Yuk Berlomba-lomba Memberi Makan Orang yang Berpuasa!

memberi makan orang berpuasa

Sumber gambar www.hikmatfashion.com, edited by sepradik.com.

Assalamu’alaikum Sepradik, apa kabar? Buat yang bingung apa itu arti sepradik, bisa baca: Welcoming Note sepradik.com

Alhamdulillah tak terasa sudah 13 hari kita menapaki ramadhan. Masih semangat kan ibadahnya? Nah, salah satu ibadah yang paling sering dilakukan di bulan yang penuh berkah ini adalah memberi makan orang yang berpuasa. Selain karena mudah untuk dilakukan, ternyata pahala yang kita dapatkan bila memberi makan orang yang berpuasa (ketika berbuka, bukan malah mengajak untuk membatalkan ya, hehe) adalah seperti pahala orang yang berpuasa tanpa sedikit pun mengurangi pahala dari orang yang berpuasa tersebut. Hal ini berdasarkan sebuah hadist:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
[HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Mengenai memberi makan orang yang berpuasa, ada sebuah cerita dari salah satu sahabat terbaik, Umar Ibn Khatab RA.

Siapa yang tak kenal Umat RA? Beliau adalah khalifah yang memimpin negara Islam setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA wafat. Pada saat Beliau memimpin, Ia tak mengambil sepeser pun uang gaji dari negara untuk memenuhi kebutuhannya. Semua gajinya ia gunakan kembali untuk keperluan rakyat. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia dapatkan dari hasil kebun kurma yang ia punya.

Pada suatu ketika, ramadhan hampir saja berakhir di Madinah. Sementara kebun kurmanya belum menghasilkan sedikit pun, sehingga ia tak memiliki uang sepeser pun. Namun Umar ingin sekali mengundang seluruh rakyat Madinah untuk berbuka di rumahnya. Akhirnya Umar pun menyuruh pembantunya untuk mengundang seluruh rakyat Madinah untuk berbuka di rumah Umar RA. Kemudian datanglah seluruh rakyat Madinah ke rumah Umar RA. Karena yang mengundang adalah seorang khalifah, semua menduga jamuan yang akan disajikan adalah makanan yang enak seperti kambing bakar atau lainnya.

Menjelang magrib, para tamu diminta berkumpul di sumur untuk mengambil minuman. Ketika itu, untuk minum, orang-orang langsung mengambil dan diminum dari sumur. Kemudian pembantu Umar RA pun menuangkan minuman ke dalam cawan yang sudah disediakan. Ketika minuman dituangkan satu per satu ke dalam cawan tamu, setiap yang datang pun berpikir mungkin setelah ini makanannya akan disajikan. Hingga magrib pun tiba dan tak ada makanan yang disajikan. Akhirnya setelah berbuka dan minum, para tamu diberi tahu bahwa jamuan berbuka telah selesai. Ternyata tidak ada makanan yang disajikan, karena ketika itu Umar RA tidak memiliki uang sepeser pun. Tapi semua yang datang mahfum, mereka tahu sang khalifah melakukan semua ini semata demi ingin mendapatkan pahala dalam memberi makan orang yang berpuasa.

Begitulah semangat seorang Umar RA yang ingin memberi makan orang yang berpuasa. Meski tidak memiliki makanan enak sedikit pun, hanya bermodalkan air minum, Ia tetap berusaha memberi makan orang yang berpuasa.

Bagaimana dengan kita? Sudah berapa banyak orang berpuasa yang kita beri makan?

Nah, mengenai memberi makan orang berpuasa ini, Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya juga menyampaikan bagaimana ketika dulu Ia masih berada di Madinah saat ramadhan dan melihat betapa semangatnya orang Madinah dalam memberi makan orang yang berpuasa.

Suatu ketika ia dan teman-teman kampusnya diantar dengan angkutan kampus ke Nasjid Nabawi. Sesampainya di masjid, ia pun heran, kenapa banyak orang berkerumun dan membelakangi masjid. Kemudian ia pun berjalan menuju masjid, tiba-tiba seorang lelaki memeluknya sambil berbisik, “ Duhai saudaraku, berbuka puasalah di tempat kami.” Kemudian sang Ustadz pun datang dan masuk ke tempat mereka. Ternyata, di dalam masjid, telah siap sedia sang ayah atau tetua untuk memberikan makanan berupa kurma, yogurt, dan lain-lain. Setelah selesai makan, sang Ustadz pun diiming-imingi, “ Saudaraku, besok bila kau datang lagi ke sini, jangan buka puasa di tempat lain ya, buka puasalah di sini.”

Tradisi memberi makan orang yang berpuasa ini telah berlangsung lama dan sudah menjadi tradisi turun temurun warga Arab di Madinah. Betapa mereka begitu semangat dalam berlomba-lomba memberi makan orang yang berpuasa.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah, untuk memberi makan orang yang berpuasa, kita tetap bisa melakukannya meski tidak memiliki uang yang banyak. Berikut beberapa kiat yang bisa dilakukan dalam rangka memberi makan orang yang berpuasa.

  1. Menabung jauh-jauh hari sebelum ramadhan

Selama 11 bulan sebelum ramadhan tiba, kita bisa menyiapkan sebuah tabungan khusus yang nantinya digunakan khusus untuk memberi makan orang yang berpuasa. Uangnya bisa kita gunakan untuk membeli kurma dalam jumlah banyak, atau membeli paketan nasi kotak lengkap dengan takjilnya.

  1. Berbagi dari yang kita punya

Bila ternyata uang tabungan telah habis atau tidak mencukupi, kita bisa menyisihkan dari makanan yang kita punya. Terutama untuk para ibu rumah tangga, tapi jangan lupa meminta izin suami terlebih dahulu. Kita bisa membagikan masakan yang kita punya kepada para tetangga.

  1. Gunakan tenaga kita

Tabungan sudah habis sementara kita tidak masak, terutama untuk para bujangan atau Bapak-bapak. Bagaimana cara agar tetap bisa mendapat pahala untuk memberi makan orang yang berpuasa? Kita masih bisa menggunakan tenaga kita. Biasanya, di masjid-masjid telah tersedia makanan atau minuman yang akan dibagikan kepada para jamaah. Bantulah para panitia saat membagikan makanan. Atau ketika di rumah, kita bisa membantu untuk menuangkan minuman ke dalam gelas.

  1. Tukarkan makanan kita dengan teman sebelah

Bila ketiga hal di atas sulit untuk dilakukan, jangan khawatir, kita masih bisa melakukan sesuatu namun InsyaAllah tidak mengurangi pahala. Ketika hendak berbuka dan telah mendapat jatah makanan atau minuman, tukarlah makanan yang kita punya dengan teman sebelah kita. Katakan padanya, makanan ini kuberikan padamu. Dengan demikian, InsyaAllah kita sudah mendapat pahala berpuasa kawan sebelah kita.

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memberi makan orang yang berpuasa. Semakin banyak orang yang kita beri makan, InsyaAllah semakin banyak pahala yang kita dapat. Bayangkan, betapa beruntungnya kita, bila puasa hanya 30 hari, namun bisa memberi makan puluhan orang dalam sehari, dalam sebulan, kita bisa memanen pahala orang berpuasa sebanyak ratusan orang, sehingga seperti puasa ratusan hari, InsyaAllah. Belum lagi ditambah amalan ibadah lainnya. Lumayan kan buat tabungan di hari akhir? Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk melakukan kebaikan selama ramadhan dan juga bulan-bulan lainnya, Aamiin. Yuk Berlomba-lomba Memberi Makan Orang yang Berpuasa!

 

Sumber:

Ditulis kembali dari Ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang keutamaan bulan ramadhan.

2 comments

  • Subhanallah.. Semoga saya juga bisa memberi makan saudara2 yang puasa ya mba..
    Selama ini kalau lagi haid, saya suka bantuin bikin takjil. Itupun hanya untuk orang rumah aja.
    Pengen deh bisa nyumbang bukaan ke masjid. Semoga suatu saat 🙂
    Makasih sharenya ya mba 🙂

    • juliaamrih

      Sama-sama Mba’, semoga dimudahkan untuk senantiasa memberi makan orang yg berpuasa ya Mba’, Aamiin.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *