Lima Langkah Mudah Mahir Teknik Copywriting bagi Pemula

Di era digital, menguasai teknik copywriting adalah salah satu hal yang penting bagi pedagang online, maupun content creator. Tentu saja hal ini berkaitan erat dengan produk dan konten yang kita tawarkan, sehingga orang lain akan tertarik untuk membeli jualan atau membaca konten yang kita punya. 

Namun, sebagai pemula, tidak mudah begitu saja jika kita ingin cepat mahir dalam hal ini. Meskipun kita telah sering mengakses teknik copywriting pdf yang tersebar bebas di google.

Untuk itu, penulis telah merangkum 5 langkah mudah agar pemula bisa mahir dalam teknik copywriting. Apa saja itu?

1. Pahami Tujuan Copywriting

Sebagai copywriter atau orang yang membuat copywriting, kita tentu harus paham apa tujuan kita membuat sebuah copywriting? Sebelum memulai semuanya, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari copywriting.

Secara bahasa, copywriting terdiri dari copy dan writing. Dalam penjualan atau pemasaran, kita menggunakan istilah copy untuk teks pemasaran. Teks ini bisa kita temui pada landing page, website, iklan, dan lainnya.

Sementara writing sendiri berarti tulisan. Sehingga secara bahasa, copywriting berarti teknik menulis copy yang tujuannya untuk penjualan atau pemasaran.

Secara singkat, bisa kita simpulkan tujuan dari copywriting adalah membuat orang lain tertarik dengan tulisan kita, sehingga mereka melakukan apa yang kita mau, baik itu membeli, mendaftar, atau bisa juga mengklik tombol yang kita mau.

2. Pelajari Teknik Copywriting

Setelah memahami tujuan copywriting, tahap berikutnya adalah kita harus memahami apa saja teknik copywriting, sehingga kita bisa membuat copywriting yang baik, agar tercapai target yang kita inginkan.

Setidaknya kita harus memperhatikan empat hal agar copywriting kita menjadi menarik.

1. AIDA

Aida adalah kepanjangan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. 

Attention atau perhatian 

Adalah teknik bagaimana menarik perhatian konsumen atau target. Kita bisa meletakkan attention pada bagian headline atau judul. Judul yang menarik tentu akan membuat pembaca tertarik dengan tulisan kita pada detik-detik pertama mereka membaca tulisan atau menonton video kita. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh SilverPop pada tahun 2018, mengatakan bahwa daya perhatian orang asing pada sesuatu yang baru paling lama adalah 8 detik saja, lebih dari itu maka orang tersebut akan mengabaikan hal tersebut. 

Karenanya, buatlah kalimat yang akan menarik perhatian pembaca pada 8 detik pertama mereka melihat tulisan kita.

Selain dengan kalimat yang menarik perhatian, kita bisa juga memperhatikan bentuk font, ukuran font, gambar, atau video bila copywriting dibuat dalam bentuk video. 

Tips membangun attention:

  • Kalimat harus eye catching, bisa awali dengan pertanyaan agar pembaca penasaran
  • Gunakan gambar atau ilustrasi yang menarik 
  • Perhatikan tata letak tulisan
  • Manfaatkan tren 

Contoh headline yang memanfaatkan tren. Sumber gambar https://www.instagram.com/p/CIxZdKsnYyk/?utm_source=ig_web_copy_link

Interest atau ketertarikan 

Setelah mendapatkan perhatian mereka, langkah berikutnya adalah  membuat mereka memiliki minat yang lebih jauh dengan tulisan yang dibuat.

Tips membangun interest dengan audiens:

  • Sampaikan informasi dan fakta
  • Kenyataan di lapangan
  • Berikan alasan mengapa konsumen akan percaya pada produkmu

Salah satu contoh interest, dengan menampilkan informasi dan fakta di lapangan. Sumber gambar https://www.instagram.com/p/CIxZdKsnYyk/?utm_source=ig_web_copy_link

Desire atau keinginan 

Adalah bagaimana cara kita membuat audiens menginginkan manfaat dari apa yang kita tawarkan. Biasanya desire ini merupakan copy atau teks pemasarannya.

Pada tahap ini adalah bagaimana kita membuat konsumen menjadi ingin menggunakan produk yang ditawarkan. Karenanya, jangan hanya fokus pada fitur, melainkan manfaat dari produk kita. Jelaskan lebih lanjut bahwa produk yang ada merupakan solusi atas permasalahan mereka.

Tips membangun desire:

  1. Jelaskan manfaat dari produk
  2. Tawarkan produk sebagai solusi dari permasalahan
  3. Jangan buru-buru menjual produk

Contoh desire yang menjelaskan manfaat produk. Sumber gambar https://www.instagram.com/p/CIxZdKsnYyk/?utm_source=ig_web_copy_link

Action atau tindakan

Adalah cara kita membuat audiens melakukan tindakan sesuai dengan yang kita mau. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengarahkan pelanggan melakukan pembelian. Misalnya saja, mengunjungi website, melakukan reservasi, subscribe newsletter, mengikuti akun media sosial, mengunjungi toko, dan lainnya.

Jangan lupa manfaatkan CTA atau call to action yang fungsinya memerintah audiens secara tidak langsung untuk melakukan tindakan lanjutan sesaat setelah menyelesaikan seksi tertentu pada tulisan kita. Contohnya:

  • “Hubungi kami untuk pendaftaran”
  • “Klik di sini untuk mendaftar”
  • “Beli sekarang”

Tombol download Tokopedia adalah contoh CTA. Sumber gambar https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQEy_wdJqI3vnbhqonN3KemFihIWzP4lIUQwQ&usqp=CAU

2. Slippery Slide

Slippery slide atau perosotan licin adalah teknik membuat tulisan copywriting kita menjadi menarik dan tidak membosankan. Maksud dari konsep ini adalah agar kita bisa membuat satu kalimat dengan yang lain tetap berhubungan, bahkan saling mendukung satu sama lain. Perhatikan dua hal dalam menerapkan hal ini,  pertama kita hasrus membayangkan diri kita sebagai konsumen, kemudian memperhatikan efektivitas dari masing-masing kalimat yang kita buat.

3. Social Proof

Social proof atau pembuktian sosial adalah bagaimana kita membuktikan pada audiens bahwa sosial atau masyarakat memang telah mengakui produk kita. 

Kita bisa meletakkan testimoni produk, logo klien yang sudah bekerja sama, jumlah subscriber, atau lainnya sehingga terlihat lebih meyakinkan.

Bagi yang belum memiliki banyak pelanggan, bisa dengan meminta orang lain memakai produk kita kemudian meminta testimoni terhadap produk kita.

Untuk lebih mantap, kita bisa melihat contoh copywriting dari iklan atau marketing yang sering kita lihat baik di media sosial, televisi, spanduk atau lainnya.

4. Frequently Asked Questions (FAQ)

Agar lebih meyakinkan konsumen atau audiens, kita bisa membuat laman tersendiri tentang frequently asked questions atau pertanyaan yang paling sering muncul, sehingga bisa menjawab keraguan calon konsumen kita.

Jangan lupa untuk membuat halaman FAQ ini  semenarik dan sesingkat mungkin, agar konsumen tidak jenuh sehingga malah malas untuk membacanya.

Contoh halaman FAQ pada saungwriter.com. Jadi pertanyaan dan jawaban dibuat singkat sehingga memudahkan pembaca.

3. Pahami Produk

Tentu saja kita harus tahu produk apa yang hendak kita tawarkan pada calon audiens kita, sehingga mereka akan yakin dan memilih produk kita.

Tiga hal yang harus kita kuasai dari produk kita, yaitu:

1.Keunikan produk

Apa keunikan dari produk kita, yang membuatnya berbeda dengan produk yang lain. Misalnya produk yang ingin kita tawarkan adalah masker wajah herbal. Keunikan produk kita bisa dengan memberi label 100% murni dari tumbuhan atau herbal tanpa campuran unsur hewani.

2. Apa saja fiturnya?

Jangan lupa menawarkan fitur apa saja yang ada dalam produk kita. Kita bisa menuliskannya secara singkat sehingga konsumen konsumen akan mudah mengingatnya.

Dari contoh masker wajah herbal tadi, kita bisa menyebutkan bahan khususnya sebagai fitur, misalnya terbuat dari biji kopi.

3. Jelaskan manfaat 

Jangan hanya menjelaskan fitur, melainkan jelaskan juga manfaat dari fitur yang kita punya. Misalnya untuk contoh wajah herbal tadi, manfaat dari biji kopi pada masker wajah herbal yang kita punya adalah membunuh sel-sel kulit mati pada wajah.

4. Pahami Konsumen Target Copywriting

Saat membuat copywriting, kita harus tahu betul siapa konsumen yang hendak kita tuju. Kita bisa mengetahui karakter konsumen ini juga berdasarkan tempat kita meletakkan copywriting. Tentu teknik copywriting facebook akan berbeda dengan teknik copywriting instagram, blog, dan lainnya. Kita harus tahu karakter konsumen sesuai dengan tempatnya.

Selain itu, kita juga harus bisa memposisikan seolah kita adalah konsumen, sehingga kita bisa memahami kebutuhan audiens. Untuk mengetahui kebutuhan konsumen, kita juga bisa membuat survey, bertanya tentang keluhan, kebutuhan, kecemasan konsumen.

Memahami konsumen ini tak kalah penting dengan memahami produk, karena sejatinya inti dari copywriting bukanlah tentang keuntungan kita, melainkan manfaat yang mereka dapatkan ketika menggunakan barang yang kita jual.

Bayangkan misalnya ada orang yang menjual produk bubur bayi dengan berbagai manfaatnya pada bayi, sementara mereka menawarkan produk tersebut pada anak SMP. Aneh sekali bukan?

5. Do action

Pada akhirnya, teori hanyalah akan menjadi sebuah teori, bila tidak kita terapkan atau praktikkan. Untuk bisa menjadi seorang praktisi copywriting handal seperti Dewa Eka Prayoga, yang terkenal dengan teknik copywriting dewa eka prayoga, kita harus melalui bertahun-tahun pengalaman hingga akhirnya menjadi ahli dalam bidang ini.

Tentu saja kita harus membuat puluhan bahkan ratusan percobaan sehingga akhirnya kita tahu bagaimana cara membuat teknik copywriting berkesan.

Itulah lima langkah mudah untuk pemula, agar mahir dalam teknik copywriting. Pahami teorinya, praktikkan ilmunya. Jangan ragu untuk terus belajar copywriting dari mana saja, sehingga kita benar-benar mahir dalam copywriting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *