan lain-lainnya mengikuti. Meski kadang berat juga ya, kalau sudah sangat jenuh sekali sampai muncul pikiran yang aneh-aneh. Yang pasti kita harus ingat, pengaruh buruk datangnya dari syetan, jangan sampai mengikutinya. Bila sudah begitu saya akan coba lihat anak-anak yang tak terurus karena ditinggal ibunya, atau keluarga yang berantakan karena orang tuanya. Saya coba ingat-ingat lagi senyum anak-anak, atau kadang juga melihat-lihat video ketika mereka masih kecil dulu.

2.Perbanyak istighfar, syukur dan sabar

Ini penting sekali. Ketika mulai jenuh saya akan coba melihat ke belakang, bagaimana saya begitu menanti buah hati untuk segera hadir. Saya juga mencoba melihat bagaimana orang lain begitu berusaha untuk memiliki keturunan. Salah satu buku yang saya baca adalah I am Sarahza, semoga nanti bisa menulis sedikit reviewnya. Dari semua itu, saya akan mencoba perbanyak istighfar, memohon kepada Allah hati yang selalu bersyukur, dan berusaha untuk ikhlas.

3.Lakukan hobi atau hal yang disenangi

Menonton youtube, membaca buku, menulis, minum teh, ngemil, jalan-jalan, bersepeda, itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk membunuh kebosanan. Dan biasanya setelah melakukan ini pikiran akan kembali fresh.

4.Ubah kebiasaan

Terutama kebiasaan buruk. Coba baca lagi kebiasaan-kebiasaan orang sukses. Mungkin ada yang salah dari kebiasaan kita selama ini, sehingga memberikan pada hati celah untuk mengingkari nikmat.

5.Ciptakan suasana baru

Bisa dengan mengubah dekor kamar, hiasan rumah, dan lainnya. Atau mungkin bisa dengan mengubah model gaya rambut yang baru. Biasanya digunting cuma sedikit, kini digunting agak lebih pendek. Hal-hal seperti ini biasanya akan mengubah mood. Atau mungkin bila biasanya rumah selalu berantakan, ubah menjadi selalu rapi (ini mah saya, haha). Sesuatu yang baru mungkin bisa mengubah rasa jenuh kita pada pekerjaan rumah tangga.

6.Perbanyak datang ke majelis ilmu

Perbanyak teman taat. Datanglah lebih sering ke majelis ilmu. Bertanya lah kepada mereka yang telah berpengalaman bagaimana mereka mengatasi semuanya. Dengan begitu, hati dan pikiran kita bisa senantiasa refresh, selain juga bisa untuk upgrade iman.

7.Keluarlah, jalan-jalan atau tadabbur alam

Kadang karena terlalu sering sendiri (ea, jomlo jangan baper), kita sering berpikir bahwa kitalah satu-satunya yang merasakan ini. Keluarlah sebentar, lihatlah sekeliling, kita bisa lihat, bahwa kita termasuk orang yang beruntung. Ada banyak orang di luar sana masih begitu menginginkan anak, atau malah kelabakan dengan banyak sekali anak, sementara kita masih sedikit sekali dibanding mereka.

Sesekali jalan-jalan dan nikmati waktu bersama keluarga di luar. Rasakan betapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan.

8.Bicaralah dengan banyak orang

Kunjungi tetangga. Telpon lah orang tuamu. Bicaralah dengan mereka. Bahaslah tentang apa saja. Dengan begitu, pikiran kita akan lebih terbuka, sehingga tak melulu merasa diri ini yang paling tersiksa.

9.Perdalam ilmunya

Baca buku atau cari semua yang berkaitan dengan hal ini. Ketika saya tak bisa mengontrol emosi, saya mencoba membaca buku-buku parenting ringan seperti Kiki Barkiah, Retno Hening, atau Don’t Be angry Mom, dan lainnya. Dengan ini kita tahu bagaimana seharusnya panduan dalam melakukan sesuatu. Sehingga kita bisa tetap berada di jalur yang benar.

10.Komunikasikan dengan orang rumah

Bicara dengan suami atau anak-anak. Ketika saya sering mengeluh kepada si abang tentang saya capek bila harus selalu membersihkan mainannya, terkadang dia tiba-tiba membersihkan mainannya sendiri lalu mengatakan ,”Biar Ummi nggak capek”, di situ kadang saya merasa bersalah sekali. Tapi ternyata ada nilai baiknya kan? Abang jadi tahu bahwa sesekali saya juga lelah. Begitu juga suami. Kadang bila jenuh, saya akan meminta ia untuk membeli saja makanan atau meminta tolong menghandle anak sementara. Dengan begitu seisi rumah jadi tahu, bahwa kita bukan makhluk luar biasa tanpa kekurangan. Sehingga bisa setidaknya mengerti.

 

Itulah sedikit tips ala saya si emak rumahan. Mungkin sebagian akan berhasil atau sebagian lagi tidak, atau bahkan sama sekali tidak berhasil, karena setiap ibu pasti punya caranya masing-masing. Temukan cara itu dan jadilah ibu terbaik untuk anak-anakmu.

Ingat, sehebat dan sepintar apa pun seorang wanita, suatu saat dia tetap akan jadi ibu. Minimal akan dipanggil ibu. Karena semua itu telah menjadi fitrah kita sebagai wanita. Karena Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Jadi jangan pernah menyesal atau menyerah untuk berjuang jadi ibu terbaik bagi anak-anakmu. Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha. Allah tidak menguji kita melebihi batas kemampuan kita, terus lah bersabar, berikhtiar, istighfar, dan bersyukur. Kamu punya tips lainnya? Sharing di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *