Wanita, Jangan Jual Keperawananmu!

Jangan jual Keperawananmu

Picture credit to pixabay.

 

Di zaman yang hampir segala sesuatunya serba mahal dan bayar ini, siapa yang menolak untuk menjadi kaya?

Sepertinya hidup akan lebih mudah bila kita memiliki uang ratusan hingga miliaran juta. Tak perlu repot lagi memikirkan bagaimana caranya harus bekerja atau mau makan apa hari ini karena tak punya uang. Bahkan kita bisa membeli apapun yang kita mau tanpa perlu takut tak punya uang.

Tapi bagaimana bila uang banyak yang kita dapat bukan dari hasil jerih payah dan kerja keras kita melainkan dari hasil menjual keperawanan? Na’udzubillah!

Sebagian orang mungkin tak percaya bahwa ada wanita yang nekat menjual keperawanannya hanya karena uang. Dan nilai yang diminta tak sedikit, bahkan mencapai jumlah 34,1 miliar! Mirisnya lagi ada sekitar 350 wanita Indonesia yang mendaftar untuk ikut serta di dalamnya! Mereka melakukannya melalui sebuah situs penjualan keperawanan wanita yang dikelola oleh seorang pria asal Jerman.

 

Mungkin kau bisa jadi kaya dan memiliki segalanya, kecuali hidup penuh keberkahan

Seorang gadis 18 tahun asal Prancis yang nekat menjual keperawanannya seharga Rp 800 juta mengatakan, melakukan hal ini karena ingin lanjut kuliah di Asia demi mewujudkan cita-citanya menjadi guru.

Pada akhirnya niat mereka yang melakukannya semata karena ingin merasakan hidup yang lebih baik dengan uang banyak yang dimilikinya tanpa mau bekerja keras.

Mungkin mereka akan mendapatkan uang sebanyak ratusan juta, mereka bisa sekolah dimanapun yang mereka mau. Membiayai kedua orang tuanya melakukan apapun, membeli rumah, mobil, atau membantu banyak orang sekalipun. Tapi uang haram selamanya akan menjadi haram, meskipun ia digunakan untuk sesuatu yang baik atau ibadah sekalipun.

يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?“ (HR. Muslim no. 1014)

Begitulah ketika Rasulullah di perjalanan lalu melihat seseorang berdo’a, sementara pakaian, minuman dan makanannya didapat dari cara yang haram. Lalu bagaimana kita akan bisa hidup tenang, bila Allah sudah tak mau memperkenankan do’a kita?

Belum lagi kita akan bingung bagaimana menghabiskan uang sebanyak itu? Bagaimana cara menjaga atau menyimpannya?  

Bisa jadi kemiskinan yang kita lalui adalah ujian bagi kita dan keluarga, dan ingatlah, Allah tak kan menguji melebihi batas kemampuan kita.

 

Ingat ada akhirat tempat pembalasan!

Sebagai muslim kita seharusnya percaya bahwa dunia hanya sementara dan akhirat selamanya. Bahkan satu hari di dunia sama dengan seribu hari di akhirat.

Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47

 

Betapa ruginya bila kita menggunakan waktu kita di dunia yang singkat ini hanya untuk dosa yang pembalasannya beribu-ribu lamanya di akhirat sana.

Selain itu, ada siksa kubur yang siap menanti bila kita mati nanti.

 

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”. [al-Furqân/25: 68-69]

 

Boleh jadi selama hidup anggaplah sekitar 50 tahun kita akan foya-foya dari uang haram tadi. Tapi apa yang terjadi? Jutaan tahun bahkan kita akan kekal di dalam neraka, bila Allah tak mengampuni dosa kita. Na’udzubillah.

 

Di zaman now, ada banyak cara untuk menjadi kaya

Orang yang kaya karena usaha, biasanya akan merasakan buah yang lebih manis dibanding mereka yang mengusahakan dengan usaha yang haram. Apalagi sekarang pintu usaha terbuka lebar dengan terbukanya akses informasi yang seperti tiada batas. Kita hanya perlu sedikit lebih kreatif, lebih ulet dan memiliki nilai plus dari yang lainnya, maka InsyaAllah rupiah akan mudah didapat.

Ada banyak contoh pengusaha yang ternyata memulai usahanya juga dari hal kecil.

 

1.Bob Sadino, memulai semua usahanya dari hal kecil

Beliau memukai usaha sewa mobil dengan satu mobil mercedes yang ia supiri sendiri. Lalu karena kecelakaan, maka ia berhenti dengan usaha ini.

Tak putus asa, ia memulai usaha baru, usaha ternak ayam dan menjual telurnya, ia terinspirasi ketika sedang menjadi buruh bangunan yang diupah harian. Karena keuletannya, akhirnya ia bisa mendirikan supermarket Kem Chicks, menjual berbagai produk pertanian dan peternakan. Kini ia menjadi guru bagi banyak pengusaha yang ingin memulai usahanya.

2.Susi Pudjiastuti

Siapa sangka ibu menteri ini ternyata pernah menjadi pedagang pakaian dan bed cover sebelum memiliki bisnis besar seperti sekarang. Melihat potensi penghasil ikan yang baik di tempatnya, Pangandaran, ia pun mulai menjadi pemasok ikan ke beberapa restoran. Akhirnya ia pun bisa menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran bahkan bisa sampai ekspor ke luar negeri!

Karena bisnis pengiriman ikan ini pula, akhirnya ia memutuskan membeli pesawat agar bisa mengirimkan permintaan lebih cepat, dan akhirnya ia bisa memiliki maskapai penerbangan susi air, yang melayani rute pedalaman dan carter.

3.Reza Nurhilman

Kamu suka makan keripik pedas Maicih? Siapa sangka ternyata orang yang ada di balik keripik pedas ini adalah pemuda usia 23 tahun yang memulai sendiri usahanya dengan modal awal 15 juta di pertengahan 2010. Menggunakan kekuatan media sosial twitter, ia memasarkan produknya dengan cara yang berbeda. Melalui twitter, tim maicih akan mengabari dimana mereka akan berjualan. Baru setengah tahun, omset maicih bisa mencapai 7 miliar per bulan.

4.Hamzah Izzulhaq

Siapa bilang usia muda tidak bisa memulai usaha. Pemudah kelahiran tahun 1993, yang telah terbiasa berwirausaha sejak kecil, menjual kelereng, layangan, petasan, dan lainnya, ketika mengikuti seminar wirausaha ditawari sebuah usaha wiralaba bimbingan belajar yang telah memiliki 44 cabang. Akhirnya dengan modal uang 5 juta dan pinjaman 70 juta dari ayahnya, ia membeli salah satu cabang bimbingan belajar tersebut. Dialah Hamzah Izzulhaq, yang setiap semester bimbingan jumlah siswa bimbingan belajarnya lebih dari 200 orang dan pemuda yang ketika memulainya bahkan belum genap 20 tahun, menjadi direktur utamanya.

 

Bila mereka bisa, mengapa kita tidak?

Keempat orang yang saya tuliskan di atas hanyalah sebagian kecil dari pengusaha yang memulai semuanya dari awal. Sebenarnya tidak ada yang membedakan mereka dengan manusia pada umumnya, makanan yang mereka makan sama, mereka juga tidur, dan lainnya.

Mereka hanya melakukan sedikit lebih dari orang kebanyakan. Sedikit lebih ulet ketika mengurus usahanya, sedikit tidur, sedikit bermalas-malasan, sedikit mengeluh, dan lainnya.

Dan mereka yang memulai semuanya dengan kebaikan, biasanya akan lebih tenang dan berkah, meski hasilnya tak sebanyak mereka yang mengambil jalan pintas dan kotor hanya untuk menjadi kaya. Apalagi sekarang teknologi telah memudahkan penggunanya agar bisa terus berinovasi. Dari berbagai training wirausaha yang pernah saya ikuti, setidaknya ada dua hal yang perlu kita perhatikan bila mau memulai usaha.

1.Kenali potensi diri

Kita sendiri yang tahu apa yang kita bisa. Biasanya, melakukan sesuatu yang kita bisa jauh lebih mudah dan menyenangkan dibanding memaksa melakukan sesuatu yang tidak kita suka. Di tempat saya tinggal sekarang, ada banyak wanita berwirausaha berdasakan potensi yang ia punya. Seorang istri teman kerja suami, yang awalnya berpendidikan bidan, berhenti meneruskan profesinya karena ingin menjadi ibu rumah tangga sambil berwirausaha di rumah. Apa yang ia lakukan? Awalnya ia hanya menjahit bros lucu dan lumayan laris di pasaran. Kemudian berbekal mesin jahit peninggalan ibu mertua, ia mulai merintis usaha jahit menjahit di rumah. Sekitar 4 tahun berjalan, kini ia sudah memiliki mesin jahit otomatis, mesin obras, dan seorang asisten. Dan saya saksikan sendiri pesanannya selalu ramai.

Selain itu juga ada seorang ibu rumah tangga, masih istri teman kerja suami, teman biasa ikut arisan. Dia lulusan universitas negeri di Surabaya. Tapi sepertinya dia punya keahlian dalam berdagang. Bayangkan, hanya bermodal jualan dari rumah dan facebook  di desa seperti Paiton, ia bahkan bisa mendapatkan omset 20 juta dalam sebulan. Padahal semua itu dikerjakan sambil mengurus dua balita di rumah.

Atau mungkin kamu pandai dalam memasak, bisa berjualan menu berbuka puasa di bulan ramadan ini. Atau kamu suka menulis? Beberapa blogger bahkan dibayar mulai dari 3 juta untuk satu tulisan sponsor yang ia tulis di blognya sendiri.

Untuk bagian ini mungkin saya perlu menuliskannya sendiri, tentang ibu rumah tangga yang juga bisa sukses bisnis dari rumah. Semoga saya bisa menuliskannya.

 

2.Kenali potensi sekitar

Ini seperti yang dilakukan bu Susi, melihat potensi laut melimpah di sekitarnya, maka ia bisa menjadi pengusaha pengekspor ikan.

Suatu hari saya juga pernah melihat acara tentang profil wirausaha di stasiun tv. Usahanya adalah oleh-oleh bawang goreng khas Palu. Jadi waktu itu ibu ini melihat di Palu belum ada yang khas, maka kemudian ibu itu terpikir akan oleh-oleh bawang goreng tersebut, tapi detail ceritanya saya lupa lengkapnya.

Kini, bila kita ke Palu, oleh-oleh bawang goreng ibu inilah yang menjadi khasnya. Bayangkan hanya dengan bawang goreng, omsetnya bisa puluhan juta perbulan. Bahkan kadang merek kekurangan bahan baku bawang untuk produksi.

 

Jadi begitulah menurut saya, tidak ada yang mudah di dunia ini. Meskipun begitu bukan berarti kita mau ambil mudahnya saja dengan menjual apa yang menjadi kehormatan kita kepada pria hidung belang manapun! Kita memang tidak pernah tahu jalan sulit apa yang dilalui para pengusaha sukses di atas hingga mereka bisa sampai ke fase ini. Tapi bila kita tidak pernah mencoba, kita tidak pernah tahu, apakah kita juga bisa seperti mereka? Terlebih lagi, ada nilai berkah dan perjuangan ketika kita mau memulai semuanya dari awal dan dari hal yang baik. So, wanita, sebutuh apapun kamu dengan uang atau alasan lainnya, jangan pernah berpikir untuk menjual keperawananmu. Semoga bermanfaat. 🙂

 

Referensi:

1.tribunnews.com

2.https://rumaysho.com/10564-1-hari-akhirat-1000-tahun-di-dunia.html

3.https://almanhaj.or.id/2641-hukuman-untuk-pezina.html

4.https://www.google.co.id/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/8-kisah-inspiratif-pengusaha-sukses-indonesia

2 comments

  • Innallah, demi kuliah jadi guru gadis trsebut rela jual keperawanan. Smoga dijauhkan dgn yg sprti itu y mbk. Makasih sharingnya mbk. Sangat bermanfaat. Tulisan ini mengingatkanku untuk selalu mwnjaga diri. Salam, muthihauradotcom

  • Ria

    Ah saya suka sekali dengan tulisan inspiratif mengenai orang-orang yang tekun hingga akhirnya meraih kesuksesan. Semoga kita salah satu diantara orang yag sukses itu. Aamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *