Ukhti, Tutuplah Auratmu

Menutup aurat

Ukhti, Tutuplah Auratmu. Picture credit to pixabay.

Islam mengatur semua tata cara kehidupan manusia, mulai dari membuka mata, hingga menutup mata kembali. Mulai dari do’a bangun tidur, cara makan, hingga do’a sebelum tidur bahkan cara tidurnya sekaligus.
Selain sebagai perintah, semua aturan di dalam islam ternyata mengandung hikmah. Belakangan beberapa kebiasaan dalam islam, ditemukan memiliki efek positif bagi kesehatan. Seperti minum yang harus sambil duduk, ternyata bermanfaat bagi kesehatan karena sesuatu yang dimakan atau dimakan seseorang akan berjalan pada dinding usus secara perlahan dan lembut. Namun bila harus sambil berdiri, akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus dan menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang kali dan dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan melar dan jatuhnya usus sehingga mengakibatkan disfungsi percernaan. (sumber: syaamilquran.com/penjelasan-ilmiah-larangan-makan-dan-minum-sambil-berdiri.html)
Sebenarnya, ada atau tidaknya penjelasan ilmiah, aturan islam haruslah tetap ditegakkan, sebagai bentuk ketakwaan hamba kepada Rabbnya. Namun, karena yang membuat perintah adalah Allah, yang Maha tahu dan Maha Pengasih lagi Penyayang, maka sudah pasti semua perintahnya selalu bernilai baik bagi kita hambaNya.
Sekarang mari kita buat sebuah perbandingan. Bila orang tua saja, yang hanya hidup katakanlah sekitar 40 hingga 50 tahun lebih dulu dari kita, jadi mungkin ketika orang tua berkata mereka sudah tahu asam garam kehidupan, itu adalah asam garam selama sekitar 40 hingga 60 tahun kehidupannya. Maksudnya selama itu, mereka sudah paham, bahwa bila kita begini maka nanti akan begitu, bila seperti itu, maka akan seperti ini. Nah, bila perintah orang tua saja kita ikuti ( alasan lainnya tentu karena naluri dan juga perintah tentang menghormati dan menyayangi orang tua), apalagi perintah teman, idola, yang cuma sebatas sedikit tahu saja kita ikuti, maka mengapa bila Allah yang memerintahkan,  yang sudah pasti tahu semua yang terjadi di dunia dan akhirat, kehidupan di masa lalu dan yang akan datang, hidup dan mati kita, semuanya Ia tahu, mengapa masih sulit untuk kita mentaati perintahNya? Yang sudah pasti semuanya tentu bermanfaat dan baik untuk kita. Tinggal kitanya saja yang mau mencari tahu atau tidak.
Sama seperti salah satu perintah yang dikhususkan untuk perempuan dalam islam, yaitu menutup aurat. Dalam Alqur’an, perintah menutup aurat disampaikan di surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya:
“ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dan juga surat An-Nur ayat 31 yang artinya:
“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Berdasarkan ceramah Ustadz Adi Hidayat yang saya dengar dari youtube berikut,

Asbabun nuzul turunnya ayat tentang jilbab surat Al-Ahzab 59 ini adalah zaman dulu, di Madinah itu banyak preman, jadi setiap wanita yang keluar, sering diganggu oleh preman yang ada di jalan, maka turunlah ayat tentang perintah berjilbab ini sehingga perempuan tidak lagi diganggu dan mudah dikenali.
Betapa Allah Maha Penyayang kepada semua hambaNya, bahkan perintah menutup aurat pun sebenarnya ditujukan kepada wanita untuk melindungi wanita itu sendiri. Agar ia dikenal sebagai muslimah dan agar ia tidak diganggu.
Nah, tentang agar tidak diganggu ini sendiri saya jadi ingat dulu pernah menonton film 99 Cahaya Langit di Eropa. Di film tersebut diceritakan si Hanum, pemeran utama wanitanya digoda ketika melewati sebuah jalan. Lalu ketika ia mengenakan jilbab, Ia pun jadi tidak digoda lagi.
Begitu pula yang saya rasakan ketika berjilbab. Dulu, ketika masih belum menikah, masih usia SMP atau SMA, bila saya berjalanan lalu melewati sekelompok orang, maka yang terjadi mereka akan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum Aisyah,” ataupun “ Assalamu’alaikum Bu Haji”, berbeda dengan sebelum berjilbab, yang mereka lakukan adalah bersiul atau menggoda. Jadi memang benar adanya bahwa dengan menutup aurat, orang lain pun segan bila ingin mengganggu atau menggoda kita. Kalau sekarang Alhamdulillah tidak pernah dibegitukan lagi, karena seringnya jalan bersama suami atau anak-anak.
Namun, bila seorang muslimah merasa dengan tidak menutup aurat pun sebenarnya ia sudah tidak diganggu, perintah menutup aurat tidak langsung sirna karenanya. Karena menutup aurat sendiri adalah perintah Allah, yang harus kita taati sebagai bentuk ketakwaan kita kepadaNya.
Atau mungkin ada yang mengatakan untuk menjilbabi hati dulu, memperbaiki diri sebelum menutup aurat. Bila begini mereka mungkin lupa bahwa menutup aurat dan memperbaiki perilaku adalah dua hal yang berbeda. Islam juga memerintahkan wanita muslimah untuk berperilaku baik, namun tidak menyaratkannya sebagai syarat sebelum ia berjilbab. Baik ataupun tidaknya ia, selama ia perempuan muslim, maka ia harus berjilbab. Nah, bila ada seorang wanita berjilbab namun perangainya malah lebih buruk dari yang tidak berjilbab, bukan berarti jilbablah yang membuat ia buruk, itu adalah masalah personal muslimah tersebut. Buktinya, tidak semua muslimah berjilbab jelek perangainya. Justru dengan menutup aurat lah, kemudian seorang muslimah akan mencoba memperbaiki perilakunya sedikit demi sedikit, karena ia malu dengan jilbab dan khimar yang telah dipakainya.
Saudariku, mumpung sekarang masih tahun 2018, mumpung belum kiamat, mumpung masih sehat, mumpung gamis dan kerudung masih bisa dibeli dengan harga murah, mumpung masih diberi kesempatan, mumpung masih hidup, ayo kita tutup aurat kita sebagai bentuk ketakwaan kita kepada Allah. Semoga Allah mantapkan hati kita dalam iman dan islam, Aamin.
Bila benar dan baik datangnya dari Allah, bila salah dan buruk datangnya dari Allah. Semoga bermanfaat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *